Selasa, 20 Oktober 2015

Lab, Asrama & IT Prodi Poltekes Kemenkes Maluku Di Tual Akan Dibenahi Tahun 2016

      Ambon-Lira Maluku News. Direktur Politeknik Kesehatan(Poltekes) Kemenkes Maluku, Khairudin Rasako SKM, M.Kes yang ditemui usai acara wisuda 480 sarjana Poltekes tahun 2014/2015 di Audiotorium Universitas Pattimura, Poka, Sabtu (17/10), menyatakan bahwa, akan segera dibenahi sarana dan prasarana program studi keperawatan Poltekes Kemenkes Maluku di kota Tual. 

 
         Ditambahkan olehnya, pernyataan ini menyusul tinjauan lokasi rombongan Direrktur Jenderal Kemendikti ke Prodi tersebut , “Alhamdulilah saat kunjungan rombongan Dirjen Kemedikti saat Raker Kesda di Tual kemarin, Kami melihat ada tiga hal yang perlu diperbaiki yakni, bagian laboratorium, peralatan Informasi Teknologi (IT), dan asrama “ ungkap Rasako Rasako merincikan, setelah melakukan tinjauan lapangan, maka Dirjen Kemedikti mengungkapkan, asrama mahasiswa memang sudah tidak layak untuk digunakan, sedangkan untuk peralatan IT beberapa unit komputer sudah mengalami kerusakan dan persoalan yang terakhir yakni laboratorium keperawatan dan Komputer, fasilitasnya memang masih sangat minim. 
         Setelah menemui berbagai keterbatasan tersebut, maka pihak Dirjen kemudian menganggarkan sejumlah dana di tahun 2016 untuk memenuhi berbagai infrastruktur yang masih kurang pada Prodi di kota Tual tersebut “ jadi tanggal 26 nanti, ada desk untuk pembahasan EKK anggaran 2016, maka dengan demikin tahun 2016 untuk Prodi Tual akan wellcome dengan sarana dan prasarana dan tugas belajar” ungkap.
       Rasako dengan nada optimis Sebelumnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumbar Daya Manusia Kesehatan Kemenkes (BPPSDMK) RI, Drg Usman Sumantri M.Sc yang ditemui sejumlah awak media cetak dan elektronik menyatakan bahwa, indikator kualitas lulusan Poltekes di tanah air , yang juga saat ini menjadi bahan evaluasi dari Kemendikti terdiri empat komponen utama , yakni rasio perbandingan dosen dan mahasiswa, yang tidak boleh lebih dari satu banding 20 “ jadi satu dosen tidak boleh mengajar lebih dari 20 mahasiswa, kalau kurang malah bagus, tapi lebih tidak bisa” cetusnya . Selain itu, diungkapkan Sumantri,kelangkapan fasilitas dan sarana pembelajaran dari Perguruan Tinggi tersebut, terutama fasilitas laboratoriumnya juga jadi pertimbangan.
       Di tambahkannya, selain nilai Indeks Prestasi Kelulusan (IPK) mahasiswa dari lulusan PT tersebut, faktor terakhiryang tak kalah menetukan adalah, berapa persen lulusan dari PT tersebut yang diserap oleh pasar tenaga kerja “kalau tidak memenuhi itu, tahun depan sekolah tersebut tidak boleh buka lagi, , jangan sampai nanti meraup banyak mahasiswa, tetapi setelah itu tidak bisa bekerja, karena tidak ada kualitasnya” tegas Sumantri (Nicko Kastanja)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes