Kamis, 27 Agustus 2015

Derita Rakyat Dorong Welhelm Kurnala Anak Penjual Kue Bertarung Di Pilkada Aru

        Dobo-Lira Maluku News. Berawal dari menjual kue hingga menjadi presiden, Maluku City Mall (MCM), Putra dari pasangan suami istri Yance Kurnala dan Tince Anggrek Rahakbau  kembali ke Aru. 
      Kembalinya anak pasangan penjual kue ini tentunya mengundang segudang pertanyaan.  Orang miskin yang hidupnya sudah mapan ko kenapa harus mau bertarung lagi di Pilkada Aru ?
 Inilah kisah singkat pemilik MCM yang juga menjabat kursi DPRD Provinsi Maluku.
Saat Kurnala dan 6 saudarannya ditinggal ayah terkasih mereka, 7 bersaudara ini hanya tinggal bersama ibunya.
         Siapa sih yang tidak sedih dan patah semangat jika sang ayah terkasih sebagai tulang punggung keluarga pergi untuk selamnya. Namun bagi keluarga Kurnala, perjuangan hidup untuk mendapatkan masa depan yang baik tetap dijalankan dengan sabar dan tetap tekun menghadapi tantangan hidup.
Kesabaran dan ketekunan serta dukungan semangat dan petuah dari sang ibu, Kurnala akhirnya berhasil menghapus semua penderitaan keluarganya.
Sudah begitu Kurnla seakan tidak tenang melihat orang-orang Maluku yang masi hidup dibawah kemiskinan dan ketertinggalan.
        Keingian yang kuat untuk mengangkat penderitaan orang banyak membuat Kurnala mengajukan dirinya maju dalam pertarungan merebut kursi DPRD Provinsi.
Setelah melewati perjuangan yang panjang akhirnya Kurnala dipercayakan masyarakat Maluku duduk di kuris DPRD Provinsi untuk membawa aspirayat rakyat.
      Keberhasilannya menduduki kursi empuk di senayan mini, Kurnala masih gelisa juga. Kegelisahannya terhadap Aru tempat dia dan orang tuanya mengais rezeki, Kurnala memilih mudur dari kursi empuk ini dan kembali ke Aru untuk membanggun masyarakatnya yang kini hidup dalam garis kemiskinan dan ketertinggalan.
         Luar biasa. Dari hidup sengsara hingga sudah mewah pastinya setiap orang enggan kembali untuk melihat masa lalunya. Namun Kurnala berbeda.
           Hidup yang telah menderita dari bawah mendorongnya kembali bersama masyarakat Aru untuk sama-sama berjuang menentaskan kemiskinan dan kemelaratan serta ketertinggalan.  Ale Rasa Beta Rasa. Slogan ini pantas ditujukan kepada Titi Kurnala. (S -01)

1 komentar:

suwandi haruman mengatakan...

Selamat berjuang

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes