Senin, 08 Februari 2016

Soal Proyek PK2PM di Aru



Akian : Jangan Berkomentar Jika Tak Mengerti

      Dobo, Lira Maluku News- Direktur CV Gunung Mulia, Akian Tunggal mengatakan, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai kontraktor suplayer di Aru, pihaknya selalu berupaya untuk tidak menyalahi atau melanggar aturan.
      Pernyataan Akian Tunggal tersebut, sekaligus sebagai bantahan terhadap pernyataan kepala desa (kades) Jerol Agustinus Kubela di media lokal, yang menuduh pihaknya main mata dengan pihak tertentu dalam melakukan proyek Peningkatan Kesejahteraan Rakyat berbasis Pemberdayaan Masyatakat (PK2PM). Apalagi, menuduhnya menyalahi aturan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
      Menurutnya, proyek PK2PM itu diperuntukan hanya untuk delapan desa dan kerjakan oleh tiga perusahaan, masing-masing CV Gunung Mulia, CV Mitra Permai dan CV Trio Alva Lestari.
“Jadi proyek tersebut diperuntukan hanya untuk delapan desa saja, bukan 15 desa seperti yang disebutkan oleh kades Jerol Agustinus Kubela. Bahkan pekerjaan itu-pun ditangani oleh tiga perusahaan, masing-masing CV Gunung Mulia, CV Mitra Permai dan CV Trio Alva Lestari. Jadi bukan hanya kami sendiri seperti yang dituduhkan dalam pemberitaan tersebut,”tegas Akian kepada media ini pekan lalu.
      Dijelaskan, ada aturan atau kepres yang mengatur bahwa,  proyek yang nilainya dibawah 200 juta, tidak perlu dilelang dan bisa dengan penunjukan langsung.
“Jadi sangat tidak benar, jika disebutkan pelelangan proyek tersebut dilakukan di rumah pengusaha Akian Tunggal. Sebab proyek pemerintah harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku, dalam hal ini kepres yang mengaturnya, “ujar Akian seraya menambahkan tuduhan yang disampaikan kades Jerol Agustinus Kubela itu keliru dan sangat tidak beralasan, karena pelelangan proyek terjadi bilamana nilai proyeknya 200 juta ke atas, sementara yang mereka bahas nilai peroyek hanya 19 Juta, 20 Juta, dan 100 juta rupiah saja. Dan yang lebih aneh lagi, seorang kepala desa mau dilibatkan dan berkomentar soal proyek yang tidak diketahuinya.
      Apalagi menurutnya, “sejak dirinya menjadi suplayer PNPM dan akan menangani proyek PK2PM tersebut, pemerintah selalu memberikan nilai terbaik di wilayah kerja Aru Selatan bila dibandikan dengan kecamatan lainnya,’tambah Akian.
Karena itu pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak berwajib, untuk dimintai pertanggung jawaban yang bersangkutan, yang akibat dari pernyataan tersebut, telah  merusak dan menyudutkan nama baiknya. (Dedi)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes