Sabtu, 24 Oktober 2015

Yayasan Beta Ingin Maluku Sejahtera Melakukan Pungutan Liar Di Buru



     Namlea-Lira Maluku News. Yayasan Beta Ingin Maluku Sejatera(YBIMS)dibawah pimpinan Ny Agustina/AU Tuasuun, diduga, telah melakukan praktek kejahatan lewat  pungutan terhadap masyarakat yang mendiami Kabupaten Buru, terbukti setelah Polres Buru lewat personil Polsek Namlea dan petugas Dinas Sosial menciduk 4 Orang yang mengatas namakan YBIMS dengan bermodal Surat Keputusan(SK) yang dibuat pimpinan tampa mengantongi remi surat tugas.

     Keempat orang asal kabupaten buru yang tidak mau disebutkan namanya setelah diperiksa dan diintrogasi pihak kepolisian namlea mengakui bahwa, Kami telah melakukan pungutan uang dari masyarakat sebesar 300 ribu/per KK, walaupun demikian petugas Dinas Sosial Kabupaten Buru, Idaman Sampulawa bersama 4 oknum tersebut dihadapan Polisi, berharap untuk segera dan hari ini dapat mengembalikan uang yang dipungut dari masyarakat” Tegas Idaman.
     Keempat onum yang tak mau disebutkan namanya itu mengakui bila pungutan uang sebesar 300 ribu rupiah dari setiap KK di Kabupaten ini, dengan harapan uang tersebut untuk memuluskan pengurusan di Jakarta, agar Bapak dan Ibu bisa mendapat hak- hak sebagai seorang pengungsi” Ujar Oknum.
     Ditambahkan,Katong menjalangkan tugas penagihan uang di setiap rumah pengungsi yang mendiami kabupaten ini dibayar per KK sebesar 300 ribu rupiah atas dasar SK yang Kami kantongi, sementara surat tugas tidak ada, kemudian kwitansi dan cap kosong yang sudah ditandatangani Sekertaris bernama Kadir Tambona YBIMS itu Katong bawa dari Ambon ke Buru,bila pengugnsi bayar baru Katong taru nilai uang.
     Uang yang Katong sudah tagih dari pengunsi kata oknum, Kami sudah trasper/ Kirim ke Kantor Yayasan Beta Ingin Maluku Sejahteran di Ambon,karena uang ini nanti Yayasan akan perjuangkan hak pengungsi di Jakarta” Tutur Oknum. Mendengar cerita itu, Petugas Sosial Buru mengancam bila hari ini tidak mengembalikan uang yang ditagih dari masyarakat maka 4 oknum tersebut sementara ditahan/ diamankan di Mapolres menunggu uang yang sudah ditagih itu dapat dikembalikan kepada masyarakat.
     Mendengar ucapan petugas Dinas Sosial, akhirnya Keempat onum tersebut berjanji dihadapan Polisi untuk segera mengembalikan uang yang Kami sudah tagih, namun saja Kata Oknum, sebagian uang yang Katong sudah tagi sudah Trasper/ Kirim ke Kantor YBIMS(Adam Kiat).

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes