Kamis, 27 Agustus 2015

Bupati Buru Meletakan Batu Pertama Gedung SMP Negeri 39 Waekasar.

      










      Namlea-Lira Maluku News. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas jenjang pendidikan,akhirnya  Dinas  Pendidikan  dan  Kebudayaan  Kabupaten  Buru  yang  dipimpin  NormanHamzah,SH,M.MPd telah membangun Satu Gedung SMP Negeri 39 di Desa Waekasar, KecamatanWaeapo, Kabupaten Buru.   
    Peletakan Batu pertama Gedung tersebut secara resmi dilakukan Bupati Buru, Ramly IbrahimUmasugi, SPi, MM yang dihadiri,  Sekda, Drs.Ahmad Assagaf,MSi, Para Asisten, Staf Ahli  Bupati,Pimpinan SKPD, Para Camat, Danramil, Kapolsek, Parakades, Kepsek, Toko Masyarakat,  Pemudadan sejumlah undangan lainnya Kamis 27 Agustus 2015.





    







     Bupati Buru Dalam sambutan Mengatakan,terkait pendidikan dewasa in, anak-anak kitasudah saatnya mendapat pasilitas yang layak dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajardi sekolah dalam rangka meningkatkan mutu dan kualitas generasi yang cerdas, hal ini merupakankeharusan dan kewajiban Pemerintah Daerah.





     





     Untuk itu Tambah Umasugi, Penyebaran guru di kabupaten masih belum merata,bahkananak-anak kita yang mengikuti tes Catam maupun Caba TNI dan hasilny dari mengikuti tes itusangat  memprihatinkan  dan rata  tidak  lulus  pada MI  dan  lain-  lain,olehnya  itu  ajaknya,  demi kelancaran roda pendidikan, mari bersama–sama akan membenahi pendidikan yang sedang kitagalakan di daerah ini, sehingga kedepan anak itu cerdas.          
    Dengan berdirinya Tiga Ruang Kegiatan Belajar (RKB) SMP Negeri 39 di Desa Waekasar tahunini, maka Saya berjanji untuk tahun 2016 akan ada penambahan Satu RKB dan Satu gedung Kantortermasuk mobiler, karena hasil pembahasan APBD tadi pagi Kata Umasugi, untuk meningkatkanmutu  dan kualitas  pendidikan  sudah diagendakan dalam APBD 2016  termasuk Perda  GerakanBupolo Magrib Mengaji. 





   





   Sementara terpisah Kadis Pendikan dan Kebudayaan, Norman Hamzah, SH, M.MP KepadaWartawan Mengatakan, Pembangunan Tiga RKB SMP Negeri 39 Desa Waekasar yang kini dibangunmerupakan sisa anggaran/Silpa 2010.          
     Kemudian Lanjutnya, untuk Dua bulan berjalan tahun ini ada Empat pembangunan SMPNegeri yang akan di bangun dintaranya, SMP Negeri Desa Ubung Kecamatan Lilialy, SMP NegeriDesa  Waeruba  Kecamatan  Airbuaya,  SMP  Negeri  44  Buru  dan  peresmian  SMP  Desa  WaseKecamatan Fena Lisela(Adaam Kiat)

Join-Muin & Kurnala-Goin Bertarung Di Pilkada Aru

     Dobo-Lira Maluku News. Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Aru akhirnya menetapkan dua pasangan calon Kepala Daerah yang lolos sebagai peserta dalam Pemilukada Aru 9 Desemmber 2015 adalah dr, Johan Gonga dan Muin Sogalrey, SE yang direkomendasikan Partai Nasdem, PKS, Demokrat dan PKP Indonesia.
        Paslon lainnya adalah Welhelm Kurnala, SH dan Asis Goin yang didukung koalisi PDIP, Hanura dan PAN.
 
      Dua Paslon ini dianggap memenuhi syarat sebagai peserta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Aru sesuai Surat  Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kepulauan Aru Nomor: 29/Kpts/KPU-Kab /029433676/2015.   
       Penetapan ini Berdasarkan hasil penelitian dan keabsaan persyaratan pencalonan dan persyaratan calon yang dituangkan dalam BA-HP perbaikan – KWK, berita acara Nomor : 19/BA/VIII/2015 dan berita acara Nomor 20/B/VIII/2015.
     Sebelumnya diketahui ada empat pasangan Calon bupati dan wakil bupati yang telah mendaftarkan diri untuk mengkuti pertarungan di Pemilukada Aru 2015 Yakni dr Johan Gonga dan pasanganya Muin Sogalrei, Welhelm Daniel Kurnala dan Asis Goin, Drs, Gotlif Ambrosius . A. Gainau dan Jafar Hamu, Dan Obed Barends dan Elisa Darakay.
KPU Aru mencoret dua pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Abraham Gotlief Gainau-Djafruddin Hamu dan Robert Joseph Barends-Elisa L. Darakay. Gagalnya dua pasangan ini lolos bertarung dalam Pilkda Aru, sudah bisa ditebak sejak awal.
       Dan berdasarkan pada ketentuan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015 sebagaimana telah diubah dengan peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 12 Tahun 2015 tentang pencalonan Gubernus dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jo Keputusan KPU Kabupaten Kepulauan Aru Nomor: 28/Kpts/KPU-Kab /029433676/IV/2015, dan sesuai penentuan jadwal dan waktu penelitian, sebagaimana diatur dalam peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2015  Jo Keputusan KPU Kabupaten Kepulauan Aru Nomor: 01/ Kpts/KPU-Kab /029433676/IV/2015 tentang tahapan program dan jadwal  pemilihan Wakil Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2015, Gainau- Hamu,  dan Barends – Darakay tidak dapat memenuhi syarat dan dinyatakan gugur.
         Gainau dan pasangannya Jafar Hamu dicoret karena formulir pendaftaran mereka tanpa tanda tangan Penjabat Ketua dan Sekretaris DPD Partai Golkar kubu Agung Laksono.  
Saat pendaftaran pilka­da, Gotlief-Djafruddin direkomendasikan Partai Gerindra dan DPP partai Golkar kubu Aburizal Bakrie.
         “Hingga batas waktu pengembalian dokumen perbaikan ternyata berkas Gotlief-Djafruddin tidak lengkap, dan berdasarkan hasil penelitian dinyatakan gugur. ” Ungkap Ketua KPU Aru, Viktor Sjair kepada Wartawan di Aru.
          Sementara pasangan Barends-Darakay yang direkomendasikan PKB serta PPP versi kubu Romahurmuziy dan Djan Faridz. Namun tandatangan Ketua Umum maupun Sekjen DPP PPP kubu Djan Fardz hanya hasil pindaan, sehingga dinyatakan cacat administrasi. 

Derita Rakyat Dorong Welhelm Kurnala Anak Penjual Kue Bertarung Di Pilkada Aru

        Dobo-Lira Maluku News. Berawal dari menjual kue hingga menjadi presiden, Maluku City Mall (MCM), Putra dari pasangan suami istri Yance Kurnala dan Tince Anggrek Rahakbau  kembali ke Aru. 
      Kembalinya anak pasangan penjual kue ini tentunya mengundang segudang pertanyaan.  Orang miskin yang hidupnya sudah mapan ko kenapa harus mau bertarung lagi di Pilkada Aru ?
 Inilah kisah singkat pemilik MCM yang juga menjabat kursi DPRD Provinsi Maluku.
Saat Kurnala dan 6 saudarannya ditinggal ayah terkasih mereka, 7 bersaudara ini hanya tinggal bersama ibunya.
         Siapa sih yang tidak sedih dan patah semangat jika sang ayah terkasih sebagai tulang punggung keluarga pergi untuk selamnya. Namun bagi keluarga Kurnala, perjuangan hidup untuk mendapatkan masa depan yang baik tetap dijalankan dengan sabar dan tetap tekun menghadapi tantangan hidup.
Kesabaran dan ketekunan serta dukungan semangat dan petuah dari sang ibu, Kurnala akhirnya berhasil menghapus semua penderitaan keluarganya.
Sudah begitu Kurnla seakan tidak tenang melihat orang-orang Maluku yang masi hidup dibawah kemiskinan dan ketertinggalan.
        Keingian yang kuat untuk mengangkat penderitaan orang banyak membuat Kurnala mengajukan dirinya maju dalam pertarungan merebut kursi DPRD Provinsi.
Setelah melewati perjuangan yang panjang akhirnya Kurnala dipercayakan masyarakat Maluku duduk di kuris DPRD Provinsi untuk membawa aspirayat rakyat.
      Keberhasilannya menduduki kursi empuk di senayan mini, Kurnala masih gelisa juga. Kegelisahannya terhadap Aru tempat dia dan orang tuanya mengais rezeki, Kurnala memilih mudur dari kursi empuk ini dan kembali ke Aru untuk membanggun masyarakatnya yang kini hidup dalam garis kemiskinan dan ketertinggalan.
         Luar biasa. Dari hidup sengsara hingga sudah mewah pastinya setiap orang enggan kembali untuk melihat masa lalunya. Namun Kurnala berbeda.
           Hidup yang telah menderita dari bawah mendorongnya kembali bersama masyarakat Aru untuk sama-sama berjuang menentaskan kemiskinan dan kemelaratan serta ketertinggalan.  Ale Rasa Beta Rasa. Slogan ini pantas ditujukan kepada Titi Kurnala. (S -01)

Drs. Arens Uniplaita Layak Di Angkat Menjadi Sekda Defenitif

        Dobo-Lira Maluku News. Sekretaris Daerah (Sekda) adalah pemimpin sekretariat daerah sebagai unsur staf  yang membantu kepala daerah dalam menyelenggarakan Pemerintahan Daerah. Di lihat sebagai tupoksi tugas dan wewenang dari seorang sekertaris Daerah maka sebagai orang yang berperang penting dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab dalam administrasi pemerintahan di tingkat Profinsi maupun kabupaten / Kota, sangat ditentukan kemajuan suatu daerah juga di lihat dari keberhasilan seorang Sekda itu sendiri. Kata mantan Aktifis Mahasiswa Maluku, Dedi Weusa. S.Sos kepada media ini lewat tlp selulernyaa
 
 
          “Plt Sekda Drs Arens Uniplaita boleh di bilang sangat berhasil dalam mengendalikan Pemerintahan. Patut di Apresiasi oleh semua pihak ,dengan kerja keras tanpa memandang lelah, dari pagi sampai malam, seorang Drs Arens Uniplaita terus bekerja demi kemajuan Daerah yang berjuluk bumi jargaria ini” jelas Weusa. Banyak kebijakan yang diambil oleh Sekda Kabupaten Kepulauan Aru sangat baik dan di lihat dri segi adminstrasi surat-menyurat sampai kepada penempatan pegawai di Birokrasi juga masalah pembangunan lainnya di putuskan dengan sangat hati-hati.walaupun yang bersangkutan hanya menjabat sebagai Pelaksana Tugas akan tetapi dirinya sangat serius dalam menjalani pekerjaannya.
            Dengan demikian, sudah saatnya Drs Arens Uniplaita di angkat dan di tetapkan sebagai Sekretaris Daerah definitif karena kemampuan dan moralitas beliau sudah tidak diragukan lagi. Juga kapabalitas dan intelektual dalam mengelolah manajemen Birokrasi. Juga di lihat dari pertimbangan jabatan dan golongan yang juga telah memenuhi syarat. Pro dan kontra dalam pengangkatan seorang Sekda adalah hal yang biasa tetapi perlu di ingat dan di garis bawahi kalau pengangkatan sekda adalah tanggungjawab BAPERJAKAT Provinsi dalam mementukan kemampuan seseorang menjadi Sekda dan itu sudah jelas kemampuan ada pada seorang Arens Uniplaita. (TIM)

Benamen Harap TVRI Dapat Menjangakau Kabupaten Aru

        Dobo-Lira Maluku News. Tokoh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru. Thomas Benamen, meminta kepada Pemda dan DPRD KABUPATEN Aru untuk segera bekerja sama dengan TVRI STASIUN Maluku untuk membuka akses siaran di Kabupaten KEPULAUAN Aru.
        Karena menurut Thomas Benamen. Kabupaten KEPULAUAN Aru harus di kontrol oleh masyarakat Luas, karena media dapat berperang penting dalam mengawal sgala kebijakan yang di ambil oleh Pemerintah Daerah.
         Lanjut Benamen, TVRI Baru saja merayakan Hari Ulang Tahunnya sehingga dngan monen HUT tersebut TVRI Juga dapat menjadi penyambung aspirasi rakyat Aru. untuk sudah saatnya pihak TVRI Juga membuka akses sampai ke pelosok Kabupaten Aru. sehingga pembangunan dapat di kawal dengan baik. (DEDI)

Senin, 24 Agustus 2015

Forum Peduli Warga Bursel Panggil Pulang



     NAMLEA-Lira Maluku News. Jelang perayaan Pemilihan Umum Kepala Daerah(Pemilukada) Kabupaten Buru Selatan(Bursel) direncanakan berlangsung di bulan Desember 2015,Forum Masyarakat Buru Selatan (Bursel) yang menetap di Kabupaten Buru, di panggil pulang, untuk siap mengawal dan mengsukseskan Pemilukada Bursel yang jujur, Adil dan Makmur.

     Selain itu juga Forum ini berharap agar pemilukada nanti,ada oknum- oknum yang sengaja menciptakan isu-isu yang tidak sehat yang dinilai murahan sengaja memecah belah masyarakat yang menempati Enam kecamatan di Bursel, bahkan lembaga Kami tetap mengawal hingga usai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah. Demikian dikatakan salah satu Toko Forum Masyarakat Bursel.
           Pelaksanaan malam baku dapa berlangsung di Lapangan Pattimura Namlea, Ibukota Kabupaten Buru Sabtu Malam 22 Agustus 2015 menghadirkan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bursel Hakim Fatsey- Antonius Lesnussa bersama ribuan warga Bursel di Enam kecamatan yang mendiami Kabupaten Buru.

      Hakim fatsey bakal calon Bupati Bursel, saat melakukan orasi ditas panggung Mengatakan,Kabupaten Buru utara dan Buru Selatan merupakan  Kayway yaitu orang Basudara yang perlu dilestarikan,dijaga dan dipelihara atas wasiat peninggalan leluhur terdahulu.
           Selain itu juga Lanjut Fatsey, pemekaran Bursel Tujuh tahun yang lalu atas dasar UU yang telah memenuhi kreteria yaitu, punya wilayah, Masyarakat, SDM, dan SDA, sehingga layak dimekarkan, olehnya itu ajak Fatsey, Mari kita satukan langkah, rapatkan barisan dan membangun kebersamaan demi kepentingan dan kemaslahatan orang banyak, hal ini dilakukan tambahnya, agar dapat mencontohkan Kabupaten Buru,demi tuntaskan ketertinggalan inprastruktur Bursel yang selama ini diidamkan bersama.

        Pemekaran sebuah kabupaten Kata Bakal Calon Bupati Bursel, tujuannya untuk sejahterakan masyarakat, bukan menyusahkan masyarakat sebagai penonton di Negeri sendiri dan bila mana Beta terpilih sebagai Bupati maka masyarakat Bursel punya hak yang sama dalam bingkai NKRI seperti Beta dengan Pak Anton” Teriak Fatsey.
           Kata fatsey, saat Saya mencalonkan diri mengikuti bursa pencalonnan Pilkada Bursel Tambah Fatsey, banyak isu yang tidak sehat dan murahan, bahwa Beta akan terganjal dalam proses hukum, namun Alhandullilah semuanya itu telah terlewati, olehnya itu Saya dan Pak Anton berharap dari Kayway artinya Orang Basudara  yang ada di Bursel  dapat mendukung Kami dalam Pemilukada Bursel nanti” Minta Restu Fatsey.
        Sementara itu bakal Calon Wakil Bupati Bursel, Anton Lesnussa Mengatakan, Thema Malam Baku Dapat Warga Bursel panggil pulang yang mendiami Kabupaten Buru, maka dengan thema ini Saya terharu, hal ini mendorong Saya untuk saatnya bersama membangun daerah Bursel, karena Bursel sudah Tujuh tahun dimekarkan, banyak masyarakat disana mengeluh dan disana anak daerah menjadi penonton yang manis di Negeri sendiri.


        Untuk itu Saya dengan Pak Fatsey berjanji bila mana, Kami Dua tepilih menjadi pimpinan di Bursel, maka Masyarakat mempunyai hak yang sama seperti Beta dengan Bapak Kim” Kata Bakal Calon Wakil Bupati Bursel.
           Sementara Informasi yang dihimpun Wartawan Minggu 23 Agustus 2015 Kunjungan Fatsey dan Lesnussa di Kecamatan Waesama ribuan masyarakat adat yang berdiam di pegunungan maupun masyarakat pesisir di Desa Waemase, Waelikut dan Desa Wamsisi Ibukota Kecamatan Waesama menjemput Hakim Fatsey- Anton Lesnussa(Hikmat) dan disambut dengan adat tarian cakalele, tarian sawat  dan selanjutnya bermalam di Desa Waelikut untuk selanjutnya Senin 24 Agustus 2015 akan mengikuti prosesi penetapan pasangan calon Pilkada di KPUD Bursel (Adam Kiat)

Pelantikan Arens Uniplaita Sebagai Sekda Aru Di Dukung Tokoh Pemuda

     Dobo-Lira Maluku News. Pelantikan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Aru, Arens Uniplaita yang akan digelar dalam waktu dekat ini, perlu diapresiasi dan didukung oleh seluruh masyarakat di kabupaten tersebut.
       Hal ini diungkapkan tokoh pemuda Kabupaten Kepulauan Aru,  Yan Apalem kepada wartawan di Kota Dobo, kemarin.
 
 
      Ia menilai, Uniplaita memiliki kapasitas dan kualitas serta dedikasi dan loyalitas yang tinggi menduduki jabatan tersebut, apalagi seluruh tahapan dan prosedur untuk kemudian diangkat sebagai sekda sesuai dengan aturan yang berlaku telah dipenuhi dengan baik, sehingga tidak ada alasan jika ditolak proses pelantikan tersebut dengan berbagai alasan yang sangat subjektif dan tidak rasional.
     “Berbagai bentuk penolakan dari segelintir orang yang mengatasnamakan masyarakat Aru terhadap pelantikan Arens Uniplaita sebagai Sekda definitif sebagaimana tertulis pada sebuah spanduk yang dipampang pada tugu Cendrawasi Dobo adalah sikap yang tidak dibenarkan. 
Kata dia, tidak ada alasan menolak pelatikan pelaksana tugas Sekda Aru, Arens uniplaita sebagai sekda definitif.
       “Patut dipertanyakan, atas dasar apa, dan atas nama masyarakat Aru yang manakah sehingga oknum-oknum orang tertentu  mengatasnamakan masyarakat Aru  menolak Arens Uniplaita di lantik menjadi Sekda Aru definitif,  karena menurut saya, masyarakat Aru dari ujung Waryalau hingga Ujung Batu Goyang sama sekali tidak memikirkan hal tersebut,” ujarnya.
        Kata dia, masyarakat di desa-desa hanya berpikir bagaimana cara dia bisa mendapat makan-minum, tidak berpikir bagaimana caranya untuk bisa mengatur pemerintahan di daerah ini
        Ia menegaskan, bila ada penolakan terhadap Sekda Aru dari berbagai LSM atau LMA maka wajar-wajar saja, tetapi bila itu hanya karena kepentingan oknum-oknum orang tertentu, kemudian mengatasnamakan masyarakat Aru maka itu sebuah khayalan yang konyol dan itu merupakan sebuah tindakan diskriminasi.
       Selain itu, lanjutnya, jika masyarakat Aru menginginkan jabatan Sekda itu diduduki oleh putra-putri Aru sendiri, maka sudah barang tentu haruslah menyiapkan figur-figur yang notabene memenuhi persyaratan–persyaratan, baik dari sisi kepangkatan maupun jenjang karier, karena bila seseorang mau menduduki jabatan tersebut maka minimal telah menjabat pada dua dinas yang berbeda. Tetapi kenyataannya hal itu belumlah dipenuhi.

Rabu, 19 Agustus 2015

Bupati Buru Kibarkan Bendera Merah Putih Didasar Laut


    Namlea-Lira  Maluku News.  Menyongsong HUT Proklamasi  Kemerdekaan RI  Ke  70  berlangsu  diLapangan Pattimura Namlea, Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, SPi, MM selaku Inspektur upacarakembali, Bupati dan rombongan Muspida bersama masyarakat di Bumi Bupolo mengunjungi lokasiPantai Jiku Merasa.


         Kedatangan Umasugi bersama rombongan guna, mengibarkan Bendera Merah Putih di dasar lautdengan kedalaman berkisar  7 hingga 8 meter dengan waktu yang ditempuh berkisar 45 menit dandikawal Dandim 1506/ Namlea, Letkol Inf Umar bersama tim Penyelam kabupaten Buru berlangsungdi lokasi pantai Jiku Merasa.    
       Tujuan momentum ini Kata Kabag Humas Pemda Buru, Istanto Setia Hadi Menjelaskan, selainmeramaikan HUT RI  Ke 70 juga dapat mengingat kembali  pejuang terdahulu yang telah merebutkemerdekaan ditangan penjajah.


         Selain itu juga Lanjutnya , makana dari momentum tersebut, agar masyarakat Buru dapat menjagadan  memilihara  lingkungan  laut  termasuk  Trubun Karang dan  Biota  laut   yang perlu  dijaga  dandipelihara  dengan  baik,  agar  keindahan  lautan  ini  yang  penuh  dengan  aneka  ragaman  dapatmengenal dimata Dunia” Ucap Kabag Humas Pemda Buru.     
        Sementara itu, Polotisi Muda Golkar Buru, Farai Ipa Mengatakan,memeriahkan HUT RI di Maluku,Gubernur Maluku, Said Assagaf menggelar upacara Sangsaka Mera Putih di dasar laut teluk Ambon,tak ketinggalan Bupati Buru Ramly I. Umasugi juga ikut mengibarkan bendera Merah Putih di dasar laut Pantai jikumerasa, hal ini tentu Kata Ipa, untuk mengingatkan kembali pejuang terdahulu yangtelah merebut Kemerdekaan ditangan Kolonial penjajah( Adam Kiat)

Selasa, 18 Agustus 2015

Lensa Upacara HUT RI Ke 70 Bawah Laut Di Ambon

Gubernur maluku said assegaf usai menerima laporan upacara dari komandan marinir

satuan polisi air juga turut serta dalam upacara pengibaran bendera merah putih di dasar laut teluk ambon ( pantai tapal kuda )

para penyelam dari klub selam di kota ambon juga turut serta

peserta dari tagana juga siap untuk megikuti upacara pengibaran bendera

perahu yang biasanya di gunakan untuk penyebrangan poka -galala juga turut memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke 70

    usai lakukan pengibaran bendera..

Senin, 17 Agustus 2015

HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke 70 Di Buru Berlangsung Meria

          Namlea-Lira Maluku News. Pelaksanaan upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RIKe 70  Kabupaten Buru belangsung dilapangan Pattimura Namlea berlangsung  meriah aman dan damai.
          Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi, Spi, MM selaku Inspektur upacara dan Ketua DPRD Kabupaten Buru, Iksan Tinggapy, SH juga membacalan tek Proklamasi, selaku Komondan upacara dari Kodim 1506/ Namlea.

Usai melaksanakan upacara Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, Spi, MM Kepda sejumlah Wartawan Mengatakan Mengatakan, Kali ini  HUT  RI Ke-70   sesuai dengan slogan yang terpasang diarena ini yaitu: bunyi Slogan: gerakan nasional ayokerja  baik itu Pemerintah Daerah maupunb Komponen masyarakat yang mendiami Bupi Bupolo.
         Untuk itu Kata Umasugi,Dengan momentum ini diharapkan kedepan yaitu dari hari ke hari ajaknya semua komponen bangsa maupun masyarakat yang mendiami daerah ini untuk tetap bahu membahu dan rapatkan barisan untuk bersama- sama dapat memberikan yang terbaik bagi  Nusa dan Bangsa demi untuk kepentingan Negara RI yang kita sama- sama cintai” Ujar Umasugi.

Kemudian lanjutnya, Saat ini Kita sedang membangun peradaban baru dan perdaban itu dapat menjawab tantangan yang kita hadapi dewasa ini, olehnya itu Slogan yang terpampang ini,  juga sesuai dapat menjawab semua program-program kerja yang dicetuskan lewat pemerintah Kabupaten Buru dan Alhamdullilah sumua program selama ini dapat menjawab kebutuhan dan tuntutann masyarakat, sesuai harapan masyarakat  Nusa Bupolo.
           Olehnya itu tambanhya Sumber Daya Alam(SDA) dewasa ini di daerah ini belum sepenuhnya dikelola dengan baik maka dengan momentum ini kita dapat membina anak anak melalui pendidikan Hingga didaerah pelosok  maupun daerah terpencil  dapat melahirkan SDM yang handal yang nantinya dapat mengali potensi  yang ada di kabupaten ini” kata Umasugi.


         Sementara itu Pemerintah Daerah Kabupaten Buru telah memberikan  penghargaanSetia Lencana kepda 55 PNS yang telah mengabdi di Daerah ini selama 10- hingga 20 tahun, kemudian acara ini dirangkaikan dengan astraksi Pejuang terdahulu merebut NKRI ditangan Kinil Belanda serta pragakan Menari sawat cirihas Daerah ini(Adam Kiat)

67 KK Desa Waehotong Lama Memilih Bergabung Dengan Kabupaten Buru

        Namlea-Lira Maluku News. Akibat  permasalah  Tapal  Batas  antara  Kabupaten  Buru  dan  BuruSelatan(Bursel),  akhir  67  Kepala  Keluarga(KK)  Desa  Waehotong  Lama,  Kecamatan  Aibuayamengambil  sikap tegas  untuk tidak ingin  memilih  dan menyalurkan hak suara pada PemilihanUmum Kepala Daerah(Pilkada) Bursel yangdirencanakan berlangsung pada bulan Desember 2015.Demikian disampaikan Warga Desa Waehotong Lama Kepada Wartawan di Namlea Sabtu Kemarin15/8 2015. Menurutnya,Desa Kami sejak leluhur terdahuluh sudah masuk pada wilayah renshafPenalisela  yang bernaung dibawah kecamatan Airbuaya, Kabupaten Buru,  bukan Renshaf Fogi,Kecamatan Kepala Madan.



           Dia juga menguraikan, Desa Kami saat ini memiliki 83 KK dan jumlah 67 KK tersebut lebih memilihbergabung  dengan  Kabupaten  Buru  sedangkan  16  KK  menetap  memilih  bergabung  denganKabupaten Bursel  dibawah pimpinan Bupati dan Wakil  Bupati,Tagob Sudarsono Soulissa - AyubSaleky”Ucapnya.Kepastian ini Kata Suber tersebut, Kami telah menyatakan sikap dan sikap tegas ini Kami sudahsampaikan beberapa pekan kemarin kepada Bapak Hakim Fatsey dan Antonius Lesnusa sebagaipeserta  bakal  Calon  Bupati Bursel.
        Namun kata  Pak Hakim semuanya ini  adalah hak basudarasemua” Ucap Fatsey pada Warga Desa Waehotong Lama.Selain itu juga Lanjutnya, Hari ini Sabtu Malam 15/8 Atas nama Warga Desa Waehotong Lama akanmenyampaikan keluhan ini kepda Bapak Bupati Buru, Ramly I. Umasugi, Karena selama ini Kamitahu bahwa, Desa Kami masuk pada wilayah Kabupaten Buru yang miliki Kades Defenetif adalahLarido Buton, Bukan Idris Kamaro yang dilantik Mantan Camat Kepala Madan Kabupaten Bursel,Hadi Longa bebera bulan yang lalu” Ungkap Dia(Adam Kiat).

Jonra Mempertanyakan Ketidak Hadiran Ketua Dan Beberapa Oknum Anggota DPRD Aru Di HUT Proklamasi

          Dobo-Lira Maluku News. Salah satu mantan anggota DPRD Kabupaten Aru. Johan Rahanubun mempertanyakan ketidak hadiran Ketua dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Aru yang tidak menghadiri upcara HUT Proklamasi RI ke 70 di lapangan Yos Sudarso Dobo. menurut Rahanubun, seharusnya Ketua DPRD dan beberapa oknum anggota DPRD turut hadir dalam upcara HUT Republik Indonesia di maksud.

" saya sangat menyayangkan oknum anggota DPRD yang lebih memilih berangkat ke luar kota Dobo daripada menghargai hari kemerdekaan yang sudah menjadi kewajiban setiap warga Negara. para fanding fathers kita jaman dahulu sudah berjuang mengeluarkan dara dan tenaga demi kemerdekaan. kita jaman sekarang hanya menikmati hasilnya, masa hanya Upacar saja tidak hadir. apalagi Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Aru yang harus hadir untuk membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI. 
        Namun sangat disayangkan yang bersangkutan tidak hadir dan di wakili oleh Ketua ., CH Soumokil". Rahanubun juga meminta kepada Sekwan untuk ke depan saat mendekati 17 Agustus yang merupakan hari bersejarah Indonesia untuk tidak mengeluarkan SPPD bagi Anggota DPRD Untuk keluar Daerah, dan mereka harus wajib ikuti upacar bendera singkat Rahanubun. (TIM)

Upacara HUT Proklamasi Ke 70 Di Kota Dobo Berlangsung Aman Dan Sukses

         Upacara detik-detik proklamasi  dalam rangka 70 Tahun Indonesia merdeka berlangsung dalam suasana yang hikmat dan penuh meriah.  Acara Hari Ulang Tahun tersebut berlangsung pada  senin 17 Agustus 2015  di seluruh pelosok tanah air Indonesia.  Di Kabupaten Kepulauan Aru juga turut merayakan dengan Upacara Bendera.
  
        Pantauan media ini detik-detik Proklamasi berlangsung pada pukul. 9.50 menit, sementara pembacaan proklamasi berlangsung pada pukul 10.00 WIT. Pembacaan teks proklamasi di laksanakan oleh Wakil Ketua DPRD Aru. C.H Soumokil. Sementara selaku Inspektur Upacara adalah Bupati Kabupaten Kepulauan Aru. A. Renjaan. Sementara selaku Komandan Upacara adalah, Kapten Laut (P) M. Saiful Ali. Irup,  komandan  kompi Paskibra Letda Inf. Majo Syahrir. Sangadji. Sementara itu, selaku pembawa bendera duplikat sang saka merah putih adalah Fenty Kulabel Urjel. Pengapit Bendera dari depan adalah Reimondus. Sorlury dan Alfian M. Rahim. Bagian belakang adalahYulianto dan Pance Manuhutu.
  
         Sementara upacar juga dihadiri oleh Pimpinan SKPD, Sekertaris Daerah, Kejaksaan, TNI/Polri, dan siswa-sisiwi dari TK, SD, SMP, dan SMA. Serta disaksikan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang berkesempatan hadir dalam upacara HUT ke 70 tersebut. Sehabis upacara juga di suguhkan atraksi perjuangan kemerdekaan indonesia melawan Penjajah yang di semarakan oleh para pelajar se Kota Dobo. juga tidak ketinggalan drum band dari SMP Yos Sudarso Dobo. sehabis upacara Bupati dan Rombongan menuju ke Pelabuhan Yos Sudarso Dobo untuk acara tabur bunga. (Dedi)

Jumat, 14 Agustus 2015

Pemerintah Dan Masyarakat Aru Sambut HUT Proklamasi Dengan Sukacita

         Dobo-Lira Maluku News. Dalam rangka menyongsong HUT Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70 yang tepatnya jatuh pada senin 17 Agustus 2015. Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru melaksanakan serangkaian kegiatan yang terpusat di Kota Dobo, Ibukota Kabupaten kepulauan Aru. Dalam kegiatan itu melibatkan seluruh SKPD, TNI/POLRI, dan masyarakat Luas. Berbagai kegiatan yang di isi untuk meramaikan harin Kemerdekaan adalah, lomba gerak jalan,paduan suara,tarik tambang, bola voli pantai, dan lainnya.

            Untuk gerak jalan di bagi dalam 2 kelompok yaitu, untuk kelompok SD dan SMP pelaksanaan lomba berlangsung pada kamis 13 agustus, sementara itu, kelompok SMA, SKPD, dan umum berlangsung pada jumat 14 agustus. Lomba gerak jalan berlangsung pada pukul 2.00 wit. Dan lokasi star berlangsung di lapangan Yos Sudarso Dobo, dan juga vinis di tempat yang sama.
           Sementara itu, pantauan media ini di lapangan. Masyarakat sangat antusias menyambut HUT NKRI yang ke 70 dengan memasang bendara di setiap rumah masing-masing juga umbul-umbul dan bendera hias lainnya. Tidak ketinggalan, seluruh SKPD di Kabupaten Aru juga mempoles masing-masing perkantoran mereka dengan memasng bendera dan umbul-umbul. Sebelumnya itu, Semua SKPD juga telah mencat tembok dinding setiap kantor dengan warna khas masing-masing SKPD. (Dedi)

Bupati Renjaan Sampaikan Rancangan KUA Serta PPAS APBD Kabupaten Aru

          Dobo-Lira Maluku News. Pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh sejumlah variabel antara lain, komitmen, integritas, dan itikad baik dari setiap stakholder.  Pasal 154 Peraruran Menteri dalam Negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pengelolaan keuangan daerah telah mengisyaratkan bahwa perubahan APBD hanya dapat dilakukan 1 kali dalam tahun anggaran, dengan ketentuan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA (kebijakan umum anggaran), keadaan yang menyebabkan harus dilakukan pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, dan antar jenis belanja, keadaan yang menyebabkan saldo anggaran lebih, tahun sebelumnya harus digunakan dalam tahun berjalan, keadaan darurat dan keadaan luar biasa. Kata Bupati Kepulauan Aru. A. Renjaan, M.Pd, MH,  dalam rapat Paripurna DPRD terkait penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran serta prioritas dan Plafon anggaran sementara APBD Tahun 2015, kamis 6 Agustus 2015.


         Adapun perubahan asumsi yang mempengaruhi APBD Kabupaten Aru tahun anggaran 2015 adalah, terjadi pelampauan proyeksi pendapatan pada kebijakan umum APBD 20156 pada rancangan KUA dan PPAS APBD Perubahan tahun2015 sebesar. Rp. 86.294.210.269. menjadi Rp. 741.301.812.106. perubahan asumsi pendapatan daearh terjadi pada pos dana perimbangan dan pendapatan asli daerah yang sah. Dana perimbangan diasumsikan akan mengalami perubahan bertmbah pada pos bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak sebesar, 14.438.796.746. menjadi, 42.276.273.106. demikian pula asumsi pendapatan dari dan Alokasi khusus (DAK) sesuai Peraturan Presiden nomor 13 tahun 2015 tentang DAK tambahan, diasumsikan akan bertambah sebesar Rp.53.340.660.000 menjadi Rp. 132.424.980.00 yang dialokasikan pada Dinas PU sebesar, 42.000.000.000.000 dan Dinas Kesehatan sebesar. Rp 12.000.000.000.000.
       Dalam perkembangannya. Pengalokasian dana DAK tambahan di revieuw oleh Badan Pengawasan Keuangan dan pembangunan (BPKP) Maluku ternyata tidak dapat dilaksanakan/batal berdasarkan hasil reviuw, hal ini berdampak pada batang tubuh KUA dan PPAS APBD Perubahan tahun anggaran 2015. Pada pos-pos lain pendapatan asli daerah yang sah, diasumsikan meningkat sebesar Rp 17.514.753.523. yang bersumber dari dana penyesuaian dan otonomi khusus. Sebesar, 1.225.4000.000, menjadi. Rp. 18.204.013.000 yang di peruntukan bagi tambahan penghasilan dan tunjangan profesi guru serta alokasi bantuan keuangan dari Provinsi  sebesar. Rp. 16.289.353.523. bagi dana desa menjadi Rp. 32.643.375.000.

47 Ranperda Di Usulkan Pemda Aru Untuk Di Tetapkan Menjadi Perda

          Dobo-Lira Maluku News. Tata kelola pemerintahan turut dipengaruhi sejumlah indikator pendukung, diantaranya infrastruktur dan suprastruktur. Disamping sumber daya manusia dan infrastruktur pendukung pelaksanaan tugas pemerintahan , pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan, eksistensi regulasi sebagai payung sangat mutlak diperlukan. 
            Demikian kutipan sambutan Bupati Kabupaten Kepulauan Aru. Drs. A. Renjaan, M.Pd. MH. Dalam rangka rapat Paripurna penyampaian 47 buah rancangan Peraturan Daerah. Yang di-hadiri langsung oleh Pimpinan DPRD, Anggota DPRD, Sekertaris Dewan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Pimpinan SKPD, Pimpinan Partai Politik, serta undangan lainnya.


           Berlangsung pada Kamis 6 Juli 2015 di Ruang Sidang Utama DPRD Kepulauan Aru dan di pimpinan  oleh Ketua DPRD Andreas Liember. SE.
         Keempat puluh tujuh ranperda yang disampaikan meliputi pajak daerah, retribusi daerah, pemberian struktur organisasi, dan tata kerja SKPD baru penyesuaian atau perubahan terhadap nomenklatur yang telah ada, regulasi penjualan minuman beralkohol, disiplin PNS, tempat pemakaman, pengelolahan sanitasi,  pengarusutamaan gender, perlindungan Perempuan, anak dan tindakan kekerasan, LHKPN, kawasan bebas rokok, pembentukan kecamatan baru, bangunan gedung PPNS, pemeliharan dan penertiban ternak, pedoman mekanisme penyusunan peraturan desa, parameter hak asasi manusia dalam pembentukan payung hukum. 
            Ini merupakan rancangan peraturan daerah yang disampaikan oleh PEMDA Aru dalam rangka menjawab kebutuhan dan perkembangan regulasi berlaku dewasa ini.
          Dibidang pajak daerah dan retribusi diharapkan dengan diajukan 16 ranperda akan memberikan kontribusi positif bagi upaya intensifikasi dan ekstensi pendapatan daerah dari pajak  dan retribusi daerah. Kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap totalitas pendapatan daerah kabupaten kepulauan  Aru hanya sebesar 3,55% itupun belum tentu dapat direalisasi dengan baik. besar harapan semoga dengan adanya regulasi pajak daerah dan retribusi daerah dapat meningkatkan kontribusi PAD kita. Harap Renjaan.
       Dibidang tatakelolah pemerintahan yang dengan tugas dan pokok dan fungsi SKPD, telah sampaikan 10 buah Ranperda merupakan perubahan maupun penyempurnaan Susunanan Operasional Tata Kerja (SOTK) yang lama, masing-masing Sekretariat DPRD, Inspektorat, Dinas Pekerjaan Umum, Badan Kesbanglinmas, Satpol, Kecamatan, Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika, Sekretariat Daerah, Pelayananan Perijinan Terpadu, Dinas Koperasi, Perindustrian, perdagangan, dan Penanaman Modal.
          Sementara itu, untuk memperpendek rentang kendali maka akan ada pembentukan kecamatan pulau Wokam, selat Manumbay, koba, serwatu, dan trangan beltubur. Sekaligus perubahan terhadap peraturan daerah tentang 10 kecamatan yang sudah eksisting sehingga kecamatan kita menjadi 15 kecamatan. Bupati Renjaan berharap DPRD Kabupaten Kepulauan Aru dapat membahas dan menyetujui 47 Ranperda dalam rapat-rapat serta menyampaikan pandangan umum masing-masing Fraksi (SP3)

Thomas Benamen Dukung Terbentuk Pengadilan Negeri Di Kabupaten Aru

         Dobo-Lira Maluku News. Tokoh Masyarakat Aru Thomas Benamen mengharapkan adanya percepatan pembentukan Pengadilan Negeri di Dobo, mengingat persoalan Hukum sangat penting untuk di tuntaskan. Karena akan sangat memakan waktu jika satu perkara disidangkan harus mengeluarkan ongkos serta memakan waktu yang berlarut-larut karena harus berangkat ke Tual.
 
 
             Menurut Pendiri Yayasan Jargaria itu, Kabupaten Kepulauan Aru sudah sangat layak untuk di bentuk Pengadilan Negeri (PN) karena sejak pemekaran dari tahun 2003 sampai saat ini kota Dobo masih bergantung dengan Tual.” Mudah-mudahan tahun depan (2015) sudah ada Pengadilan Negeri di Dobo sehingga semua masalah Hukum yang mungkin saja masih terkatung-katung dapat di tuntaskan dengan baik. Thomas Benamen juga mendukung sepenuhnya DPRD Kabupaten Kepulauan Aru dalam hal ini Komisi 1 yang sudah berusaha menemui Kementrian Hukum dan Ham R.I untuk menambahkan satu Pengadilan Negeri di Dobo.

Pelayanan RSUD Dobo Amburadul. Benamen Minta Mantan Direktur Harus Bertanggung Jawab

          Dobo-Lira Maluku News. Menyikapi pemberitaan salah satu media lokal Aru Pos edisi 23 juli 2015 dengan judul RSUD Cendrawasih Dobo Banyak Masalah di tanggapi panas oleh salah satu tokoh masyarakat Thomas Benamen.SH. 
        Kepada media ini tokoh masyarakat yang sangat vokal ini menyebutkan berbagai persoalan Rumah Sakit tersebut semenjak mantan Bupati alm Thedi Tengko, mantan penjabat, Abraham Gainau,  dan kepemimpinan mantan Direktur dr Johan Gonga, RSUD Cendrawasih milik Pemerintah itu selalu di landa badai masalah. Berbagai persoalan mulai dari Peralatan, obat, Dokter, sampai pada pelayanan dinilai sangat buruk dan nyaris setiap pasien yang melakukan perobatan di Rumah Sakit tersebut tidak dapat tertolong bahkan meninggal Dunia.
 

          Thomas Benamen mencontohkan, obat antalgin / paracetamol yang mudah dapat di kios-kios ternyata di rumah sakit sebesar itu tidak ada dan setiap pasien yang mau berobat mendapat resep obat untuk membeli di luar dan praktik ini sudah ada sejak jaman dulu. Selain itu, kekurangan peralatan di RSUD tersebut antara lain, tabung oksigen yang dimiliki oleh RSUD hanya 1 buah, rekaman jantung hanya 1 buah, kulkas sebagai penyimpanan donor darah dan obat-obat juga rusak, selain itu tidak ada dokter spesialis yang menangani penyakit-penyakit tertentu. Selanjutnya ada ruangan-ruangan RSUD seperti poliklinik yang sudah rusak parah.
           Menurut Thomas Benaman, orang yang paling bertanggungjawab terhadap berbagai masalah di RSUD Cendrawasih Dobo adalah. Dr Johan Gonga yang saat ini sedang maju Bupati Kabupaten Kepulauan Aru, karena semenjak Gonga meninggalkan kursi Direktur, RSUD Cendrawasih Dobo selalu di landa masalah, kata Thomas, kita tidak bisah salahkan Direktur yang sekarang yaitu dr Darakay, karena kepemimpinan dr Darakay, Rumah Sakit tersebut sudah ada dalam masalah sebelumnya. 
           Selain dari kesalahan dr Johan Gonga, perlu di soroti juga kemimpinan mantan Penjabat Bupati Aru Abraham Gainau yang juga  maju sebagai calon Bupati, karena dirinya pada waktu itu sebagai mantan pejabat di Aru tidak mampu menuntaskan persoalan yang ada di RSUD tersebut ini pertanda bahwa kepemimpinan Abraham Gainau juga sangat buruk dari segi pelayanan Kesehatan.
Masih seputar pembicaraan Thomas Benamen, menurutnya, RSUD Cendrawasih Dobo, dari dahulu sampai sekarang pelayanannya sama saja alias buruk sehingga seharus ada orang yang patut diduga bertanggungjawab terhadap masalah ini dan mereka adalah dr Johan Gonga, mantan Direktur dan Abraham Gainau sebagai mantan Pejabat. 
            Thomas menegaskan, orang-orang seperti ini sudah gagal dalam menata pelayanan kesehatan di negeri ini sehingga tidak pantas untuk menjadi Bupati di Kabupaten Kepulauan Aru karena sudah gagal.” Sekelas RSUD Dobo saja gagal , apalagi mau pimpin satu Kabupaten?, pasti tambah gagal total, rakyat akan menderita baik dari segi Pelayanan Kesehatan, Pendidikan, maupun Infrastruktur akan lebih buruk di masa mendatang” tegas Benamen.
           Benamen berharap DPRD Aru membentuk Tim Investigasi untuk menelusury berbagai persoalan di RSUD Cendrawasih Dobo mulai dari fisik sampai pada penggunaan anggaran karena diduga ada penyelewangan anggaran di Rumah Sakit milik Pemerintah itu, “semestinya DPRD Aru membentuk Tim yang melibatkan Polri dan Kejaksaan untuk menelusury penyebab masalahnya sehingga dapat mengetahui akar dari masalahnya dan siapa penyebab masalahnya”, harap Benamen

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes