Senin, 05 Oktober 2015

Kades Mengeluh Kinerja Pendamping Desa

         Dobo-Lira Maluku News. Tenaga Pendamping desa di kabupaten Kepulauan Aru di keluhkan oleh beberapa kepala Desa tidak bekerja maksimal karena tidak memahami aturan dan kemampuan membuat laporan diragukan, selain itu, para pendamping Desa lebih suka tinggal berlama-lama di kota dobo ketimbang tinggal di daerah kerjanya masing-masing. Kata salah satu kepala Desa di Jazirah Utara saat di hubungi liramaluku.news.com. 
 
  
         Sang kades yang enggan membeberkan namanya mengaku, oknum-oknum tenaga pendamping desa diangkat berdasarkan kemauan Pimpinan kecamatan semata tanpa melakukan seleksi yang ketat dan tidak koordinasi dengan kepala desa. Kata sang Kades, tenaga pendamping desa tak lain adalah staf ahli Kades sehingga pengangkatan harus sepengetahuan atau persetujuan kepala desa karena melakukan kerja sama dengan Kades kaitan dengan pengelolaan dana desa bukan bekerja dengan kepala Kecamatan sehingga seenaknya di tunjuk oleh Camat sesuai dengan suka atau tidak suka.
       Persyaratan menjadi pendamping desa, anak desa berdomisili dan menguasai bahasa daerah seetmpat. Berpendidikan minimal  DII, menguasai program komputer. Namun realitasnya tidak seperti itu. 
        Akibatnya dalam pelaksanaan tugas terkesan bingun dan tidak bisa bekerja dengan baik padahal melalui APBN di sediangkan anggaran cukup melangit yakni sebesar 24 juta/ orang /tahun sebagai upah pendamping desa namun tidak sebanding dengan kinerja mereka. (TIM)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes