Jumat, 23 Oktober 2015

Hi Munding Kaliber Perendam Emas Di Gunung Botak


      Namlea-Lira Maluku News. Hi Munding kaliber Pengusaha perendam emas terbanyak di Gunung Botak,Desa Dafa Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, kini hasil perendam emas dan pembuangan itu akahirnya sisa-sisa pembuangan obat terlarang berupa merkuri mengalir melalui kali dan tertumpa kelaut, hal ini perlu perhatian serius Pemerintah Provinsi Maluku dapat mengatasi barang haram yang mematikan manusia perlahan - lahan.



     Peredaman emas dengan menggunakan barang terlarang berupa obat sianidar dan merkuri, perlu saatnya diambil langkah Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Maluku, bila dibiarkan terus menerus dan tidak diatasi, maka Dua hingga Tiga tahun kedepan masyarakat kabupaten buru akan mengalami penderitaan konsumsi merkuri, Demikian disampaikan Lumbung Informasi Rakyat(Lira).

 
     Hi Munding membuka usaha perendam emas ilegal itu dengan menggunakan alat berat berupa Bull Dozer/ Exapator yaitu mengangkat tanah yang berkadar emas dan tanah tersebut digodok kedalam lokasi perendam emas, hal ini perlu perhatian serius Pemeritah Daerah Maluku untuk mencegah perbuatan Hi Munding” Ucap Lira.


     Selain itu juga sejumlah penambang manual asal suku Sulawesi, Manado, Jawa, ternate, Gorontalo dan penambang Pribumi juga memiliki Perendam emas yang sama, hal ini perlu Pemerintah Daerah bersama Pemeritah Provinsi Mauku dapat mengambil langkah tegas untuk kegiatan aktivitas perendam emas ilegal itu ditiadakan, bila hal ini dibiarkan berlarut- larut kedepan masyarakat kabupaten buru akan mengalami penyakit merkuri yang kini pembuangan hasil olahan emas itu dibuang sembarang tempat, bahkan pembuangan rendaman itu sudah sejak lama mengalir kelaut melalui kali Anhoni dan mau tidak mau masyarakat Daerah ini akan mengkonsumsi ikan laut yang diduga ikan laut di perairan teluk kaiely mengandung merkuri.


     Walaupun pihak DPRD Provinsi Maluku dari Komisi III beberapa pekan lalu mendatangi lokasi perendam di Gunung Botak sekaligus memotret di lokasi tersebut, namun hingga kini, belum ada langkah tegas dari Pemerintah Provinsi Maluku, hal ini merupakan tanggungjawab Gubernur Maluku untuk dapat mengatasi penambang liar yang kini bereaksi di Gunung Leabumi” Tutur Lira.

     Untuk itu Lira meminta kepada Gubenur Maluku untuk dapat menangkap pengusaha perendan emas terbanyak yang bernama Hi Munding, karena yang bersangkutan selain melakukan pencemaran obat terlarang dan menjual obat sianidar juga dapat merusak lingkungan di sekitar areal Gunung Botak” Minta Lira(Adam Kiat).

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes