Jumat, 04 Desember 2015

Penunjukan Patty Jadi KPA Di 3 Bidang, Dinilai Sarat Kepentingan



Thio : Itu Kewenangan Pejabat Pengguna Anggaran  

       Ambon-Lira Maluku News. Penunjukan kepala bidang (kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) Drs Dominggus Patty, sebagai Kuasa Penggunaan Anggaran (KPA) tahun anggaran 2015 di tiga bidang/bagian berbeda, dinilai sebagai kebijakan yang bernuansa politik dan sarat kepentingan kelompok.

 
       Pasalnya, dari lima bidang/bagian yang ada di kantor itu, yakni bidang Pendidikan Dasar (dikdas), bidang Pendidikan Menengah (dikmen), bidang Pendidikan Non Formal Informal (PNFI) dan bidang Kebudayaan serta Sekertariat, tiga diantaranya KPA-nya dijabat Patty, yakni bidang Dikdas, Dikmen dan Sekertariat, sedangkan dua bidang lain, yakni bidang PNFI dan bidang Kebudayaan, KPA-nya dijabat kabid masing-masing.
       Kendati KPA-nya dijabat Patty, namun PPTK-nya dipegang kepala seksi (kasi) di  masing-masing bidang tersebut.
       Sejumlah pegawai di kantor itu yang enggan menyebutkan namanya, kepada Lira Maluku News, mengaku heran dengan kebijakan kadis tersebut. Mereka menduga, penunjukan Patty sebagai KPA di tiga bidang/bagian berbeda tersebut, bernuansa politik dan sarat kepentingan kelompok.
       “Apakah karena pak Patty dinilai lebih mampu dari kabid yang lain, atau juga karena pak kadis meragukan kemampuan kabid yang lain dan sekertaris dinas yang ada, ataukah memang ada faktor lain ? Kami dengar, ada skenario besar dibalik kebijakan tersebut. Artinya jika ada yang tidak beres terkait dengan proyek di bidang tersebut, pak Patty yang harus bertanggung jawab.Dalam hal ini, pejabat lain yang menikmati uang proyeknya, tetapi pak Patty yang harus kelemahan orang lain untuk memperkaya diri,” ujar mereka seraya menambahkan, ada pejabat tertentu yang mengatur scenario ini.
         Karena itu, mereka mendesak Kajati Maluku untuk segera memeriksa Patty sebagai KPA dan Saleh M Thio sebagai kadis, untuk mengungkap skenario besar terkait dengan dana proyek di ketiga bidang/bagian tersebut, yang jumlahnya mencapai puluhan milyar rupiah.
         Saat dikonfirmasi tentang masalah ini, Patty enggan berkomentar banyak, Dia hanya menganjurkan untuk menanyakan langsung kepada kepala dinas, karena dirinya hanya sebagai staf yang ketika ditunjuk siap melaksakannya. 
         “Tanya langsung saja kepada pak kadis, beta hanya staf, ditunjuk pak kadis, beta terima dan laksanakan, itu saja,” tegas Patty dengan logat Ambonnya.
Sementara itu, kadis Dikbud Maluku Saleh M Thio saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin mengatakan, kewenangan untuk menentukan satu pejabat menjadi KPA, itu adalah kewenangan Pejabat Pengguna Anggaran.
         “Jadi tidak ada masalah, Dia mau menunjuk satu pejabat untuk KPA di satu, dua bidang atau lebih, itu haknya selama pejabat yang bersangkutan dinilai mampu untuk melakukan itu. Aturannya bilang seperti itu,”tegas Thio yang saat itu didampingi sekertaris dinas (sekdis) Hadi S.
        Sebelumnya pada tahun 2014 lalu, Patty juga menjabat KPA di dua bidang, yakni Dikdas dan Sekertariat. (*)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes