Selasa, 01 Maret 2016

Tercium Aroma “Proyek Fiktif” di Dinas PU Maluku



LSM Lira Maluku Akan Lapor KPK 

 

Ambon, Lira Maluku News- Dinas Pekerjaan Umum (PU) provinsi Maluku, telah melakukan pelelangan sejumlah  proyek Tahun Anggaran 2016. Salah satunya proyek ruas jalan Piru – Waisala kabupaten SBB, diduga fiktif, lantaran ruas jalan itu sebelumnya telah dianggarkan oleh kementerian PU dan PR, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara (Malut), senilai 50,42 Milyar rupiah.


Tidak jelas kenapa bisa terjadi tumpang tindih anggaran seperti itu, dalam hal ini dua mata anggaran untuk satu proyek. Namun yang jelas, seharusnya dinas PU Maluku sudah melakukan koordinasi dengan kementerian PU dan PR, tentang ruas jalan mana saja yang menjadi kewenangan pemprov Maluku.

Terkait itu, direktur LSM Lira Maluku Jan Sariwating, mengancam akan melaporkan temuan kasus tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jika dinas PU Maluku dan kontraktor pemenang lelang, tidak segera hentikan aktivitasnya, termasuk proses pelelangan yang sedang berjalan, sekaligus  dana proyek yang belum terpakai sebesar 2,49 Milyar rupiah tersebut, disetor ke kas daerah.

“Sejak dini saya ingatkan dinas PU Maluku dan kontraktor pemenang lelang, jika tidak mau berurusan dengan hukum, segera menghentikan aktivitasnya, termasuk kegiatan pelelangan yang sedang berjalan dan dana proyek yang belum terpakai sebesar 2,49 Milyar rupiah tersebut, segera disetor ke kas daerah,” tegas  Sariwating kepada media ini, Selasa (1/3).

Jika mereka tetap nekad agar proyek tersebut tersebut tetap jalan/berlanjut, Sariwating berjanji akan melaporkan temuan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.

“Jadi, jika mereka tetap nekat dan ngotot agar proyek tersebut tetap jalan atau berlanjut, kami tidak segan-segan untuk melaporkan temuan kasus tersebut kepada KPK di Jakarta,” tambahnya.

Seperti diketahui, ruas jalan Piru – Waisala tersebut, satu diantara beberapa ruas jalan di pulau Seram dengan nilai keseluruhan 300 Milyar lebih, yang saat ini sedang ditangani KPK akibat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap CEO PT Windu Tunggal Utama, Abdul Khoir, yang juga menyeret politisi PDI-P Dama Yanthi. (**)
 

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes