Senin, 23 November 2015

Sebanyak 589,20 Kilogram Pupuk Di Gudang, Terindikasi Tercemar Sianida



Pemkab Dan Polres Buru, Diminta Cegat Peredarannya Di Petani

         Namlea-Lira Maluku News. Sebanyak 589,20 kilogram pupuk  yang disimpan di gudang  Hi Munding, terindikasi tercemar bahan berbahaya Sianida (CN). Terkait temuan tersebut, maka LSM Aliansi Indonesia bersama Lembaga Sumpah Solidaritas Mahasiswa Prihatin Hukum, melakukan aksi demo di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Mapolres Buru, menuntut agar pupuk tersebut tidak di perjual belikan kepada petani.


       Koordinator demo Muhammad Tukmun kepada wartawan mengatakan,”Dengan temuan ini, pemkab dan polres Buru diminta untuk tidak mengizinkan 589,20 kilogram pupuk yang tersimpan di dalam gudang itu tidak diedarkan kepada petani di Dataran Waeapo. 

 
        Pasalnya, pupuk yang tersimpan di gudang itu terindikasi sudah tercemar dengan Sianida, karena pupuk yang tersimpan itu berdekatan dengan Sianida, yang dapat mematikan manusia perlahan- lahan. ” UjarTukmun.  

 
        Untuk membuktika dugaan tersebut, polres yang dipimpin kabag Ops AKP Agung Tri B bersama perwakilan pendemo langsung mendatangi gudang tempat penyimpanan pupuk tersebut. Sayangnya, setelah tiba di lokasi gudang tersebut, kedapatan  gudang itu sedang terkunci.
Sementara itu informasi dihimpun Lira Maluku News menyebutkan, dari gudang penyimpanan   dan penampungan sianidar milik Hi Munding tersebut akan di salurkan kecabang-cabang yang ada di Unit 18.

 
        Sementara itu Kabag OPS polres Buru AKP Agung Tri B Kepada Wartawan mengatakan, pihaknya tetap menindaklanjuti tuntutan para pendemo. “Namun karena gudang tersebut sementara terkunci, untuk itu  kita menunggu saja bila ada pemilik gudang sudah ada maka kita semua akan menyaksikan bersama apakah pupuk itu sudah tercemar dengan CN/Sianidar sebagaimana tuntutan Pendemo ini,”tegasnya.

        Dan bila benar pupuk ini sudah tercemar, itu semuanya diserahkan kepada pihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Disperindag, apakah pupuk ini layak untuk dijual atau tidak.(AKT)
 

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes