Rabu, 04 November 2015

Besok Aktivitas Belajar-Mengajar SMAN 1 Dobo kembali Normal

       Dobo-Lira Maluku News. Pasca tragedi tenggelamnya speedboot Wokam-Dobo yang merenggut nyawa 6 orang siswi-siswi SMANsa Pulau-pulau Aru, Minggu (18/10/2015), menggoreskan luka yang mendalam bagi seluruh Cyvitas SMANsa secara khusus dan dunia Pendidikan secara umum yang berimbas pula pada lumpuhnya aktvitas di SMANsa Pulau-pulau Aru.
 
 
       Lumpuhnya aktivitas di SMANsa pimpinan Imran Laelaem  kurang lebih dua minggu itu, dari sisi efektifitas belajar-mengajar sangat berdampak pada para siswa/siswi khusus dijenjang persiapan Ujian, sehingga oleh Pemerintah Daerah mencari solusi terbaiknya.
      Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan Pemudan dan Olahraga, Jusuf Apalem, S.AP yang dikonfirmasi di pelabuhan Yos Sudarso Dobo, Sabtu (31/10/2015) mengaku jika proses belajar-mengajar di SMANsa Pulau-pilau Aru dapat berjalan normal pada Selasa besok.
Telah dilakukan pertemuan bersama antara Bupati, Polres, Dinas Pendidikan, pihak sekolah dan khususnya pihak keluarga guna membicarakannya, sehingga solusinya adalah aktivitas di SMANsa dapat berjalan kembali. Singkat Apalem.
        Sebelumnnya  penjabat Bupati Aru, Angky Renyaan, Rabu (28/10), mengatakan bahwa dalam waktu dekat proses belajar mengajar di SMAsa Pp Aru sudah bisa dilaksanakan.
       Dikatakan, kita akan lakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, dengan menghadirkan pihak sekolah, Dinas Pendidikan, Polres Kepulauan Aru dan khususnya pihak keluarga korban. 
      Kita harapkan semuanya dapat berjalan dengan baik, dalam tuntunan dan penyertaan Tuhan, sehingga semua yang akan dibicarakan dapat dipahami dan diterima oleh semua pihak, karena kejadian tersebut sama sekali tidak ada yang menginginkannya.
       Dikatakan, semua anak-anak kita yang menjadi korban sudah ditemukan, kita harapkan keluarga korban dapat mengimaninya dan dapat menerimanya dengan lapang dada, karena semua terjadi bukan kehendak kita, melainkan kehendak Tuhan.
       “Sehingga saat kita lakukan pertemuan dengan semua pihak, khusunya keluarga korban, dapat menerimanya dan proses belajar mengajar di sekolah juga dapat berjalan dengan baik, karena masih ada anak-anak kita yang harus mendapatkan pelajaran, khususnya kelas tiga yang dalam persiapan ujian nanti,”harapn Renyaan.
       “Kita harapkan sungguh agar dalam waktu cepat ini, proses belajar mengajar di SMAsa Pp Aru sudah dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya,”tambahnya.
       Melalui tangang dingin Penjabat Bupati Angky Renyaan, sehingga pertemuan bersama antara Pemerintah Daerah, pihak keluarga korban, pihak sekolah, Polres dan Dinas Pendidikan yang digelar kemarin telah membuahkan hasil dan di pastikan pada besok, (Selasa, 03/11/2015, Red) aktivitas SMNsa sudah kembali normal.  (Int-03).

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes