Kamis, 01 Oktober 2015

Oknum Mantri Aniaya Mahasiswi Akbid Dobo

          Dobo Lira Maluku News. Oknum mantri yang bertugas di Puskesmas Siwalima Dobo bernama Mesak Unmehopa melakukan tindakan yang tidak terpuji, pasalnya, dirinya kembali berulah dengan melakukan tindakan kekerasan terhadap seorang mahasiswi Akbid Dobo yang bernama Yohana Leman. 
 
          Adapun kronologis yang didapatkan dari pihak Yayasan Jargaria Dobo adalah pada hari sabtu 25 september 2015, pukul 7.30 pagi. mantri Mesak Unmehopa menuju ke tempat kerjanya yaitu Puskesmas Siwalima dengan menumpangi sepeda motor (ojek). Saat sampai di tempat tujuan mantri tersebut hendak membayar ojek, pada saat membayar!, tukang ojek tersebut tidak memiliki uang kecil untuk kembalian-nya karena si Mantri membayar dengan memakai uang besar. Pada saat yang bersamaan datanglah Ariance Tabarjurin seorang mahasiswa Akbid yang hendak menuju kampusnya. Karena melewati di depan mantri Mesak Unmehopa, si Mahasiswi sempat mengeluarkan kalimat bahwa “ Bapak Mantri kalau mau bayar pakai uang kecil”
       Selanjutnya, Ariance Tabarjurin bertemu dengan Yohana Leman teman mahasiswi Akbid. Yohana Leman kemudian mengajak Ariance Tabarjurin ke Pasar. Namun tak di sangka Mantri Mesak Unmehopa menuju ke lantai 2 (dua) Puskesmas yang merupakan ruangan belajar Akademik Kebidanan Dobo. sampai di atas, Mantri tersebut tanpa memikir panjang langsung menyiram seorang Mahasiswi Akbid dengan air maizon dan menampar sebanyak dua kali, mahasiswa tersebut kemudian basa kuyup dan sempat menangis karena merasa tanparan yang dilakukan oleh mantri mesak cukup sakit.   
          Namun ada yang lucu dalam peristiwa ini karena  tanparan mantri salah alamat alias sasaran. pasalnya, mahasiswi yang mengeluarkan ucapan “bapak mantri kalau mau bayar pakai uang kecil” adalah Ariance Tabarjurin bukan Yohan Leman. Namun sangat di sayangkan, tidak berfikir panjang mantri tersebut menganiaya  Yohana Leman yang merupakan mahasiswi akademik kebidanan dobo
Tindakan tidak terpuji yang dilakukan oleh mantri Mesak Unmehopa rupanya telah melanggar Undang-Undang tentang perlindungan perempuan. Selanjutnya wilayah kampus yang merupakan tempat dimana manusia mencari ilmu pengetahuan bukan sebaliknya menjadi tempat kekerasan, karena pada saat itu, mahasiswa yang di tampar berada di lingkungan kampus dan di sekitarnya ada mahasiswi lainnya. Apalagi menurut penuturan para mahasiswi oknum mantri tersebut telah berulangkali melakukan onar dengan melempar kampus Akbid dengan batu.
        Atas tindakan itu, pemilik Yayasan Jargaria Thomas Benamen mengungkapkan kalau pihak Yayasan dan keluarga korban telah bersepakat untuk di tindaklanjuti dalam proses Hukum karena telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini di perkuat dengan hasil rapat pihak yayasan dengan keluarga korban yang bersepakat untuk membawa persoalan penganiayaan ke meja hijau (DEDI).

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes