Selasa, 02 Februari 2016

Kekurangan Dana Operasional, Pengaruhi Budi Daya Rumput Laut di Aru


Gandakari : Dibutuhkan Perhatian dan Dukungan Pemerintah 

 

     Dobo, Lira Maluku News- Kelompok Nelayan Binaan Gerakan Maju yang bergerak di bidang budidaya rumput laut di wilayah pesisir kepulauan Aru, saat ini mengalami kesulitan, karena minimnya anggaran operasional.
Padahal, kelompok nelayanan yang dibentuk fungsionaris partai Gerindra Aru, Reimon Gandakari, S.AP tahun 2014 lalu, bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan di kabupaten itu. Untuk itu, dibutuhkan perhatian dan dukungan serta bantuan pemerintah dalam mengatasi kesulitan dana yang saat ini dihadapi kelompok nelayan tersebut.
     Kepada media ini, Reimon Gandakari mengatakan, sejak pembentukannya tahun 2014 lalu, perkembangannya menunjukan kemajuan yang signifkan. Terbutki, berawal dari hanya satu kelompok, berkembang menjadi lima kelompok dalam satu desa bahkan terus berkembang sehingga jumlahnya mencapai 20 kelompok.
     “Dalam perjalannya, dari hanya satu kelompok yang diketuai Apolos Margury, salah satu masyarakat setempat, terus berkembang menjadi lima kelompok dalam satu  desa, bahkan akhirnya bisa mencapai 20 kelompok. Namun sampai tahun 2016 ini, hanyatersisa beberapa kelompok saja yang masih berjalan aktif, sementara sisanya sudah mulai gulung tikar,”ujarnya.
     Gandakari mengaku, dirinya telah berusaha membantu kelompok tersebut, dengan menyerahkan tali dan bibit rumput laut. “ Namun ada juga kendala lain yang dihadapi, yakni cuaca, sehingga tidak bisa kerja terus, karena hanya bulan-bulan tertentu saja yang bisa budidaya rumput laut. Dalam hal ini hanya pada bulan September sampai Desember saja, itupun tergantung cuaca,”jelasnya.
     Soal hasil panen, Gandakari menyebutkan,”Satu kelompok bisa menghasilkan700 kilogram lebih rumput laut, seperti dihasilkan kelompok yang di ketuai Apolos Marguly. Sejak  2014 telah berhasil melaksanakan panen sebanyak 3 kali. Hasil panen tersebut kemudian di keringkan, dan  dijual untuk para pengusaha di kota Dobo saja,”tegasnya seraya menambahkan, itu dikarenakan belum adanya peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang pemasaran rumput laut tersebut, sehingga pengusaha hanya bisa membeli rumput laut kering dengan harga 7000 - 10.000 rupiah per kilogram.(Dedi)


0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes