Rabu, 23 September 2015

Air Bersih, Penerangan, Pelabuhan, Dan Jalan Di Kota Benjina Nyaris Tidak Di Nikmati

        Benjina-Lira Maluku News.  sebagai ibu kota kecamatan Aru Tengah yang merupakan kota tertua di kabupaten kepulauan Aru nyaris tidak tersentuh oleh pembangunan. Faktanya adalah ketika media ini melakukan investigasi terhadap masalah pembangunan di daerah itu di temukan masalah yang berfariasi dan cukup serius untuk di tindaklanjuti. 

          Jalan, air bersih, penerangan, dan juga pelabuhan adalah persoalan yang tidak pernah di tuntas secara baik oleh pemerintah Daerah maupun pemerintah Provinsi maluku. Jalan yang hanya sekelas jalan setapak tidak bisa di perbaiki, padahal sudah rusak berat, wilayah yang paling rusak berat adalah jalan dari RKI (gereja katolik) sampai menuju pelabuhan kapal motor.
        Untuk penerangan sendiri. Seperti yang pernah di tulis oleh media ini sebelumnya, kalau sebagian besar masyarakat setempat memakai mesin sendiri. Itupun hanya di nyalakan mulai pukul 08.00 sampai 11.00 sisanya hidup dalam kegelapan. Untuk pelabuhan atau dermaga motor sendiri. 
         Hasil perbincangan media ini dengan ketua Rt 001. Bapak Juri, mengungkapkan, dermaga benjina adalah aktivitas utama berbagai motor laut untuk melayani jasa penumpang maupun aktifitas perdagangan antara desa dengan desa, mapun desa dengan kota Dobo. akan tetapi, setiap pergantian Bupati tidak pernah ada niat baik dari Bupati tersebut untuk memperbaiki Dermaga itu.
       “kami pernah bertatap muka dengan Bupati alm Thedi Tengko, pada saat itu Pa Thedi mencalonkan diri untuk maju Bupati dan beliau janji untuk membangun dermaga di benjina namun tidak realisasi. Sehingga ketua Rt dan nelayan di sekitar pelabuhan tersebut mengharapkan kepada Bupati yang terpilih nanti pada 9 desember yang akan datang dapat menuntaskan masalah ini, karena dermaga yang terbuat dari kayu saat ini adalah dermaga swadaya sendiri dari masyarakat nelayan setempat”
 (DW)

Diduga Mantan Pegawai Trans-Maijuring Gelapkan Dana Bansos

         Dobo- Lira Maluku News. Mantan Pegawai Transmaijuring Benjina di duga menggelapkan dana bantuan sosial yang di peruntukan oleh para Lansia (lanjut usia) di wilayah kerja Kecamatan benjina. Berdasarkan  data yang di rintis oleh media ini terhadapa salah satu sumber terpercaya di  desa Benjina mengungkapkan bantuan tersebut sebesar Rp 20 juta, akan tetapi yang di gunakan hanya Rp. 2 juta, sementara 18 juta lainnya entah kemana dan dugaannya telah di pakai oleh oknum Pegawai Transmaijuring yang bernama Suseno alias Endot.
 
 
       “ saya lupa tahunnya, akan tetapi saya tahu kalau bantuan itu ada namun tak digunakan oleh endot untuk keperluan sebagaimana mestinya, akan tetapi dugaan saya telah mengendap di tangan yang bersangkutan” beber sumber.
Sumber juga membeberkan, kalau dirinya menduga ada bantuan-bantuan jenis lainnya dari Dinas Sosial, namun selalu saja berhenti di tangan oknum-oknum pegawai Transmaijuring yang pada waktu itu masih beroperasi.
         Pada kesempatan yang sama, sumber juga mencurigai ada eks pegawai transmaijuring yang sampai saat ini masih menerima gaji padahal transmaijuring sudah tidak ada alias telah di ambil alih oleh Pemerintah setempat, sehingga dirinya berharap ada ketegasan dari pihak yang berwajib untuk melihat masalah ini, karena juga berdampak buruk bagi pelayanan. (SP3) 

Depan Kurang Di Perhatikan Pemda!, Pemilik Yayasan Jargaria Kesal

        Dobo-Lira Maluku News. Keseriusan Pemda Kabupaten Kepulauan Aru  dari periode ke periode  dalam memajukan dunia pendidikan di pertanyakan. Hal ini terlihat jelas ketika Akademik Kebidanan Dobo yang di kelolah oleh Yayasan Jargaria ternyata tidak mendapatkan bantuan berupa dana hiba maupun dana sejenis lainnya untuk pengembangan Kampus yang telah menghasilkan ratusan Bidan tersebut. 
 
         Padahal organisasi maupun lembaga lain sering mendapatkan bantuan berupa dana hiba dari Pemda setempat. Hal ini sangat di sayangkan oleh Pendiri Yayasan Jargaria, Thomas Benamen. Kepada media ini Senin 21 September, Th Benamen mengungkapkan isi hatinya. “Akbid Dobo terkesan di anaktirikan oleh Pemda setempat padahal  telah memproduksikan SDM  yang sudah mengabdi di masyarakat” kesal Benamen.
         Benamen juga meragukan kinerja Penjabat Bupati Aru, A. Renjaan, yang terkesan hanya terfokus pada penyelenggaraan Pilkada 9 Desember 2015. Padahal yang paling terpenting memfokus Pembangunan di bidang Pendidikan salah satunya adalah uluran tangan Pemda terhadap Akbid.
          “saya sebagai pengelolah Yayasan sayangkan Pemda yang tidak punya perhatian terhadap Akademik Kebidanan Dobo, semestinya Pemda membantu pihak Yayasan untuk menggelontarkan dana untuk menunjang proses pelayan kepada mahasiswa, bukan itu saja, Pemda juga harus membantu mahasiswa Akbid Dobo berupa beasiswa yang dapat membantu penyelesaian studi mereka” tanya benamen.
         Benamen juga mengharapkan perhatian dari Pemda untuk memperhatikan kampus lokal atau kampus yang beroperasi di daerah bukan sebaliknya memberikan hibah atau anggaran kepada kampus di luar daerah ketimbang daerah.
             Pada kesempatan yang sama, Benamen memperkenalkan 2 tenaga pengajar dari Kabupaten Jombang (Jawa Timur) untuk membantu proses belajar mengajar di kampus Akbid Dobo, yaitu, Kasri Rodiya. STr.Keb dan Hera Lusi Ayiandita. Str.Keb. (TIM/SP3) 

Jumat, 18 September 2015

Derita Rakyat Dorong Asis Goin Maju Wakil Bupati Aru

        Dobo-Lira Maluku News. Asis Goin, nama yang sudah tidak lasim lagi di telinga masyarakat Kepulauan Aru, ia telah memutuskan diri untuk maju sebagai Wakil Bupati mendampingi Welhelm Kurnala.  Merasa terpanggil untuk peduli kepada rakyat kecil, Pria yang selalu di sapa bang Asis ini berkomitmen untuk selalu bersama-sama dengan rakyat kecil. rakyat kecil yang dimaksudkan oleh Asis Goin adalah mereka yang berjualan di pasar, nelayan, tukang ojek, buruh, tukang sapu jalan, pedagang kecil, dan lainnya. Menurut Asis Goin kelompok inilah yang akan selalu dia Perjuangkan bersama-sama demi membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera. 
         Pria berusia 40 tahun yang lahir di Dusun Bansal Desa Maekor ini sebelum memutuskan maju sebagai Calon Bupati Kabupaten Kepulauan Aru Pernah bekerja di  KPUD Kabupaten Kepulauan Aru  Periode 2004-2009,dan Periode 2009-2014, selanjutnya atas kepercayaan masyarakat Aru terpilih sebagai Anggota DPRD kabupaten Aru Periode 2014-2019. Suami dari  Ny Fitria Tapitapi memiliki 3 orang anak. Asis Goin juga merupakan jebolan dari SD Kristen Maekor, SMP Kristen Maekor, SMA Negeri 1 Dobo, dan juga jebolan Ilmu Pemerintahan di Universitas Sam Ratulangi Manado.
           Asis Goin bertekad untuk memajukan Kabupaten Kepulauan Aru. Dengan bekerja keras, jujur, dan bersih dari korupsi diyakini sungguh calon Wakil Bupati nomor urut 2 ini  bersinerjik dengan Welhelm Kurnala untuk bersama-sama membangun Bumi Jargaria tercinta. Program-Program yang akan menjadi komitmen bersama Asis Goin dan Welhelm Kurnala adalah Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur. Selain itu menciptakan Birokrasi yang transparan dan bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) adalah komitmen bersama membangun Aru. Semoga Warisan Bung Karno ini menjadikan Aru yang Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat. Salam 2 Jari. (TIM)
 

Soal Keputusan Yang Kontraversi Perang Dingin Terjadi Antara Panwaslu dan KPUD

Pasolo : Jangan Membuat Peraturan Yang Membingungkan Rakyat

        Dobo-Lira Maluku News. Keputusan Panwaslu Kabupaten Kepulauan Aru  yang terkesan melampaui keputusan Pengadilan yang mana memerintahkan KPU untuk mengakomodir dua Paslon yang tidak lolos administrasi yaitu Abraham Gainau dan Jafar Hamu serta Obed Barends dan Elisa Darakai untuk di akomodir menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati di tolak keras oleh Victor Sjair selaku Ketua KPUD Aru. Menurut Sjair, Keputusan Panwaslu melebihi batas kewenangan karena forum yang membahas masalah sengketa Pilkada bukan Forum Eksekutoral apalagi objek sengeketanya adalah sebuah produk keputusan KPU yang hanya bias membatalkan produk KPUD adalah Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN.
 
 
       “menjelaskan Panwaslu tidak memahami aturan dengan baik termasuk tidak memahami peraturan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)” singkat Sjair.
          Senada yang sama, pengamat Politik yang juga adalah Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Abdulah Pasolo, LLM, dalam perbincangan singkatnya dengan awak media senin 14 September 2015 mengatakan, telah terjadi perang dingin antara KPU sebagai penyelengara Pemilu dan Panwaslu sebagai pengawas Pemilu. 
        Menurut Pasolo, jika keputusan Panwaslu memerintahkan KPUD untuk mengakomodir pasangan yang telah digugurkan oleh KPUD maka Sesutu yang aneh dan telah melebihi wewenang Panwaslu, apalagi melebihi keputusan Pengadilan “ jika Panwaslu membuat peraturan yang membatalkan keputusan KPU maka bias juga KPU membuat Peraturan yang membatalkan keputusan Panwaslu” Tanya Politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN). 
           Jangan kita membuat aturan yang membingunkan masyarakat karena keputusan tertinggi adalah Peraturan Perundang-Undangan bukan Peraturan Panwaslu, sehingga seharusnya yang bisa membatalkan kepusan KPU adalah pengadilan bukan yang lain. Tegas Pasolo singkat. (TIM)

Jumat, 11 September 2015

Taman Laut Salubu Mendominasi Taman Laut Monaken





         











        Namlea-Lira Maluku News. Taman laut Salubu yang berada di pesisir pantai Desa Waprea petuanan Tagalisa, Kecamatan Waplau Kabupaten Buru lebih mendominasi taman laut Monaken yang berada di perairan Manado Sulawesi Utara.
          Pasalnya, Taman laut Monaken minimnya Biota laut dan minimnya Terumbu karang, sementara pesisir Pantai Salubu hingga pesisir tanjung Talabi Desa Hatawano petuanan Tagalisa,kaya penuh dengan Biota laut maupun kaya dengan Terumbu Karang dan lautnya sangat indah, walaupun jarak pesisr pantai itu lebih pendek dari pada taman laut Monaken.












          Demikian dikatakan, Ahli perenang Infokom dan Pariwisata, Mr Thomas Gerle asal Eastern Germany Menurutnya, Walaupun pantai Salubu sepanjang pantai tanjung Talabi itu sangat pendek, namun keindahan kualitas pantai maupun Biota laut dan Terumbu karang sangat bagus” Kata Mr Thomas yang mendiami Kota Leiptig Germany.
          Lelaki asal Jerman yang didampingi Imran Pelu,SS Guru SMP Negeri Waepoti Menjelaskan, Perairan yang ada di Maluku ini, yang paling bagus adalah Perairan pantai Salubu yang ada di Desa Waprea kecamatan Waplau Kabupaten Buru, karena taman laut penuh dengan Biota Laut, Terumbu Karang dan air lautnya jernih dan indah” Ujar Mr Thomas.











          Di pantai Monaken Kata Mr Thomas, untuk Satu hari menginap di Hotel yang sudah ada didekat pantai rata- rata/ per hari 150 ribu rupiah termasuk menikmati keindahan laut/ renang, sedangkan bila miliki sampan/ perahu/peralatan renang itu harus disewa/bayar, olehnya itu diharapkan kepada Pemerintah Provinsi./ Daerah untuk dapat mengkaji kembali pantai Salubu” Harap Mr Thomas.
             Untuk itu Pemerintah melalui Dinas Pariwisata dan Infokom Kabupaten Buru dapat melirik potensi yang belum digarap dengan baik, hal ini tentunya dapat meningkatkan PAD daerah dimasa akan datang”Ajak Mr Thomas m (Adam Kiat)

SD Inpres Namlea Juara Satu Lomba SDBS



        Namlea, Lira Maluku News- Sekolah Dasar(SD) Inpres Namlea Ibukota Kabupaten Buru, yang dipimpin Ny Nur Salampessy, SPd, M. MPd pada pekan kemarin mengikuti lomba Sekolah Dasar Bersih dan Sehat (SDBS) Se Maluku berlangsung di Hotel Amans.
       Peserta Sekolah Dasar yang ikut dalam perlombaa dintaranya 11 Kabupaten/ Kota, sesuai hasil seleksi tim dewan yuri terkait 81 item dintaranya: Sanitasi, Program UKS, RKS, Struktur Organisasi, Komite Sekolah, Taman, Keindahan Sekolah dan lain- lain.
          Hasil presentasi seleksi Dewan yuri itu diambil dari Guru besar dan Dosen Universitas Se Maluku untuk menguji setiap peserta dari berbagai Kabupaten/ Kota di Provinsi Maluku dalam mengikuti  Iven SDBS akhirnya, hasil keputusan panitia telah menetapkan SD Inpres Namlea sebagai perserta juara I Tingkat Provinsi Maluku, sedangkan juara II diraih SD Kota Tual dan juara III ditempati SD Maluku Barat Daya(MBD).
          Demikian dikatakan Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres Namlea, Ny Nur Salampessy, SPd, M.MPd, Sekolah Kami kata Kepsek, sebelum mengikuti even SDBS sudah bertahun tahun menjaga mutu dan kualitas pendidikan serta kebersihan bagi siswa untuk dapat menjunjung tinggi ajaran dari Dewan Guru itulah Moto Kami “ Ungkap Kepsek.
          Untuk itu Tambah Salampessy, dengan keputusan dan penetapan sekolah Kami menjuarai juara Satu lomba SDBS, maka dalam waktu dekat SD Inpres Namlea akan wakili Maluku pada even Nasional di Jakarta” Kata Kepsek (Adam Kiat)

Bupati Buru Hadiri Pemancangan Kubah Mesjid Jabal Nur Desa Waela - Lana












 

          Namlea-Lira Maluku News. Canangkan pemancangan Qubah Mesjid, Jabal Nur di Dusun Silewa Desa Waelana- Lana, Kecamatan Penalisela Kabupaten Buru yang dihadiri Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, SPi, MM bersama rombongan  Rabu Kemarin 9/9 2015
          Acara itu dihadiri Bupati Buru, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Buru,pimpinan SKPD,KUA Kementrian Agama, Camat Fenaleisela, Parakades, Toko Agama, Adat, Pemuda dan Toko Masyarakat serta sejumlah undangan lainnya.

           











          Ketua Panitia pembanguanan mesjid Jabal Nur, Bahri Tasijawa dalam laporan Mengatakan, Bangunan rumah ibadah yang megah terpampang diatas bukit Waegereng Tengah Dusun Silewa Desa Waelana- Lana Kecamatan Fenaleisela, Kabupaten Buru atas inisatif dan gagasan Pak Bupati Buru sejak tahun 2011”UJar Tasijawa.
          Dengan hadirnya bangunan rumah ibadah tersebut merupakan cahaya dan penerangan bagi masyarakat adat yang mendiami Pegunungan,olehnya itu atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada tuan tanah yang telah menghibahkan sebidang tanah yang berukuran 50x50 m kepada pembanguan rumah ibadah ini, kemuadian ucapan terima kasih kepada Penyumbang dari Desa Wamlana senilai 22.282 Ribu Rupiah, Desa Waemangit, 4 Juta Rupiah, Desa Waspait 8.827 Ribu Rupiah dan Desa Waprea sebesar 4.123 Ribu Rupiah dan juga bantuan dari Bupati, Ketua DPRD bersama Raja Leisela dari dana yang terkumpul seluruhnya berjumlah 48 Juta rupiah” Jelas Bahri.

 
           Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi, SPi, MM Saat menyampaikan Sambutan Mengatakan, ucapan terimah kasih yang mendalam kepada panitia pembangunan Mesjid Jabal Nur Dusun Silewa Desa Waelana- Lana yang telah berjuang dan bersatu membangun rumah ibah ini hingga hari ini telah diresmikan Qubah mesjid tersebut.
           Olehnya itu Kepada pemangku adat yang mendiami Pegunungan Waegereng Tengah yang mana telah menghibahkan sebidang tanah seluas 50x50 Cm untuk pembangunan rumah ibadah, untuk itu atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih atas kerjasama yang baik sehingga dapat membangun rumah ibadah yang megah ditengah- tengah pegunungan” Ujar Umasugi
          Untuk itu Tambahnya, tahun 2016 jalan lintas Desa Lamahang Kecamatan Waplau menuju Dataran Rana, Kecamatan Fenaleisela, Kabupaten Buru sudah bisa rampung dan tadi malam Saya sudah berbincang bincang dengan petugas dari Provinsi Maluku yang membidangi Balai Jalan, Sungai dan Jembatan untuk jalan tersebut dapat dihotmiks, asalkan Pemerintah Buru Selatan (Bursel) mau membuka jalan menuju Rana” Kata Bupati Buru.












             Bila jalan ini sudah terbuka, Maka anak Fenalisela, Pak Adji Hentihu yang kini pimpin Badan Lingkungan Hidup (BLH) atau Dinas Kehutanan dan Dinas Pertanian dapat melakukan kegiatan penanaman sejuta pohon diareal pinggiran jalan menuju Dataran Rana, agar hasil tanaman tersebut dapat dikonsumsi masyarakat. Tanaman tersebut dicontohkan Bupati Seperti: Mangga, Durian, Apel, Jambu, Pala dan Cengkeh” Kata Bupati Buru.(Adam Kiat)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes