Minggu, 11 Oktober 2015

Munas II Lira Di Hotel Bidakara, Olivia Elvira Terpilih Sebagai Presiden Lira



          Jakarta, Lira Maluku News- Musyawarah Nasional II LSM Lumbung Informasi Rayat (Munas II Lira) yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat LSM Lumbung Informasi Rakyat(DPP Lira) berlangsung Pekan Kemarin 15-17 September 2015  di Hotel Bidakaran, Olivia Elvira Datau terpilih sebagai Presiden lira menggantikan Drs H. M. Jusuf Rizal,SE,M.Si. 
 
         Peserta Munas II  LSM Lira berlangsung selama Tiga hari menghadirkan utusan dari DPP Lira, utusan DPW Lira Seindonesia, utusan DPD Lira Seindonesia, utusan Badan Otonom DPP dan Utusan Lembaga Sayap Organisasi(LSO)DPP dan akhirnya hasil pemilihan suara Ollies Datau terpilih sebagai Presiden LSM Lira priode 2015-2020, Sementara Drs HM H.M.jusuf Rizal naik menjadi Pampess Lira.
 
         Pelaksanaan Munas II LSM Lira di Hotel Bidakara Jakarta Kata Bapak H.M. jusuf Rizal dalam kata pengantar Mengatakan, Bahwa agenda reformasi mengantarkan kita pada penegak hukum(rule of law) melindungi dan menghargai hak-hak asasi manusia, menghapuskan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme(KKN), olehnya itu diperlukan keberadaan organisasi seperti LSM yang kuat dan mandiri, tegas, efektif dan mampu menjalangkan seluruh fungsi-fungsinya secara maksimal” Paparnya.
       Lira Kata Jusuf, harus memiliki wawasan kebangsaan dan ke- Indonesia-an yang kuat agar rakyat Indonesia khususnya kaum muda Indonesia dapat terus mempererat rasa kebangsaan dan ke- Indonesia-an dengan lebih mementingkan kepentinga tawar Lira sebagai LSM professional,  bangsa dari pada kepentingan pribadi atau golongan/ kelompok sehingga keutuhan bangsa sebagai bangsa yang bermartabat akan terus terjaga” Kata Mantan Presiden Lira.
 
      Sementara terpisah Presiden terpilih LSM Lira priode 2015- 2020, Olivia Elvira Datau Mengatakan, Dewasa ini Lira sebagai LSM terbesar di wilayah NKR yang mendapat Rekor Muri olehnya itu, LSM Lira kedepan akan tetap konsisten sebagai fungsi control dan upayah mendorong traspransi pengelolaan negra( clean and good gaverrnance) membuka praktek- praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotesme(KKN) yang dilakukan secara mandiri.