Sabtu, 23 Januari 2016

Telusuri Suap Anggota Komisi V DPR-RI , KPK Geledah Kantor PT Cahaya Mas Perkasa Di Ambon

     Ambon- Lira Maluku News. Pasca melakukanserangkaian penangkapan terhadap anggota komisi IV DPR-RI, Damayanti Wisnu Putranti beserta ke dua pembantunya, masing- masing, Julia Prasetyarini dan Dessi. A, Edwin beserta Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir, terkait korupsi sejumlah proyek di kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) di Jakarta Rabu (13/1) pekan lalu, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK ) bergerak cepat dan menggeledah sejumlah pihak yang terkait dengan kasus tersebut.


      Salah satu pengusaha yang diduga berkontribusi melakukan suap untuk mendapatkan proyek di kementrain PU Pera tersebut adalah, Frangky Tanaya alias Aseng , Direktur Utama PT Cahaya Mas Perkasa(CMP) di kota Ambon. Kantor milik PT Cahaya Mas Perkasa yang berlokasi di jalan Dr Setiabudhi No.25, kawasan Lorong Mayang, Ambon, pada Jumat Pagi (22/1) sekira pukul 09.00 WIT didatangi sejumlah tim Satgas KPK yang dipimpin langsung oleh AKBP Hendry Christian, serta mendapat pengawalan belasan anggota Brimobda Polda Maluku dengan bersenjata lengkap. 
       Aseng diduga, termasuk salah satu jaringan pengusaha yang mengumpulkan sejumlah uang untuk disetorkan ke Dirut PT Windu Tunggul Utama, untuk diserahkan kepada anggota komisi V DPR-RI, Damayanti Wisnu Putranti sebagai gratifikasi guna mendapatkan jatah sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah di Provinsi Maluku. 
        Penggeledahan tersebut mendapat perhatian dari warga setempat dan para awak media cetak maupun elektronik . Penggeledahan berlangsung cukup lama dan baru berakhir sekitar pukul 16.00 WIT. Berdasarkan informasi , saat pengeladahan berlangsung, pengusaha Frangky Tanaya alias Aseng, tidak berada di tempat “ Aseng sedang berada di Surabaya “ungkap sebuah sumber Sebelumnya, karena kasus suap tersebut maka politisi DWP serta pengusaha Abdul Khoir tersebut terjaring operasi tangkap tangan KPK di Jakarta Rabu pekan kemarin. 
        Abdul Khoir selama ini dikenal sebagai pengusaha yang memonopoli proyek –proyek besar milik Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, yakni proyek -proyek yang berlokasi di kabupaten Malra, MBD, MTB dan kota Tual, serta proyek di pulau Seram. Sementara Anggota DPR- RI, Damayanti Wisnu Putranti diduga memiliki peran mengamankan proyek-proyek Kempupera untuk wilayah Pulau Seram, Maluku. 
         Berdasarkan data yang dihimpun, ketua KPK , Agus Rahardjo dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (14/1)lalu, Damayanti dijanjikan uang sebesar SGD 404.000 atau Rp 3,9 miliar oleh Abdul Khoir. Tetapi Operasi Tangkap Tangan (OTT) tersebut Tim Satgas KPK hanya berhasil menyita 99.000 Dollar Singapura (SGD) atau sekitar Rp 956.330.775 , uang tersebut diduga bagian dari jatah yang dijanjikan yang akan diberikan kepada Damayanti, Tim Satgas KPK berhasil menangkap Damayanti bersama dua orang pembantunya yakni Julia Prasetyarini dan Dessi A Edwin di beberapa lokasi berbeda. 
          Mulanya, Tim Satgas KPK menangkap Julia di kawasan Tebet, Jakarta Selatan dan Dessi di sebuah mall di Jakarta. Dari keduanya, KPK menyita masing-masing uang sebesar SGD 33.000. Selanjutnya, Tim Satgas KPK bergerak untuk mengamankan Damayanti di di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 
           Dari tangan Damayanti, KPK menyita uang sebesar SGD 33.000.. Dihari yang sama, tim satgas KPK juga menggeledah sejumlah lokasi di kota Ambon yakni rumah milik Direktur Utama PT Cahaya Mas Perkasa di kawasaan jalan WR Supratman Tanah Tinggi Ambon dan Gedung Kantor Balai Pelakasana Jalan Nasional (BPJN)Maluku dan Maluku Utara di Kawasan Wailela Rumah Tiga, Ambon (JPNN/TM/NK)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes