Sabtu, 02 April 2016

Gadis Dibawah Umur Dipekerjakan Jadi Wanita Penghibur di Dobo



      Dobo, Lira Maluku News- Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Itu yang dialami korban kasus eksploitasi gadis dibawah umur, yang terjadi di Dobo, kabupaten Kepulauan Aru sejak tahun 2014 lalu dan berlangsung hingga 2016 ini.


      Sebut saja Dila (15), gadis remaja asal Makasar - Sulawesi Selatan, sejak tahun 2014 lalu dipekerjakan sebagai wanita penghibur malam di karaoke Paradise, di kota Dobo-Aru,  milik pengusaha bernama Chong alias bos Achong.
      Kendati orang tua Dila yang bernama Ilham datang untuk menjemput anaknya tahun 2015 lalu, namun dirinya tidak diijinkan dengan alasan harus membayar uang tebusan 10 juta rupiah oleh pemilik karaoke tersebut.
       Anehnya, tanggal 13 Maret 2016 lalu uang tebusan itu meningkat menjadi 25 juta rupiah, dengan alasan yang tak jelas.
      Kasus tersebut kini sedang ditangani reskrim polres Aru dan saat ini pada tahap pemeriksaan saksi-saksi, diantaranya kepala desa Bemun, Coki Ngutra.
      Seperti yang disampaikan Ilham ayah korban kepada media ini, Jumat (1/3) lalu, peristiwa itu berawal saat Dila kabur meninggalkan rumahnya tahun 2012 lalu, karena tidak setuju ibunya ibunya menikah lagi.
      “Pada bulan Desember 2014 lalu, ketika lagi kerja di kota Manokwari-Papua, saya mendapat kabar dari mantan istri saya, kalau ternyata anak saya itu telah pergi meninggalkan rumah, namun tidak tau kemana perginya. Dan pada bulan Oktober 2015 lalu saya di telpon anak saya itu, ketika ditanya keberadaannya, barulah saya tau kalau ternyata dia berada di kota Dobo-kabupaten Aru dan bekerja di café,”ujar Ilham.
      Dijelaskan, awalnya Dila itu ke kota Dobo, “Diajak temannya untuk jualan pakaian disana, karena ada bos yang menanggung tiket, taunya di Dobo dirinya dipekerjakan sebagai wanita penghibur malam di karaoke Paradise. Karena itu Dila menangis minta dijemput untuk tinggal bersamanya di Manokwari,”jelas Ilham menirukan cerita anaknya di telpon.
     Dari cerita anaknya itu, Ilham lalu mengirimkan uang 600 ribu sebagai biaya transportasi ke Manokwari-Papua,”Namun dirinya diberitau, jika mau keluar dari pekerjaan itu, Dila harus membayar 10 juta rupiah kepada bosnya. Dari situlah saya berupaya untuk datang ke kota Dobo dan ditemani kepala desa Bemun, Coki Ngutra kami mendatangi karaoke Paradise, disana saya sangat terkejut karena penampilan anak saya sudah jauh berbeda dari sebelumnya, benar-benar jadi wanita penghibur malam,”jelas Ilham seraya menambahkan, yang lebih mengejutkan dirinya, uang tebusan bukan lagi 10 juta rupiah, tetapi 25 juta rupiah atas pemintaan Achong pemilik karaoke Paradise tersebut. Pada hal baru berapa bulan lalu, tebusan itu hanya bernilai 10 juta rupiah.
       Ilham berharap, kasus yang menimpa anaknya itu bisa mendapat perhatian dan dukungan KPAI, sehingga bisa mendapat penangan dan penyelesaian segera.(tim)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes