Jumat, 23 Oktober 2015

Disdikbud Hentikan Aktivitas Belajar Di SMAN 1 Aru


       Dobo-Lira Maluku News. Tenggelam speedboat dari Desa Wokam menuju Dobo, em­pat hari lalu yang mengaki­bat­kan 2 siswa SMAN 1 Aru tewas dan 4 siswa lainnya hilang, membuat proses belajar meng­ajar di SMA tersebut lumpuh total.
 
 
      Melalui telepon selulernya, Rabu (21/10) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Kabupaten Kepulauan Aru, Jusuf Apalem melalui telepon selu­lernya mengaku hingga kini pasca kejadian tersebut proses belajar mengajar di SMAN 1 Aru dihentikan sementara.
      “Kita semua memang tidak menginginkan kejadian terse­but, baik kejadian tenggelam speedboat mauupun proses belajar mengajar dihentikan, namun kondisi itulah kondisi nyata yang harus kita hadapi bersama saat ini,” ungkapnya.
       Dikatakan, proses belajar mengajar dihentikan semen­tara, karena keluarga korban hingga kini belum bisa mene­rima musibah tersebut.
       “Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan maka sebaiknya untuk sementara kita hentikan sementara proses belajar mengajar diliburkan dulu. Walaupun ada anggota Polres Kepulauan Aru melaku­kan pengamanan di SMAN 1 Aru satu kali 24 jam,” katanya.
          Apalem menjelaskan, lang­kah itu ditempuh guna menghindari situasi dan kondisi yang tidak kondusif.
         “Direncanakan Kamis (22/10) hari ini , kita akan ketemua dengan Bupati Angky Renjaan bersama Sekda Arens Uniplaita untuk membicarakan hal tersebut, sehingga paling lambat pekan depan proses belajar mengajar sudah bisa berjalan dengan baik seperti biasanya,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu guru SMAN 1 Aru, Itha Ratila mengaku semua tidak berani ke sekolah karena takut.
         “Kita tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga kita memilih untuk diam dan mencari tempat aman sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ber­sama,” ungkapnya

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes