Minggu, 03 April 2016

Diduga, Kwalitas Bangunan Kristiani Center Ada Penyimpangan



     Ambon, Lira Maluku News- Pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang berlangsung di Ambon, Oktober 2015 lalu telah lama usai. Kendati sukses penyelenggara dan sukses acara, mengantarkan provinsi Maluku sebagai juara umum, namun masih meninggalkan masalah, diantaranya pada pembangunan gedung Kristiani Center (KC).

    Direktur LSM Lira Maluku, Jan Sariwating kepada media ini, Minggu (3/3) mengatakan, gedung yang dibangun pemerintah provinsi (pemprov) Maluku, melalui dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku, diduga bermasalah.

      Proyek pembangunan gedung yang dikerjakan oleh PT Mitra Gema Mandiri (MGM), dengan kontraktor Hendrik Canon (HC) tersebut, dibangun melalui dana APBD Maluku tahun 2014, dianggarkan sebesar 25 milyar rupiah lebih, dengan dana awal pembangunan sebesar 4 milyar, karena konstruksi bangunan memerlukan waktu 12 bulan lebih.
    “Gedung KC yang dibangun melalui APBD Maluku tahun 2014, dianggarkan sebesar 25 milyar rupiah  lebih, namun karena konstruksi bangunan memerlukan waktu 12 bulan  lebih, dengan dana awal pembangunan sebesar 4 milyar lebih, dikerjakan oleh PT Mitra Gema Mandiri (MGM) dengan kontraktor Hendrik Canon (HC),”ujar Sariwating.
    Tidak jelas apakah PT MGM dapat proyek ini melalui proses pelelangan umum atau tidak, tetapi yang jelas dalam pembangunan gedung KC tersebut, diduga ada penyimpangan yang berujung pada kualitas konstruksi.
     Penyimpangan dimaksud kata Sariwating, sesuai data yang dimiliki Lira Maluku,diketahui bahwa volume tiang pancang yang terpasang, yaitu 3107, 10 m’, sedangkan dibayar 3396 m’, yang berarti ada selisih volume sebesar 288,90 m’ (3396 m’ – 3107,10 m’), diduga akan mempengaruhi kwalitas konstruksi, seperti yang kami sampaikan di atas.
      Anehnya, walaupun ada kekurangan volume, namun dina PU Maluku entah sadar atau tidak, tetap saja membayar keseluruhan dana proyek ini kepada kontraktor. Bahkan sesuai data, ada dana sebesar 156 rupiah lebih yang terlanjur dibayarkan kepada kotrantor.
     Untuk itu, “Kami himbau dinas PU Maluku maupun kontraktor, jika tidak ingin bermasalah dengan hukum, segera setorkan dana (156 juta lebih) yang terlanjur dibayar tersebut  ke kas daerah. Jika itu tidak dilakukan , kami akan membawa masalah ini  ke proses hukum,”tambah Sariwating. (**)          

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes