Rabu, 20 Juli 2016

Letak Geografis, Anggaran dan SDM Jadi Kendala Penegakan Hukum di Maluku



Lira Maluku News. Diskusi publik dalam rangka Evaluasi Capaian Kinerja kejati Maluku semester I tahun 2016, yang dihadiri tokoh agama, LSM, Insan Pers dan Kajari se Maluku, berlangsung di aula RRI Ambon, Rabu (20/7/2016).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Jan Maringka, SH dalam pemaparannya mengatakan, perkara-perkara yang sedang ditangani pihaknya saat ini, merupakan perkara tahun 2015 lalu.

Khusus untuk kasus tipikor, terdapat 18 perkara, sembilan diantaranya sudah diselesaikan pada semester I dan sisanya akan diselesaikan dalam tahun ini.

Menurut Maringka, untuk ekseskusi perkara dalam semester I ini saja, sudah dilakukan terhadap 27 pelaku pidana dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap. “Dalam proses penuntutan sudah 14 perkara penyeledikian juga 14 perkara,”jelasnya.

Maringka mengaku, provinsi Maluku tidak sama dengan provinsi di pulau Jawa dan Sumatera, dimana untuk memeriksa suatu perkara cukup melalui perjalanan darat dan tidak memerlukan dana yang besar.

“Lain dengan Maluku, yang harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan pemeriksaan didaerah-daerah yang hanya bisa dijangkau melalui laut dan udara,”tegasnya.

Kendati demikian, hal tidak mejadi hambatan untuk menuntaskan masalah-masalah yang ada, karena itu sudah menjadi resiko sebagai aparat kejaksaan. (*)      

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes