Rabu, 04 November 2015

Lebih Dekat Dengan Sosok Welhelm Daniel Kurnala

          Dobo-Lira Maluku News. Banyak orang kaget tatkala nama Welhelm masuk daftar bursa bakal calon bupati seiring belum seumur jagung dirinya duduk sebagai seorang anggota DPRD Provinsi Maluku. Kerap banyak pandangan miring ditujukan padanya, karena dianggap terlalu keburu mencalonkan diri sebagai Bupati Aru, sedangkan tanggung jawabnya sebagai seorang legislator belum ditunaikan secara maksimal.  
 
        Tidak disangka keputusannya melaju calon Bupati Aru, merupakan pergumulan panjang atas kegelisahannya melihat masyarakat Aru masih terkungkung dalam kertepurukan. Ia mengakui ada begitu banyak persoalan perlu dibenahi agar masyarakat bisa sejahtera. Melihat dan merasakan langsung fakta bahwa berjibunnya masalah yang ada di Aru, mendorong nuraninya untuk mengambil sikap. 
         Setelah lewat perenungan panjang, akhirnya terlintas dalam benak pikirannya untuk bertarung meraih posisi sebagai Bupati kepulauan Aru. Dirinya  terus tergelitik dengan "panggilan " dari relung hati terdalam, dalam situasi kegelisahannya, anggota DPRD Provinsi Maluku ini keliling ke Aru dan langsung mencari masukan dari masyarakat.  
       “Kalau tahun depan ada Pilkada, Bapak siap tidak membantu saya?" Demikian itu pertanyaan yang selalu diajukannya pada masyarakat Aru, Mereka pun menjawab, "Kalau tipe Bapak mau kerja begini (memperjuangan kepentingan rakyat), kita dukung, Pak!" ungkap mereka. Berbekal jawaban masyarakat terkait kegelisahan, saat turun langsung ke lapangan, bapak dua anak ini memutuskan untuk maju menjadi bupati di Kepulauan Aru. 
         Pengalaman langsung hidup ditengah masyarakat Aru, hingga akhirnya mendapat dukungan konkrit masyarakat Aru, membuat pemilik Maluku City Mall ini optimis bisa menyejahterakan dan membangun Aru. Kurnala pun berpandangan, bahwa membangun Aru itu akan lebih elok jika dimulai dari membangun Sumber Daya Manusia-nya dulu (SDM), mesti terus dilatih menjadi sumber daya manusia yang handal.  
        Kurnala mengakui ada prinsip yang terus dipegangnya yaitu komitmen mendengarkan dan menyuarakan berbagai kepentingan rakyat. Prinsip demikian bukan tanpa alasan. Menurutnya kepentingan masyarakat memang harus terus diperjuangkan, oleh karenanya memiliki kewenangan dalam arti politik diperlukan. Artinya, kepentingan rakyat harus diperjuangkan secara politik. Dengan begitu, memiliki kewenangan menjadi sarana untuk menjuangkan kepentingan rakyat, biar tidak sekedar omong doang.
Dari Jual Kue Sampai Presiden Direktur MCM
           Bung Kurnala akrab dipanggil Titi memang sosok yang rendah hati. Itu karena dia dibesarkan dari keluarga sederhana. Banyak orang tidak tahu kalau dulunya ‘si Ahok Aru’ memulai berwirausaha dari seorang penjual kue. “Ayahku Yance Kurnala meninggal ketika saya masih berusia 11 tahun. Kami tujuh bersaudara kemudian dibesarkan ibu seorang diri. Sebab itu kami sudah terbiasa hidup dalam kesederhanaan. Dulu waktu kecil saya menjual kue”. Papar pria yang juga dikenal suka membantu ini.
            Menurutnya, sang ibu tercinta, Tintje Anggrek/Rahakbauw mengajarkan mereka hidup apa adanya, disiplin, dan harus bertanggung jawab. Berkat didikan ibu membuat saya bisa seperti sekarang, ujarnya mengakui. Memang tak disangka, berbekal nasihat ibu, sang penjual kue akhirnya dianugrahi Tuhan, menjadi presiden direktur Maluku City Mall. (**)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes