Rabu, 18 November 2015

Mantan Kades Namlea Ilat Bersama Dua Petugas Pertanahan Diduga Tipu Warga



      Namlea-Lira Maluku News. Sebanyak 360 Bidang/ Setivikat yang dilincurkan Kantor Kementien Agrarian dan Tataruang Kabupaten Buru yang diserahkan kepada masyarakat di Desa Namlea Ilat, Kecamatan Batabual Sabtu Kemarin 7 November 2015 , kini menjadi keresahan dan buar bibir bagi masyarakat yang ada di sana.

         Pasalnya, saat proses hak tanah melalui Prona tahun 2014 untuk mendapat sertivikat melalui petugas pertanahan saat itu, Warga di Desa itu menyepakati bersama dengan petugas Pertanahan, bilamana terbitnya 360  Bidang/ Sertivikat dan selanjutnya diserhkan langsung oleh petugas Pertanahan, maka segala  biaya berupa ongkos transportasi Spied Boad menuju Desa Namlea Ilat  akan ditangguhkan warga yang menerima Sertivikat tersebut demikian sumber terpercaya.
          Namun kenyataan lain, penyerahan 360 Bidang yang di serahkan petugas Pertanahan DS dan ET bersama Mantan Kades Namlea Ilat, Anwar Wally secara diam- diam pada Sabtu Malam 7 November 2015 dari rumah ke rumah memberikat 360 sertivikat/ Bidang kepada masyarakat yang miliki sertivikat tersebut tampa pemberitahuan resmi kepada Kepala Desa dan Stafnya, dengan langkah tipu itu Mantan Kades dan Dua petugas Pertanahan meminta biaya Per Sertivikat sebesar 120 ribu rupiah  dari Warga bila dikalikan uang yang terkumpul sebanyak Rp 43.200.000.

 
          Menanggapi hal tersebut, Lumbung Informasi Rakyat( Lira) Maluku, meminta kepada Kepala wilayah Kantor Kementrian Agraria dan Tataruang Provinsi Maluku bersama Kepala Kantor Kementrian Agararia dan Tataruang Pemerintah Pusat untuk dapat mengambilangkah tegas terhadap Dua petugas Pertanahan Kabupaten Buru.
        Bila hal ini atasan tidak mengambil langkah tegas terhadap bawahan, maka Lira takutkan kedepan masyarakat di kabupaten ini bisa menjadi imbas penipuan terhadap kinerja Kantor Kementrian Pertanahan dan Tataruang Kabupaten/ Kota, Provinsi hingga tingkat Pusat” Tegas  Lira
        Sementara terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Buru, Solihin Buton, SAi Mengatakan, Langkah pemberian sertivikat yang di serahkan dari rumah kerumah pada malam hari oleh Dua petugas Pertanahan bersama mantan Kepdes, Anwar Wally merupakan praktek yang tidak terfuji, bahkan pemberian sertivikat itu meminta biaya dan biaya Per sertivikat sebesar 120 ribu rupiah bila Katong kali dengan 360 Bidang maka uang yang Dong ambel sebanyak 42.200.000 pada hal kesepakatan dengan masyarakat bila sertivikat tanah sudah ada maka masyarakat hanya membayar ongkos transportasi petugas” Ujar Solihin(Adam Kiat)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes