Senin, 23 Mei 2016

Diduga, “Ada Korupsi” di Proyek Drainase dan Taulut Batu Gajah



Ambon, Lira Maluku News. Indikasinya, pasir yang digunakan dalam pekerjaan proyek tersebut adalah pasir bercampur tanah, bahkan dalam pekerjaan yang sudah berjalan kurang lebih dua minggu tersebut, batu yang di gunakan untuk pengecoran adalah batu bekas dari pembongkaran saluran air/got yang lama.   



Dengan kata lain, sejauh ini belum pernah ada pembelian batu yang dilakukan pihak kontraktor pelaksana.

Bukan hanya itu,  peroyek pembangunan drainase dan taulud bernilai satu milyar rupiah lebih itu, tidak ada papan nama proyek, pada hal pekerjaannya sudah berjalan kurang lebih dua minggu.

Memang ada keanehan dalam proyek tersebut, tetapi itulah kenyataannya yang terjadi di lapangan, bahkan masyarakat di kawasan itu-pun bertanya-tanya tentang proyek tanpa papan nama tersebut.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada PPK proyek tersebut, Johanis Parau usai peninjauan lokasi proyek, Senin (23/5/2016) pagi tadi, dirinya malah dengan santai mempersalahkan pihak kontraktor pelaksana. “Terkait papan nama proyek, saya sudah perintahkan  kontraktor pelaksana untuk segera memasangnya, sehingga bisa diketahui masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan terkait pasir bercampur tanah yang digunakan dalam perkejaan proyek, Parau mengaku, dirinya sudah meminta pihak kontraktor untuk menghentikan penggunaan pasir tersebut dan di ganti dengan pasir sungai atau pasir pantai yang kulitasnya lebih baik.

Khusus untuk batu bekas yang sudah digunakan, Parau mengaku, ada kesepakatan dengan pihak pemilik tanah, untuk menggunakan batu-batu bekas got lama tersebut. Namun ketika ditanyakan soal anggaran/dana pembelian batu dalam  proyek tersebut dipergunakan untuk apa, dirinya tak mampu menjawabnya.

Sebelumnya, pekerja proyek kepada media ini mengaku, papan nama proyek tersebut memang belum ada, bahkan terkait pasir bercampur tanah serta penggunaan batu bekas hasil pembongkaran saluran air/got yang lama, itu juga merupakan instruksi orang dari dinas PU provinsi Maluku.

Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Cipta Karya, dinas Pekerjaan Umum (PU) prpvinsi Maluku, Kasrul Selang  saat akan dikonfirmasi melalui telepon selulernya, yang bersangkutan tidak menerima panggilan teleponnya.  (**)   

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes