Minggu, 29 November 2015

Jika Terpilih, Kurnala-Goin Janji Luncurkan “KAS PLUS”


       Dobo-Lira MalukuNews. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Aru,
Welhelem Kurnala dan Asis Goin (WARISAN), berjanji akan membantu
masyarakat yang kurang mampu dengan meluncurkan sakti yang diberi nama
Kartu Aru Sejahtera (KAS) Plus. 
        Program ini juga mirip dengan program pemerintahan Joko Widodo, yaitu Kartu
Indonesia Sejahtera, namun ada yang spesial dari Kartu Aru Sejahtera Plus itu,
karena kartu tersebut akan digunakan oleh masyarakat untuk keperluan yang
sangat mendesak, semisal pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis dan
sejumlah pelayanan lainnya yang terkait langsung dengan kepentingan
masyarakat.
        Hal itu disampaikan calon bupati Welhelem Kurnala, saat tatap muka dengan
masyarakat Dobo kemarin,
        “ Jika masyarakat Aru mempercayai kami untuk memimpin kabupaten Kepulauan
Aru lima tahun kedepan maka dipastikan kami akan meluncurkan Kartu Aru
Sejahtera Plus. Dalam hal ini berupa pelayanan kesehatan gratis, pendidikan gratis
dan sejumlah pelayanan gratis lainnya,”ujarnya.
         Pada intinya kata Kurnala, “Jika pemerintah pusat jalan dengan Kartu Indosia
Sejahtera, kita juga jalan dengan Kartu Aru Sejahtera plus. Dan jika kedua kartu ini
berjalan dengan baik, kami yakin kesejahateraan masyarakat Aru akan semain baik
pula,” ujarnya.
         Program menarik lainnya yang ditawarkan pasangan ini, yakni peningkatan
kesejateraan nelayan, buruh, masyarakat petani, pegawai honorer dan peningkatan
kesejahteraan guru.
         Disamping itu, mereka juga berjanji akan memberikan perhatian khusus terhadap
masalah peningkatan infrastruktur pelayanan kesehatan dan trasportasi di
kabupaten itu. (DW)

Pemuka Agama Diminta Fokus Pada Pembinaan Umat, Bukan Jadi Tim Sukses

        Dobo-Lira Maluku News. Pemuka agama diminta untuk tetap netral dalam
proses Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Hal ini adalah penting,
mengingat pemuka agama memiliki peran yang sangat besar dalam pembinaan
umat beragama, bukan sebaliknya menjadi tim sukses/tim pemenangan salah satu
pasangan calon bupati dan wakil bupati. 
        Hal itu ditegaskan tokoh masyarakat Aru, Thomas Benamen SH, kepada Lira
Maluku News di Dobo kemarin, menyusul dugaan terlibatnya sejumlah oknum
pemuka agama dalam tim pemenangan/tim sukses pasangan calon bupati dan wakil
bupati tertentu.
        “ Berdasarkan laporan masyarakat di lapangan, diduga ada oknum pimpinan agama
terlibat sebagai tim pemenangan/tim sukses pasangan calon bupati dan wakil
bupati tertentu. Bahkan mereka secara terang- terangan mengarahkan warga
masyarakat untuk memilih dan memenangkan pasangan calon tertentu dalam
pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang,”ujar Benamen, seraya
menambahkan, sikap oknum pemuka agama tersebut sangatlah tidak pantas, karena
selain harus menjadi panutan yang baik kepada masyarakat, juga ke empat
pasangan calon bupati dan wakil bupati Aru tersebut, adalah putera Aru yang sama-
sama berkomitmen membangun kabupaten yang berjulukan Jagaria tersebut.
         Dikatakan, biarkan masyarakat menentukan sendiri pilihannya, tanpa ada tekanan
atau paksaan dari siapapun, termasuk oknum pemuka agama, seperti yang terjadi
belakangan ini.
         “ Jangan datang dengan kapasitas sebagai pemuka agama atau pimpinan umat,
kemudian mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu,”
tergasnya.
         Menurut Benamen, alangkah baiknya, pemuka agama seperti Pastor, Pendeta,
maupun Imam, memfokuskan diri untuk kegiatan pemembinaaan umat dan tidak
perlu terjun ke politik praktis, seperti yang terjadi belakangan ini.
         “ Yang menjadi calon bupati dan wakil bupati ini, sama-sama putera Aru. Jadi
pemuka agama seharusnya kita bersikap netral saja,” tambah Benamen.
         Dia juga mengajak berbagai pihak, untuk menjaga ketenangan selama proses
demokrasi ini berjalan, baik sebelum maupun sesudah 9 Desember nanti, demi
kebaikan kita bersana. (Tim)

Rabu, 25 November 2015

Panwas Kecamatan Di Kabupaten Aru, Diminta Netral



   Dobo-Lira Maluku News. Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu kecamatan Pulau-pulau Aru diminta untuk bersikap netral dalam melaksanakan tugasnya.
     Hal itu dikemukakan sejumlah tokoh masyarat kabupan itu kepada Lira Maluku News sore kemarin, menanggapi maraknya pelanggaran pemilu jelang pilkada serentak tanggal 9 Desember 2015 di kabupaten itu.

    Pasalnya mereka menilai, selama ini panwas kecamatan terkesan melakukan pembiaran terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan tim pemenangan masing-masing calon kepala daerah dan wakil kepala daerah kabupaten Kepulauan Aru.
Misalnya, adanya pemasangan stiker maupun baliho calon kepala daerah dan wakil kepala daerah pada tempat-tempat yang dilarang, termasuk pemasangan yang bukan dari KUPD setempat, maupun adanya stiker dan baliho calon yang dirusaki orang-orang tertentu.
      Dalam hal ini, hampir semua stiker yang dipasang ke- 4 pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah ternyata telah dirobek.
       “ Hal ini seharusnya tidak dibiarkan, namun harus ada tindakan nyata dari panwas, sesuai dengan aturan yang berlaku. Apalagi kerja panwas itu diatur oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jadi, yang bersalah harus ditindak bukan dibiarkan.”ujar mereka.
      Mereka juga sangat menyayangkan dan menyesalkan sikap ketua Panwas yang terkesan merintahkan anak buahnya untuk melakukan pengawasannya hanya pada pergerakan salah satu calon saja. Seperti penindakan alat peraga kampanye pasangan calon tertentu saja, seperti menurunkan stiker dan baliho pasangan nomor urut tertentu saja yang dianggap menyalahi aturan, sementara yang lainnya tidak.
      “Ini perbuatan tidak terpuji dari ketidak-netralan panwas sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap tugas mereka dilapangan. Pada hal yang yang kami harapkan mereka bias menjaga netralitalitas dalam melaksanakan tugas pengawasan, karena mereka melaksanakannnya sesuai amanat undang-undang, pilkada di kabupaten Kepulauan Aru bisa berlangsung dengan baik, aman dan lancar,”tambah mereka. (LM 04)

Selasa, 24 November 2015

Soal Guru Yang Mengikuti Program Studi S-2



Parera : Kami Tak Pernah Lalai Dengan Tanggung Jawab

        Ambon, Lira Maluku News. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Maluku, tidak pernah lalai melaksanakan tanggung jawab dan kewajibannya terhadap hak guru yang sedang mengikuti program studi S-2 di  Universitas Patimurah (Unpati) Ambon.

 

        Hal itu ditegaskan kasie Ketenagaan-bidang dikmen, dinas dikbud provinsi Maluku, Ibrahim Parera, S.sos kepada Lira Maluku News di kantornya sore kemarin.
Pernyataan Parera tersebut, sekaligus sebagai bantahan terhadap informasi yang berkembang, bahwa pihaknya lalai  terhadap kewajibannya kepada guru yang mengikuti program S2 di Unpati saat ini.
        Menurut Parera, “kewajiban dan tanggung jawab kami sesuai MoU dengan pihak penyelenggara pendidikan S-2 bagi 40 guru, dalam hal ini unpati-Ambon, yaitu membayar biaya pendidikan berupa uang semester para guru tersebut serta hal lain yang tertera dalam Mou tersebut,”tegas Parera seraya menambahkan, jika ada ada keterlambatan, itu bukan disengajakan, tetapi karena pihak penyelengagara berpatokan dengan kalender pendidikan, sedangkan pihaknya berdasarkan tahun anggaran berjalan.
        Ia mencontohkan,  karena masalah itu, pernah ada sejumlah  guru yang membayar uang semesternya sendiri dengan menggunakan uang pribadinya, namun setelah anggarannya dicairkan per triwulan, langsung uang mereka digantikan berdasarkan bukti-bukti yang mereka punya.
        “ Memang pernah terjadi, ada sejumlah guru yang sedang mengikuti program studi S-2 tersebut membayar uang semesternya sendiri. Dan itu karena tuntutan pihak universitas sebagai penyelenggara pendidikan kepada semua mahasiswanya. Namun setelah dananya dicairkan per triwulan, ya uang para guru tersebut kami kembalikan atau kami bayarkan kepada mereka, berdasarkan bukti yang mereka punya,”urainya.
         Dijelaskan, kewajiban para guru hanya berkonsentrasi untuk mengikuti pendidikan, “Jadi mereka tidak perlu kuatir dengan kewajiban dan tanggung jawab kami, karena ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru kedepan tentunya.”tambah Parera. (*)

Senin, 23 November 2015

Gunung Botak Ditutup, Aktivitas Tambang Ilegal Masih Berlanjut



       Namlea-Lira Maluku News. Kendati gunung Botak sudah ditutup dari aktivitas tambang ilegal, namun kenyataan dilapangan menunjukan lain, masih terlihat adanya tumpukan karung berisi matrial pasir yang berkadar emas  serta tromol dan tong di kawasan itu.

 
        Pantauan Lira Maluku News, ditemukan tumpukan karung material pasir berkadar emas, yang jumlahnya mencapai puluhan bahkan ratusan, juga tromol serta tong disejumlah lokasi di kecamatan di kecamatan Waeapo, Lolong Guba dan kecamatan Waelat.
     Bahkan sejumlah warga dikawasan itu menyebutkan, tromol-tromol tersebut beroperasi hanya pada malam hari, supaya tidak diketahui.
       Bukan hanya dilokasi tersebut, hal yang sama juga ditemukan dilokasi belakang desa Wanakerta unit 16 maupun di Waekasar Kecamatan Waeapo.
       Bahkan terdapat sejumlah tong milik Daeng Opik di lokasi unit 11, yang secara terang-terangan melakukan operasi pada siang hari.
     Sementara itu, kepala dinas Pertambangan, Energi dan  Sumberdaya Manusia kabupaten Buru, Ir Hi Masri Bugis mengatakan, pembersihan dan pengosokan lokasi gunung Botak sudah dilakukan. Dalam hal ini, tidak ada lagi kegiatan pengolahan Tong dan Tromol di kawasan itu, namun bila ada yang melakukan aktivitas maka yang bersangkutan akan dikenakan sangsi.
      “Dengan pengosongan lokasi gunung Botak dan lokasi tambang Gogorea, maka ada 5 Koperasi yang sudah sepakat berdasarkan kelengkapan administrasi, siap beroperasi dilokasi gunung Botak dan lokasi gunung Gogorea, sementara ada 13 Koperasi lainnya saat ini sedang mengurus izin di Pemerintah Provinsi Maluku.”tambahnya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes