Selasa, 16 Februari 2016

Pemkab Buru Tutup Tambang Emas Ilegal Gunung Nona



      Namlea, Lira Maluku News- Tambang  emas Ilegal Gunung Nona dan Lokasi Keramat yang terletak di Desa Waepsalit, Kecamatan Lolong Guba, Kabupaten Buru, resmi ditutup  pemerintah kabupaten (pemkab) Buru.
      Penutupan tambang  emas illegal itu menyusul  pertemuan pemkab Buru bersama  tokoh adat dari tujuh Soa dataran tinggi dan empat  Soa dataran rendah, sekaligus  adanya pernyataan sikap bersama untuk menutup  sementara  lokasi tambang emas ilegal di desa Waepsalit dan desa Metar tersebut.
     Sekda Buru A Assagaf saat memimpin pertemuan yang juga dihadiri ketua DPRD Buru, Dandim 1506 dan Wakapolres  Buru tambang emas yang berlokasi di Gunung Nona maupun di lokasi Karamat pada wilayah Desa Metar dan Desa Waepsalit, merupakan tambang emas illegal, karena belum miliki Izin Penambang Rakyat(IPR). Apalagi disana bukan wilayah pertambangan dan lokasi tersebut  akan digunakan untuk PLTU, dimana saluran irigasinya akan mengairi persawahan di Dataran Waeapo.
      “Walaupun tuntutan para kepala soa untuk lokasi tersebut difungsikan masyarakat adat/ anak negeri untuk mendulang, namun pemkab  tidak mengijinkan untuk melakukan penambangan, karena namanya tambang akan merusak tanaman rakyat, lagi pula namanya tambang emas adalah kewenangan pihak Provinsi Maluku,” Ujar Assagaf.
      Sementara itu Dandim 1506 Namlea, Letkol Inf Faisal Rizal minta masyarakat adat untuk menahan diri dan bersabar. “Lokasi tambang emas Gunung Botak dan lokasi tambang Gogorea dalam waktu dekat sudah bisa dioperasikan melalui Koperasi yang sudah mempunyai keabsahan. Dan bilamana kesepakan bersama tiga hari untuk menutup tambang emas illegal di petuanan bapak- bapakdilanggar, maka akan ada langkah tegas dari pihak kepolisian, dan kami dari TNI siap untuk membatu pihak kepolisian,” tegas Rizal (AK)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes