Kamis, 01 Oktober 2015

Kodim 1506 Bersama Kemenag Buru Gelar Sosialisasi



        Namlea-Lira Maluku News. Komando Distrik Militer(Kodim)1506/Namlea bersama Keluarga Besar Kementrian Agama Kabupaten Buru menggelar kegiatan sosialisasi terkait dengan penambang emas liar di Gunung Botak, pencemaran lingkungan berupa barang haram merkuri, Konsumsi Miras, Narkotika, Narkoba, Prostitusi termasuk Pembakaran Hutan Dll.
         Kegitan ini menghadirkan Toko Agama Se-Kabupaten Buru, Ketua P2 TP2 A dan Al Hidayah, Ny Hasnah Salampessy/Rumagia, Majelis Ta,lim, DPRD, Dandim dan jajaran TNI, Instansi Pemda terkait,Toko Masyarakat, Pemuda dan sejumlah masyarakat mengikuti kegiatan sosialisasi dan materi tersebut disampaikan jajaran Kodim 1506/Namlea berlangsung di Aula Kemenag Buru Selasa 29/9 2015.

         Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Faisal Rizal saat menyampaikan materi mengatakan, saat ini terjadi penyemaran barang haram berupa merkuri dan air raksa yang digunakan penambang liar dimana barang keras itu sudah di buang sembarang tempat, untuk itu masyarakat, toko agama, Pemerintah daerah bersama TNI/Polri untuk bersama mengatasi barang haram yang mudah mematikan manusia     
          Praktek kegiatan yang dilakukan orang orang yang tidak bertanggungjawab seperti: Barang keras Merkuri, Miras, Narkotika, Narkoba Prostitusi dan Pembakaran Hutan Kata Dandim selama kurun waktu cukup lama banyak masyarakat sudah mengalami korban, bahkan termasuk 4 ekor Sapi termasuk hewan Buaya yang mati mengkonsumsi air di Dataran Waeapo.
          Untuk itu Ajak Perwira menyandang Dua bunga melati mengharpkan sudah saatnya, Toko Agama, Pemuda, Masyarakat,Pemerintah Daerah, DPRD bersama TNI/Polri untuk dapat menuntaskan kejahatan yang dilakukan orang orang yang tak bertanggungjawab dan Saya sudah perintahkan kepada Para Dandim, Babinsa untuk segera tuntaskan pengedar barang haram dan bila mana ada orang orang yang sengaja menjual barang harap tolong bapak/Ibu dapat melaporkan kepada anggota Kami biarperlu melapor kepada Saya” Tegasnya.
          TNI dan Polri merupakan kedaulatan pudak Rakyat dimana hutan Buru saat ini sudah terbakar dimana- mana, olehnya itu mari bersama menumpas kejahatan orang- orang yang ingin sengaja membakar hutan akibat asap menjadi  penderita penyakit paru - paru bagi masyarakat bahkan dengan sengaja kebakaran oleh orang- orang yang tak tertanggungjawab dengan tujuan agar hewan liar yang dilindungi pohon – pohon keluar dari tempat perlindungan dan pemburu hewan langsung menembak” Ujar Dandim.
          Selain itu juga tambahnya, TNI saat ini bersama Penyuluh pertanian maupun Para nelayan sedang sedang mengembangkan produksi hasil pertanian dan budidaya ikan semata hanya mensejahterakan masyarakat dan membangun kerukunan beragama di Daerah ini(Adam Kiat)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes