Selasa, 29 Desember 2015

Tahun 2016, RSU Haulussy Miliki Alat Rontgen Dan City Scan Baru



       Ambon-Lira Maluku News. RSU Dr Haulussy Ambon, membutuhkan alat rongen dan city scan baru, mengingat peralatan tersebut sudah rusak dan berumur tua, sehingga tidak dapat digunakan lagi. Bahkan jika dipaksakan untuk digunakan, hasilnya-pun sudah tidak maksimal atau tidak sesuai harapan. Dan untuk pemeriksaan kesehatan, hal itu tidak diperbolehkan.

 
     Direktur RSU Haulussy, dr Yustini Pawa kepada media ini kemarin menyebutkan, kondisi peralatan seperti itu, ikut berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan pasien, khususnya pasien yang harus menggunakan kedua peralatan tersebut.
      “Tak heran, jika ada pasien harus ditunda pelayanan akibat kondisi kedua peralatan seperti itu. Misalnya, pasien yang datang untuk rontgen, harus ditunda pelayanannya untuk besok atau besok harinya lagi, karena kondisi peralatan seperti itu. Jadi bukan karena faktor tenaga medis, karena SDM kami punya,”ungkap Pawa.
        Bahkan kata Pawa, “Kedua peralatan itu harganya sangat mahal, tidak bisa dibeli dengan dengan anggaran yang kami punya, karena anggaran tersebut juga digunakan untuk banyak kebutuhan lain di RSU ini,”jelasnya seraya menambahkan, namun untuk itu pihaknya tetap berupaya untuk bisa menggantikan peralatan yang sudah rusak dan berumur tua tersebut.  Termasuk mendapat dukungan dari kementerian kesehatan, juga pihak luar atau negara lain atas kerjasama RSU Haulussy dengan mereka. 
         Diharapkan tahun 2016 ini, peralatan rontgen dan city scan yang saat ini dimiliki RSU Haulussy saat ini sudah bisa digantikan dengan yang baru dan lebih canggih. “Dan jika itu terjadi, muncul persoalan baru, yakni masalah ruangan untuk menempatkan kedua peralatan tersebut, mengingat yang lama tidak bisa dibuang begitu saja semudah membuang barang lain, karena radiasinya bisa berpengaruh terhadap lingkungan sekitar,”tambah Pawa. (*)   

Senin, 21 Desember 2015

Bendahara Kantor P2K Dan Damkar Aru, Kebiri Gaji Pegawai Honorer



     Dobo-Lira Maluku News. Nasib pegawai honorer memang sangat memprihatinkan, karena ada saja oknum pejabat yang dengan seenaknya mengkebiri hak mereka. Pada hal penghasilan perbulan yang mereka terima tergolong kecil.
     Seperti yang terjadi pada kantor Pertamanan Pemakaman Kebersihan dan Pemadam kebakaran (P2K dan Damkar) kabupaten Kepulauan Aru, gaji pegawai honorer sejak Januari hingga Desember 2015 ini, belum dibayarkan. 

 
    Kepada media ini kemarin, pegawai P2K dan Damkar kabupaten Kepulauan Aru yang enggan menyebutkan namanya mengaku, gaji mereka sejak Januari hingga Desember 2015 ini, belum dibayarkan oleh bendahara kantor.
    “Kami tak tau, ini atas keinginan bendahara sendiri atau semua ini atas perintah kepada dinas Arsyad Djabumono. Pada hal gaji itu hak kami, apalagi hari Natal tinggal beberapa hari lagi, jelas itu sangat kami butuhkan.
    Sementara itu, sumber media ini di kantor itu menyebutkan,”Dari pengakuan bendahara yang pernah kami dengar sebelumnya, bahwa gaji mereka tetap akan di bayarkan, namun hanya sebagian dan sisanya akan diselesaikan setelah APBD perubahan. Sayangnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda aka nada pembayaran,”tegasnya.
     Karena itu dirinya berharap adanya perhatian pejabat bupati Drs Angky Renjaan terhadap nasib pegawai honorer yang ada, sekaligus menindak tegas bendarahara di kantor itu. (TIM)

Perayaan Natal Unit Tiga, Sektor Mizpa Jemaat GPM Dobo Digelar



Samangun : Keluarga Kristen Harus Hidup Dama

       Dobo-Lira Maluku News. Perayaan Natal Keluarga Besar unit III Sektor  Mizpa, jemaat GPM Dobo, berlangsung dalam suasana sukacita, diisi dengan spontanitas, vokal grup dan traksi natal lainnya.
       Perayaan Natal yang dilaksanakan di halaman kediaman ketua BPLH, bertemakan Natal Kristus Mewujudkan Pengharapan oleh Hidup Saling Berbagi.

 
       Pdt Samangun dalam Refleksi Natalnya menegaskan, pentingnya kedamaian didalam keluarga setiap umat Kristen. “Keluarga harus hidup damai. Hidup damai yang dimaksudkan adalah  bukan punya rumah mewah, harta yang banyak, atau gelar pendidikannya, tetapi makna kedamaian yang hakiki adalah hidup dalam kejujuran, rendah hati, saling menasihati, Anak harus taat kepada orang Tua dan orang Tua harus membina anak dengan baik.
       Dikatakan, membangun komitmen untuk berjalan di jalan yang lurus, adalah wujud dari keluarga kristen yang sebenarnya. Komitmen membangtun Damai, melayani anak-anak dengan tulus dan cinta kasih adalah bentuk dari menabur benih yang baik maka kelak akan menuai hasil yang baik. 
        Samangun juga mengapresiasi semangat anak-anak kristen pada unit III sektor Mizpa yang menyambut hari Natal dengan luar biasa, itu berarti bahwa hati tulus dan murni dalam benak anak-anak dalam memuliakan Allah sangat  dirasakan.
         Pdt Samangun berpesan agar kedamaian jangan hanya sebatas formalitas belaka, artinya saat natal baru ada kedamaian selesai perayaan Natal tidak ada kedamaian maka ini hal yang lumrah dan  selalu dipraktekan dalam keluarga Kristen.
         Dia berharap, di Tahun 2016 nanti damai Natal selalu ada sampai memasuki Tahun 2017 dan terus menerus karena damai yang kekal adalah damai yang bukan ada karena dibuat-buat tetapi damai itu ada karena bentuk respons atau reaksi dalam diri sendiri.
          Perayaan Natal tersebut, dihadiri warga jemaat unit III, pengurus Unit, Majelis Sektor Miszpa Jemaat GPM Dobo (Dedi)

Silpa APBD Aru Membengkak Masih Ada Proyek Yang Dananya Belum Dicairkan



      Dobo-Lira Maluku News. Laporan Pertanggung jawaban APBD pemkab kabupaten Kepulauan Aru, dari tahun-ketahun selalu menyajikan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Plus, mencapai ratusan milyaran rupiah.
      Kendati kehidupan ekonomi masyarakat di kabupaten ini termasuk terpuruk dan termiskin bahkan terjadi kematian masal di desa Tunguwatu, namun SILPA selalu mewarnai catatan devisit keuangan daerah.


      Bengkaknya (SILPA) APBD Aru menjadi pertanyaan publik, apakah ini disebabkan kurangnya penyerapan anggaran oleh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), ataukah, hal ini dilakukan hanya untuk menutupi keadaan keuangan yang mengalami devisit ratusan juta rupiah. 
Pasalnya sampai saat ini masih ada paket pekerjaan tahun anggaran 2013, 2014, dan 2015 yang belum dicairkan. 
      Menanggapai hal ini, ketua DPRD Andreas Liembers, SE, di ruang kerjanya kepada media ini mengatakan, hal ini disebabkan adanya proses tender untuk paket-paket pekerjaan yang selalu terlambat, dalam hal belanja modal.
     “Salah satu penyebab realisasi anggaran rendah yang berdampak pada pembengkakan SILPA, karena proses tender untuk paket-paket pekerjaan itu selalu terlambat, dalam hal belanja modal. Bahkan 
sampai saat ini pun ada paket pekerjaan yang masih dalam proses tender’”ujarnya.
       Terkait dengan realisasi pekerjaan tahun 2013, 2014, yang belum dicairkan sampai sekarang, menurut Dia, pihaknya tidak menghendaki masuk dalam luncuran tahun 2015, karena, kesempatan untuk berproses dan bekerja sudah sejak bulan Januari sampai Desember 2015.
       Dan apabila tidak selesai dalam waktu 12 bulan maka akan diambil tindakan, sebab tidak ada alasan untuk paket pekerjaan yang belum selesai, karena selama ini tidak ada kondisi luar biasa, semisal bencana alam.
       “Apabila ada alasan dari pihak ke-tiga, maka alasannya benar-benar dapat dipertanggung-jawabkan, karena kita tidak pernah mengalami bencana alam atau mengalami kondisi luar biasa,”tambahnya.(Tim)

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes