Kamis, 28 April 2016

Menteri PU-PR Didesak Copot Amran Mustari Dari Jabatannya



Ambon, Lira Maluku News. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR), diminta segera mencopot Amran Mustari dari jabatannya sebagai Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, pasca yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa lalu.

Kepada media ini, Kamis (28/4/2016) direktur LSM Lira Maluku, Jan Sariwating mengatakan, pasca ditetapkannya Amran Mustari oleh KPK beberapa hari lalu, menteri PU-PR seharusnya bereaksi mencopot yang bersangkutan dari jabatannya sebagai kepala (BPJN) IX Maluku-Maluku Utara dan digantikan dengan pejabat baru yang bersih dan bermoral, sehingga tidak menghambat aktivitas kantor sekaligus proyek-proyek pembangunan di provinsi Maluku.

“Pengganti Amran Mustari, haruslah pejabat yang bersih, beraklak dan bermoral baik, sehingga kedepan Maluku jangan dijadikan lahan untuk memperkaya diri sendiri maupun kelompoknya.”tegasnya.

Menurut Sariwating, ditetapkannya Amran Mustari sebagai tersangka oleh KPK, karena yang bersangkutan diduga sebagai orang yang mengatur suap kepada anggota komisi V DPR.

Pantauan media ini di kantor BPJN IX Maluku-Malut, pasca ditetapkannya Amran Mustari sebagai tersangka oleh KPK, aktifitas kantor terlihat sepi dan suasana tidak seperti biasanya, dimana banyak pegawai yang mondar-mandir di seantero lobi, tidak dijumpai sama sekali. (**)

Rabu, 27 April 2016

Dana Sertifikasi Guru di Aru, Menjadi Sorotan BPAN



Dobo, Lira Maluku News. Dana sertifikasi guru di kabupaten Kepulauan Aru, mendapat sorotan Komite Eksekutif Badan Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia (BPAN). Pasalnya, dana yang diberikan pemerintah pusat tersebut, selama ini diterima tidak tepat waktu oleh para guru yang berhak.

Kepada media ini di Dobo, Selasa (26/4) kemarin, anggota Komite eksekutif BPAN Aliansi Indonesia pusat, Johanes Benamen mengatakan, sesuai dengan fungsi lembaga ini, “Kami melihat hal ini sebagai temuan yang akan kami laporkan kepada instansi penegak hukum yang ada, guna diproses hukum,”tegasnya.

Menurut Benamen, sesuai data yang dimiliki pihaknya, ada sejumlah masalah korupsi di berbagai SKPD pemkab Aru, dengan nilai kerugian negara cukup fantastis, namun belum terungkap, karena belum dijamah aparat hukum.

Karena itu, kehadiran lebaga ini di kabupaten Aru, untuk bisa membantu pemerintah khusunya aparat penegak hukum dalam melakukan investigasi terhadap masalah korupsi dan menyerahkannya kepada aparat penegak hukum, guna mengungkapnya.

 “Kehadiran Komite Eksekutif BPAN di kabupaten Aru, selain untuk membantu pemberantasan korupsi, juga untuk menyelamatkan aset negara yang ada,”ujar Benamen.

Sementara itu, ketua Yayasan Jargaria Dobo, Thomas Benamen mengatakan, ada sejumlah kasus korupsi yang merupakan temuan pihaknya, sudah dilaporkan ke aparat penegak hukum, namun hingga saat ini belum juga terungkap.

Menurutnya, salah satu SKPD yang cukup mendapat perhatian publik selama ini, adalah dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) kabupaten Aru. “dan masalah yang paling menonjol, adalah penyalah-gunaan dana sertifikasi guru serta tunjangan lainnya. Contohnya, dana sertifikasi guru triwulan I tahun 2016, yang seharusnya diterima bulan Maret lalu, namun sampai akhir bulan April ini, belum juga diterima. Padahal dana itu disediakan pemerintah pusat kepada para guru, dengan aturan yang berlaku,”tambahnya. (Dedi)

Kor’el Jaya Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Aru



Dobo, Lira Maluku News. Guna meningkatkan kualitas pendidikan di kabupaten Kepulauan Aru, Kor’el Jaya lembaga yang bergerak di bidang pendidikan, bekerjarsama dengan PT Telkom Indonesia wilayah Maluku, melaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan itu.

 



Koordinator Lembaga Kor’el Jaya, Pitson Kolelsy kepada media ini, Sabtu (23/4) mengatakan, kegiatan yang dilakukan diantaranya melaksanakan try-out di sejumlah SMP di kota Dobo dan sekitarnya sebelum pelaksanaa Ujian Nasional (UN), dengan harapan agar peserta UN bisa memperoleh nilai yang baik dan maksimal dalam kelulusannya.

“Diantaranya SMPN 1 dan 2 Dobo, SMP Yos Sudarso, SMP Kristen, SMP Jenaka, SMP 4 Pulau-Pulau Aru, dan SMP Warialau,”ujarnya.

Menurut Kolelsy, tahun 2015 lalu pihaknya juga telah melakukan kegiatan yang sama di kota Tual kabupaten Maluku Tenggara dan hasilnya memuaskan.

”Setelah kami laksanakan di Tual, dibuatlah kuisioner kepada para guru terkait korelasi antara soal-soal yang terdapat di buku Airlangga dengan UN, ternyata soal-soal try-out tersebut 90 persen sama.

Karena itu dirinya yakin, hasil yang akan diperoleh dalam pelaksanaan di kabupaten Aru dalam UN 2016 ini, tidak akan jauh berbeda dengan yang dilaksanakan sebelumnya di kabupaten Maluku Tenggara.

Sebab katanya, guru di kabupaten Aru memiliki kemampuan sama dengan yang ada di kabupaten lainnya di Maluku, hanya saja mereka belum diberikan kesempatan untuk dilatih dalam menyusun pertanyaan/soal.

“Karena dalam menyusun pertanyaan/soal bahasa Indonesia selama ini, terkadang mereka menggunakan bahasa sehari-hari, dan itu sedikit berbeda dengan pertanyaan/soal saat UN, sehingga sedikit menyulitkan peserta ujian dan berdampak pada nilainya,”tambahnya.(Dedi) 


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes