Sabtu, 28 Mei 2016

Pemkab SBB Akan Relokasi Korban Bencana Tanah Longsor



Piru, Lira Maluku News.  Sebanyak 125 Kepala Keluarga (KK) atau 646 jiwa korban bencana alam tanah longsor asal Dusun Jawa Sakti, Desa Sole, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), yang terjadi belum lama ini, dalam waktu dekat  akan direlokasi ke lokasi yang baru.


Pasalnya, tanah di lokasi tempat tinggal mereka yang lama, sesuai hasil penelitian, mengandung bahan tambang, sehingga mengalami pergeseran dan tidak bisa digunakan lagi sebagai lokasi pemukiman, karena sewaktu-waktu bisa mengancam keselamatan mereka.

“Terkait itu, pertengahan Mei 2016 lalu, kami bersama bapak Gubernur Maluku Ir Said Assagaff, sudah bertemu pemerintah pusat, dalam hal ini kepala BNPB Pusat di Jakarta untuk membicarakannya. Karena untuk relokasi masyarakat korban bencana tanah longsor yang saat ini sedang ditampung sementara dilokasi pengungsian tersebut, membutuhkan dana yang cukup besar, termasuk untuk membangun rumah dan pemukiman baru bagi 125 KK atau 646 jiwa tersebut,”tegas kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten SBB, Drs A Siahaya kepada media ini di Piru, Jumat (27/5/2016).  

Menurutnya, pada prinsipnya BNPB siap membantu dan memberikan dukungan dana untuk kegiatan relokasi dan pembangunan pemukiman baru tersebut. Untuk itu sedang dipersiapkan kajian teknisnya, serta surat hibah lahan/tanah untuk relokasi yang akan dijadikan sebagai lokasi pemukiman baru bagi mereka, termasuk SK Bupati SBB untuk lokasi pemukiman baru tersebut.

“Pekan depan kami akan kembali ke BNPB di Jakarta, untuk menyerahkan surat-surat yang dibutuhkan dan yang sedang mereka tunggu tersebut,”ujarnya.

Siahaya mengaku,  sesuai perintah bupati SBB, segera akan dibangun gedung sekolah (SD) maupun Musollah serta fasilitas umum lainnya, yang didanai dengan APBD perubahan. “Sesuai perintah bapak Bupati, saat ini dilokasi baru tersebut  sudah dimulai pekerjaan, diantaranya pembuatan gomblo yang akan digunakan untuk pembangunan gedung SD, Musollah dan fasilitas umum lain,”kata Siahaya menambahkan.

Dijelaskan, selama di pengungsian, semua kebutuhan mereka ditanggung oleh BPBD SBB, karena itu diharapkan adanya perhatian dan bantuan dana dari pemerintah provinsi Maluku, selain bantuan dari BNPB, sehingga proses relokasi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan pembangunan rumah-rumah bagi mereka cepat selesai dan teratasi dengan baik.  (Nef)  

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes