Minggu, 29 November 2015

Pemuka Agama Diminta Fokus Pada Pembinaan Umat, Bukan Jadi Tim Sukses

        Dobo-Lira Maluku News. Pemuka agama diminta untuk tetap netral dalam
proses Pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang. Hal ini adalah penting,
mengingat pemuka agama memiliki peran yang sangat besar dalam pembinaan
umat beragama, bukan sebaliknya menjadi tim sukses/tim pemenangan salah satu
pasangan calon bupati dan wakil bupati. 
        Hal itu ditegaskan tokoh masyarakat Aru, Thomas Benamen SH, kepada Lira
Maluku News di Dobo kemarin, menyusul dugaan terlibatnya sejumlah oknum
pemuka agama dalam tim pemenangan/tim sukses pasangan calon bupati dan wakil
bupati tertentu.
        “ Berdasarkan laporan masyarakat di lapangan, diduga ada oknum pimpinan agama
terlibat sebagai tim pemenangan/tim sukses pasangan calon bupati dan wakil
bupati tertentu. Bahkan mereka secara terang- terangan mengarahkan warga
masyarakat untuk memilih dan memenangkan pasangan calon tertentu dalam
pilkada serentak 9 Desember 2015 mendatang,”ujar Benamen, seraya
menambahkan, sikap oknum pemuka agama tersebut sangatlah tidak pantas, karena
selain harus menjadi panutan yang baik kepada masyarakat, juga ke empat
pasangan calon bupati dan wakil bupati Aru tersebut, adalah putera Aru yang sama-
sama berkomitmen membangun kabupaten yang berjulukan Jagaria tersebut.
         Dikatakan, biarkan masyarakat menentukan sendiri pilihannya, tanpa ada tekanan
atau paksaan dari siapapun, termasuk oknum pemuka agama, seperti yang terjadi
belakangan ini.
         “ Jangan datang dengan kapasitas sebagai pemuka agama atau pimpinan umat,
kemudian mengajak masyarakat untuk memilih pasangan calon tertentu,”
tergasnya.
         Menurut Benamen, alangkah baiknya, pemuka agama seperti Pastor, Pendeta,
maupun Imam, memfokuskan diri untuk kegiatan pemembinaaan umat dan tidak
perlu terjun ke politik praktis, seperti yang terjadi belakangan ini.
         “ Yang menjadi calon bupati dan wakil bupati ini, sama-sama putera Aru. Jadi
pemuka agama seharusnya kita bersikap netral saja,” tambah Benamen.
         Dia juga mengajak berbagai pihak, untuk menjaga ketenangan selama proses
demokrasi ini berjalan, baik sebelum maupun sesudah 9 Desember nanti, demi
kebaikan kita bersana. (Tim)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes