Selasa, 01 Maret 2016

Hadapi UN Online, Dikpora Aru Laksanakan Pembenahan

 
 
Dobo, Lira Maluku News- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) kabupaten Kepulauan Aru, Jusup Apalem mengakui, pihaknya belum bisa menerapkan sistim on line pada Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2016,, karena sekolah-sekolah di kabuapten itu belum menggunakan sistem computerisasi.Namun dirinya memastikan, pelaksanaan UN di tahun-tahun mendatang, akan diterapkan sistim online.

Kepada media ini, Selasa (1/3), Apalem mengatakan, untuk mengarah kesana, pihaknya akan berupaya untuk mempersiapkan perangkat computer di sekolah-sekolah yang ada, termasuk mempersiapkan siswa untuk menggunakan perangkat computer dan sistimnya.

“Dalam tahun ajaran ini, kita belum bisa melaksanakan UN menggunakan sistim online, namun dirinya memastikan dalam tahun-tahun ajaran yang akan datang, kabupaten Aru akan ditunjuk untuk menggunakan ujian sistim online. Terkait itu, kita dituntut untuk mempersiapkan perangkat computer untuk dipakai dalam UN sistim online tersebut, termasuk mempersiapkan siswa untuk menggunakan aplikasinya, guna melatih siswa menghadapi UN yang akan datang,”ujarnya.

Menurutnya, aplikasi itu akan diuji-cobakan pada saat ujian tengah semester maupun ujian semester nanti. “Aplikasi itu akan di ujicobakan pada saat ujian tengah semester maupun maupun ujian semester nanti,”tambahnya.

Dijelaskan, uji coba itu sangat penting dan perlu dilakukan, karena dari situ kita dapat mengetahui kesiapan siswa menghadapi UN online yang akan datang. “Kesiapan infrastruktur penting, namun kesiapan siswa juga sangat diperlukan, “tegas Apalem seraya menambahkan, apa artinya kalau kapasitas cukup, namun jika siswa tidak mampu untuk mengakses internet (online) juga percuma.

Dikatakan, sekolah yang  sudah ditunjuk  menggunakan sistem on line, semisal SMA Yos Sudarso dan SMP Kristen. Terkait itu, pihaknya telah memberikan bantuan berupa beberapa unit computer dan fasilitas yang dibutuhkan.

Dengan adanya penundaan UN sistem on line untuk di sekolah- sekolah tersebut, kami berkesempatan untuk membenahi kebutuhan sekolah untuk capai syarat utama  yang diperlukan dalam dalam UN sistim on line pada tahun ajaran mendatang.

“Kenadati saat ini fasilitas di sekolah belum memadai, namun yakin pada saatnya semua akan teratasi dengan baik. Dalam hal ini, persyaratan fasilitas satu berbanding tiga artinya satu komputer digunakan oleh tiga orang siswa,” tambah Apalem. (Dedi)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes