Jumat, 23 Oktober 2015

PT Nursyam Dan PT Putri Bungsu Tidak Mengunakan Matrial Batu Pecah Dan Papan Nama Proyek


Pekerjaan Duiker, Dinding Penahan Tanah dan Drainase Tak Berkualitas

          Namlea-Lira Maluku News. Pekerjaan pembangunan pelebaran jalan paket Mako-Marloso dan Airbuaya-Samalagi yang dikerjakan PT Nursyam dan PT Putri Bungsu yaitu, salah satu Perusahaan asal Papua yang memiliki satu Big Bos, kini pekerjaan ruas jalan tersebut Diduga kuat tidak menggunakan lapisan atas agregat kelas A berupa Batu Pecah dan Papan Nama Proyek sesuai standart dan spekct kontrak kerja , sementara itu kegitan tersebut mengandalkan hamparan sertu tampa siraman air untuk pemadatan selanjutnya pekerjaan itu ditutupi dengan aspal Hotmix.

 
         Selain itu juga pekerjaan yang dikerjakan Dua perusahaan raksasa asal Papua ini, berupa: Pekerjaan Duiker/ Gorong- Gorong, Dinding Penahan Tanah,/Talud dan Drainase/Saluran sesuai Pantawan Wartawan, pekerjaan tersebut sementara dikerjakan dan pekerjaan itu tampa menghitu mutu dan kualitas pekerjaan itu sendiri, sedangkan sisa berakhirnya waktu pekerjaan berakhir tinggal kurang 2 bulan hari kalender alias Desember 2015 berakhir masa kontrak.

 
          Kondisi paradox ini perlu diaudit oleh pihak aparat penegak hukum baik itu pihak Kepolisian maupun pihak Kejaksaan mengingat tenggang waktu Profesional Hand Over(PHO) mencapai 90 persen, sementara pekerjaan dilapangan masih dilakukan penimbunan dan pekerjaan lain- lain tampa memperhitungkan mutu dan kualitas sesuai Bestek.
           Masyarakat Kabupaten Buru menilai, pekerjaan yang dibangun perusahaan asal Papua hanya mengejar masa akhir jadwal Klender, sementa mutu dan kualitas tidak di andalkan, bahkan pelebaran ruas jalan seluas 2 Meter di Duga tidak mencukupi 2 meter sesuai Bestek, hal ini menjadi momok bagi warga yang mendiami Bumi Bupolo.

 
           Untuk itu harapan masyarakat Buru berharap, Balai jalan dan Jembatan  Nasional wilayah XI Maluku dan Maluku Utara dapat mengambil langkah tegas terhadap kegiatan pembangunan pelebaran ruas jalan, Duiker,Drainase dan Dinding penahan yang dibangun Dua perusahaan raksasa asal Papua yang tidak memperhitungkan mutu dan kualitas pekerjaan itu sendiri, bila hal ini diabiarkan dan tidak ada ketegasan/ sangsi kepada Perusahaan tersebut, maka Kami masyarakat Buru tuding Balai jalan dan jembatan nasional wilayah XI Maluku dan Maluku Utara Dituding ada Dugaan kong kali kong(Adam Kiat)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes