Minggu, 07 Februari 2016

Sejak Berdiri Tahun 2008 Lalu, Akbid Dobo Tak Pernah Dibantu Pemkab



     Dobo, Lira Maluku News-  Pemerintah kabupaten (pemkab) Kepulauan Aru, dinilai tidak punya kepedulian terhadap dunia pendidikan di Aru khususnya dalam pengembangan lembaga pendidikan tinggi.
     Terbukti sejak berdirinya tahun 2008 lalu, akademi Kebidanan (Akbid) Dobo yang merupakan satu-satunya lembaga pendidikan tinggi di bumi Jargaria tersebut, tidak pernah diberikan bantuan, malah diabaikan oleh pemkab setempat.
Pada hal lembaga ini telah menghasilkan lulusan puluhan bidan, yang saat ini mengabdi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kabupaten itu.  

 

     Kepada media ini di Dobo, Sabtu 6/2), ketua yayasan Jagaria Thomas Benamen mengatakan, kehadiran para bidan lulusan Akbid di rumah sakit maupun puskesmas yang ada, jelas sangat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tersebut, yang bermuara pada peningkatan pembangunan bidang kesehatan ke kabupaten Aru.
    Untuk itu, wajib hukumnya untuk pemkab Aru membantu melalui dana hibah untuk pengembangan lembaga pendidikan tinggi akbid tersebut, termasuk pengembangan kampusnya, lebih baik ke depan.
     “Wajib hukumnya untuk pemerintah kabupaten Aru untuk membantu mereka lewat dana hibah untuk pengembangkan lembaga pendidikan tinggi akbid kedepan, termasuk pengembangan  kampus tersebut,”tegasnya.
     Benamen juga menyampaikan kekesalannya terhadap sikap permkab yang terkesan kurang memberikan perhatian terhadap pengembangan pendidikan di daerah itu.
Menurutnya, sejak berdirinya akbid pada tahun 2008 lalu sampai saat ini belum ada satu rupiah pun bantuan yang diberikan pemkab Aru. Sejak kepemimpinan bupati Thedi Tengko (alm), Abraham Gainau, dan penjabat bupati F Renjaan, akbid Dobo tidak pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari pemkab.
     “Jangan-jangan memang ada anggaran untuk itu, tetapi pencairannya mengalir kemana atau kepada siapa, itu juga perlu kita pertanyakan. Kalau benar itu terjadi, itu adalah perbuatan yang harus dipertanggung jawabkan didepan hukum, ujarnya dengan nada kesal.
     Menurut Benamen, hal yang sama juga pernah ditanyakan ketua  Kopertis wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, dan setelah mendengar penjelasanya bahwa akbid Dobo tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemkab Aru, kopertis justru merasa kaget karena di kabupaten lain ada bantuannya.
     Untuk itu dirinya minta bupati yang baru terpilih dan yang akan dilantik dalam waktu dekat, menelusuri masalah ini, sekaligus memberantas korupsi yang selama ini dipraktekan okum pejabat di jajaran pemkab Aru.
     “Ada sejumlah pimpinan SKPD yang sudah tidak produktif lagi untuk segera di ganti, sehingga tidak merusak citra pemkab Aru ke depan,”tambah Benamen.
Dalam ini dirinya juga mendukung Ir Jongki Gutandjala sebagai Sekda menggantikan Arens Uniplaita yang tidak lagi berpihak kepada masyarakat Aru. (Dedi)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes