Minggu, 10 Januari 2016

Bau Tinja Di Bangsal Kebidanan RSU Tulehu



Paranuan : Sejak Dibangun, Saluran Dan Septitank-nya Tak Beres 



     Ambon, Lira Maluku News- Bangsal kebidanan dan ruang para medis RSU Tulehu, tak layak digunakan karena tidak memiliki saluran dan Septitank yang baik. Akibatnya, menimbulkan bau busuk tinja yang menyengat.
     Selain itu, bila terjadi hujan air, air hujan  tergenang dan bocor diseluruh bagian atas/atap gedung bangunan berlantai dua tersebut.
    Sejumlah keluarga pasien mengaku sangat terganggu dengan kondisi ini, karena bau  kotoran manusia (tinja) tercium dimana-mana di seluruh ruangan. “ Kami saja tak mampu menciumnya, apalagi pasien yang sedang dirawat di sini ?  Apa bapak mampu bertahan di bangsal ini, jika udara yang kami hirup setiap saat sudah tercemar bau busuk kotoran manusia/tinja seperti ini ,”ujar mereka.
Sejumlah para medis yang enggan menyebutkan namanya kepada media ini mengaku, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama. “Seingat kami, bau busuk tinja ini sudah berlangsung lama, bahkan bisa kami katakan sejak kedua gedung/bangunan ini mulai digunakan beberapa tahun lalu. Saat itu direktur RSU ini dokter Pontoh,”tegas mereka.
     Sementara itu direktur RSU Tulehu, dr Yohanes Paranuan saat dikonfirmasi kemarin mengaku, sejak dirinya bertugas di RSU Tulehu se-tahun lalu, kondisi kedua bangunan tersebut memang seperti itu.
     Dikatakan, kondisi itu lebih diperparah lagi bila terjadi hujan, bukan saja bau menyengat tinja, tetapi terdapat genangan air dimana-mana dan bocor di sebagian bangunan berlantai dua terebut.
Setelah ditelusuri kata Paranuan, ternyata hal itu terjadi karena saluran pembuangan dan septitanknya tidak beres atau tidak ada. Akibatnya, kotoran manusia/tinja itu meluber keluar dimana-mana. “ Saya juga heran, bangunan rumah sakit untuk pasien tetapi saluran pembuangan tinja tidak benar, bahkan septitank-nya tidak ada. Akibatnya, kotoran tinja itu meluber kemana-mana, sehingga menimbulkan bau menyenggat di bangsal itu. Kasihan pasien yang sedang dirawat di bangsal itu serta keluarganya yang menemani,”tegas Paranuan.
     Menurutnya, dirinya sudah bertanya kepada staf yang lama bertugas di RSU Tulehu dan jawab mereka, bangsal itu dibangun di era kepemimpinan direktur dr Pontoh dan hanya dibenahi sedikit oleh direktur dokter Pawa ketika itu. “Bangunan bangsal itu dibangun di era kepemimpinan direktur dokter Pontoh dan hanya ada sedikit pembenahan oleh direktur dokter Pawa,”tambahnya menirukan ucapan stafnya. (*)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes