Selasa, 21 Juni 2016

Hingga 2019, Diharapkan 30 Ribu Guru Maluku Telah Ikut Pelatihan K-2013



Ambon, Lira Maluku News. Sebanyak 50 kepala SMP dari 11 Kabupten/ Kota se Maluku, mengikuti pelatihan Asistensi Bantuan Pendamping Kurikulum 2013, yang dilaksanakan  Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ( LPMP) Provinsi Maluku.  



Pelatihan  yang berlangsung di ruang pertemuann Lantait 5  Hotel New Mulia, Jalan Rijali (Belakang Soya ) Ambon pada sejak Senin (20/6/2016) direncanakan selama tiga  hari, dengan  sejumlah pemateri dari LPMP,  khusunya bagian keuangan dan seksi yang berkaitan dengan implementasi K- 2013.

Kepala LPMP Maluku, La Ode Safihu M.Pd yang ditemui disela-sela pelatihan menyatakan, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan agar, para peserta betul-betul memahami konsep kurikulum 2013, diharapkan mereka sudah mememahani serta dapat menjalankan dengan baik, sehingga tidak salah sasaran.

Diharapkan, saat kembali ke sekolahnya masing–masing, mereka dapat membuat program untuk mengimbaskan ilmu yang telah diperolah kepada guru lainnya di sekolah asal.       
Safihu  mengungkapkan, Provinsi  Maluku sudah  semestinya  tidak  tertinggal jauh, tetapi dapat bersaing dengan provinsi lainya di tanah Air.

Karena persoalan itulah kata Safihu, maka LPMP Maluku terus berupaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi  Seribu pulau ini, yakni lewat upaya meningkatkan motivasi dan semangat  Guru, Kepala Sekolah  dan Pengawas Pendidikan, agar selalu  meningkatkan kapasitas mereka, sehingga lewat kerjasama ketiga stakeholder pendidikan tersebut, maka akan menghasilkan  hasil pembelajaran  yang bermutu  yang berimbas pada lahirnya siswa- siswi cerdas dan berprestasi.  

“Saya kira komitmen ini harus berjalan bertahap, tapi  kalau kesadaran  manusianya  telah  terbangun, maka rintangan apapun akan mudah diatasi, ” ungkapnya optimis.
Menurutnya, kegiatan pelatihan pendampingan K-2013 ini akan dilaksanakan secara bertahap hingga tahun 2019, sehingga semua Kabupaten/Kota di Maluku  harus juga berkontribusi juga dalam  mensosialisasikan program ini

“Harapan kita  pelatihan pendampingan K-2013 ini bisa menjangkau semua guru memang  untuk kouta saat ini baru sebagian, untuk itu di tahun anggaran 2017, kita akan usulkan lagi   sampai dengan tahun 2019, sehingga  kalau bisa tercapai  30 ribu guru di Maluku  sudah bisa  ikut pelatihan ,”harap Safihu.  

Safihu menyatakan K-2013 sesunguhnya sama rohnya dengan kurikulum KTSP- 2006  yang di up-grade mengikuti perkembangan zaman,  hanya salah satu kendala implemetasi  kurikulum di Maluku adalah  terbatasnya  buku pegangan  guru dan Siswa. ,

“Maluku pernah gencar, hanya  persoalannya adalah keterbatasan buku, saya harap di tahun 2016 persoalan itu sudah tidak lagi menjadi kendala,” harap Safihu.(Nick)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes