Sabtu, 14 November 2015

Diduga Ada Kepentingan Politik Yang Menjatuhkan Nama Baik Akwan Horas

      Dobo-Lira Maluku News. Pemberitaan di salah  media Online Kabar Timur  edisi 10 November 2015 dengan judul “PNS Aru “Diperas” Rentenir Akwan dinilai sarat dengan kepentingan Politik. Diduga ada oknum-oknum yang berusaha mencari-cari kesalahan orang lain untuk saling menjatuhkan . Pasalnya, selama ini ko Akwan Horas dikenal dengan orang yang baik dan suka membantu orang.  Selain itu yang bersangkutan memiliki hubungan saudara dengan salah satu Kandidat Calon Bupati yang akan bertarung pada Pilkada Aru 9 desember 2015. 
     Hasil penelusuran liramalukunews.terkait dengan  pinjaman uang yang dituduhkan memberatkan PNS (baca selengkapnya isi berita kabar timur ) yaitu praktek yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun dengan modus pe­me­rasan adalah informasi yang keliru dan terkesan asal-asalan. karena bukan saja Akwan yang menjalankan usaha pinjaman akan tetapi ada juga  orang lain telah menjalankan pinjaman uang dengan bunga yang sama. “ inikan bagian dari usahan setiap orang. Jangankan pa Akwan, kita saja yang memberikan pinjaman uang buat orang lain pasti ada bunganya. 
      Jadi tidak masuk diakal sama sekali, kalau memberikan pinjaman kepada orang dengan bunganya adalah bagian dari pemerasan karena usaha pinjaman sudah ada sejak jaman dahulu jadi kalau orang menuduh yang bukan-bukan itu berarti ada oknum tertentu yang bermain di belakang layar untuk menjatuhkan nama baik yang bersangkutan” Kata salah satu warga Aru yang tidak mau namanya dikorankan saat ditemui media ini.
       Selanjutnya kata sumber, selama ini  publik Aru sudah mengetahui  usaha Akwan Horas dibidang pinjaman, dan tidak ada masalah sama sekali, bahkan kalau dibilang orang yang mendapatkan pinjaman tidak merasa di peras oleh Akwan. Sumber juga meminta kepada orang yang memberikan informasi harus jelas kebenarannya. Jangan karena masalah suka atau tidak suka apalagi ada tendensi politik lalu mau saling menjatuhkan orang lain. kesal sumber
     Seharusnya yang perlu disoroti oleh narasumber  adalah masalah praktek korupsi yang sudah terjadi sejak lama di pemerintahan kabupaten Kepulauan Aru, SPPD fiktif, praktek Kolusi dan Nepotisme, dugaan korupsi berbagai Proyek, masalah miras,togel, dugaan keterlibatan oknum PNS dalam politik praktis dan juga praktek money politik yang terjadi jelang Pilkada Aru. Kasus-kasus tersebut yang seharusnya ditelusuri dan di angkat sebagai tema utama dalam pemberitaan karena merugikan rakyat dan kepentingan umum. Bukan seenak menyerang Pribadi orang yang sedang membangun sebuah usaha untuk memperlancar roda perekonomian. Kesal sumber
       Saya tegaskan sekali lagi, orang yang memasukan informasi kepada media tersebut salah alamat dan  ada kepentingan Politik di balik pemberitaan. “ Akwan selama ini membantu PNS, para Kepala Desa maupun masyarakat lainnya. Bukan saja di kecamatan Aru Utara akan tetapi juga di Seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten kepulauan Aru. Dengan bantuan pinjaman itu, ada anak-anak kita bisa sekolah bahkan kuliah sampai tuntas. , kita juga bisa makan dan minum. Jadi uang yang diberikan dan  membantu keperluan kita lalu dibilang pemerasan maka betapa berdosanya kita” kata Sumber.
       Menurut Sumber selama ini, pinjaman yang diberikan Akwan kepada para Guru, kepala Desa, perangkat Desa maupun lannya, tidak pernah membebani mereka karena selain tidak berbelit-belit persyaratan peminjamannya juga tidak sulit. Selanjutnnya, Akwan juga tidak pernah memaksa setiap orang untuk meminjam Uang akan tetapi adalah inisiatif para peminjam demi membantu kebutuhan sehari-hari sambil menunggu gaji keluar. 
      Dengan demikian pemberitaan media tersebut sama sekali tidak tertanggungjawab dan perlu diklarifikasi dengan benar karena selama ini tidak masalah yang terjadi dalam proses peminjaman uang di maksud. Apalagi menuduh orang. Sumber juga menyebutkan seharusnya pihak media dapat menghubungi Akwan untuk diminta klarifikasi karena pemberitaan media itu sama sekali tidak seimbang, apalagi oknum tersebut tidak mau menyebut namanya, itu berarti tidak jentelmen. Kata Sumber.
      Liramalukunews.com saat melakukan telusuri mengenai masalah pemberitaan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan karena semua orang yang meminjam Uang di Akwan tidak pernah merasa terbeban bahkan selalu enjoi saja. (TIM)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes