Sabtu, 31 Oktober 2015

Kunjungan Bupati, DPRD, Dandim, Kapolres Di Dataran Rana


            Namlea-Lira Maluku News. Rombongan menembus 83 KM dari Pesisir Pantai Desa Wamlana menuju Dataran Rana berkisar kurang lebih 2,5 Jam mengendarai Mobil Renjes dan melewati ruas jalan yang terjal sampai ketempat tujuan yaitu, Dusun adat Wagrahe Desa Waereman, Kecamatan Fena Leisela, Kabupaten Buru.   



        
        Jajaran Pemerintah Daerah(Pemda) Kabupaten Buru yang dipimpin Bupati Buru, Ramly Ibrahim Umasugi yang didampingi Ketua dan Anggota DPRD Buru, Iksan Tinggapy, SH, A, Aziz Hentihu,SE, Djaidun Saanun, SE,Alham Behuku, Unding Bugis, Fandy Umasugi, Asis Tomia, Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf Faisal Rizal, Kapolres Pulau Buru, AKBP P. Yugonarko dan sejumlah pimpinan SKPD mengunjungi Masyarakat adat Dataran Rana.

 

        Kedatangan Umasugi bersama rombongan di Dusun masyarakat adat Wagrahe tepatnya pukul 16.00 Wit sore disambut meriah dengan tarian dan sawat, sejenak beristirahat beberapa menit, Bupati, Dandim, Kapolres dan DPRD dan sejumlah rombongan lainnya menggunakan menumpangi Perahu menyeberang lautan Danau Rana menuju Desa Waereman, guna menemui masyarakat adat di desa itu, tak lain hanya semata membangun silaturahmi dengan masyarakat yang mendiami Dataran Pegunungan itu.

        Usai bertemu masyarakat adat di Desa Waereman, Bupati dan rombongan kembali menumpangi Perahu mengarungi lautan Danau Rana menuju Dusun Wagrahe berkisar pukul 21.00 Wit untuk berdialog dan bertatap muka sekaligus berdiskusi melalui Tanya jawab dengan warga yang mendiami Dusun tersebut selanjutnya Bupati Buru atas nama Pemda Buru telah menyalurkan bantuan makan berupa Sembilan bahan pokok dan bebera pis Jaring kepada masyarakat.

 
       Dialog bersama masyarakat berkisar 2 Jam, Masyarakat di Dusun itu meminta kepada Umagi, untuk dapat memperhatikan masyarakat adat di Dataran rana dan permintaan masyarakat adat itu mengharapkan Bupati Buru memperhatikan poros jalan menuju Dusun Wagrahe, membuat jalan setapak,Sanitasi air bersih di Dusun Kaktuan, rumah adat Baileo, rumah adat Baileo Hindu/ Fuji, rumah Guru dan dan penjaga sekolah, bahkan masyarakat adat juga berharap agar Bupati dapat memberikan honorer Daerah setiap bulan kepada pemuka agama  dan Adat di Dusun itu.

 
        Dari semua pertanyaan dan permintaan masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Buru, akhirnya terjawab, bahwa semua permintaan yang disampaikan itu Kata Bupati Buru, permintaan bapak- bapak itu Kami Pemerintah Daerah telah menampung dan akan disampaikan kepda pihak DPRD sebagai mitra kerja untuk di agendakan pada APBD 2016.i
         Sementara itu Ketua DPRD Kabupaten Buru, Iksan Tinggapy, SH dihadapan Toko Adat pada pertemuan itu Mengatakan, Pelestarian budaya masyarakat adat yang kini dibutuhkan sesuai permintaan, maka Kami dari DPRD Kabupaten ini akan mengkaji ulang kembali tuntutan bapak- bapak, karena pelestarian budaya dan kebutuhan segera dianulir dan tidak tergoyahkan” Ucap Tinggapy. 
       Anggota DPRD Dewasa ini, siap menjaga dan melindungi kelestarian dan budaya adat yang selama ini diwarisi leluhur terdahulu, kemudian dalam direcanakan 6 buah rumah baileo sesui permintaan bapak dan ibu segera dibangun berada diwilayah  10 kecamatan, semoga permintaan itu dapat terkabul dalam waktu yang singkat” Kata Tinggapy.  Usai kegitan itu Bupati bersama rombongan meninggalkan Dusun itu berkisar pukul 23.00 wit menuju Kota Namlea dan tiba di ibukota kabupaten berkisar pukul 4 Pagi(Adam Kiat)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes