Senin, 04 Juli 2016

Ribuan Aparat Akan Amankan Malam Takbiran dan Idul Fitri di Ambon



Ambon, Lira Maluku News. Sekitar seribuan aparat keamanan disiagakan untuk mengawal dan mengamankan malam takbiran perayaan hari raya Idul fitri 1437 Hijriah di kota Ambon, Selasa Malam. 


Personal pengamanan tersebut terdiri dari Polres Pulau Ambon Pp Lease 50 orang, Polda Maluku 80 orang dan 50 personel dari bagian pusat serta berbagai kesatuan lain sebanyak 734 personil, serta, yang tersebar diberbagai tempat dalam kota Ambon.
                                               
Wakapolres Pulau Ambon-Pp Lease, Komisaris Pol Hedrik Eka Bahalwan yang ditemui, Senin (4/7/2016) mengatakan, pengamanan telah dimulai saat memasuki bulan Ramadhan, yakni dimulai dengan masa prakondisi dengan melakukan swiping miras, petasan, kenalpot motor racing dan penindakan terhadap balapan liar serta operasi deradikalisasi yang merupakan kegiatan Binmas Polres Pulau Ambon Pp Lease.

Bahalwan mengungkapkan, untuk pengamanan tersebut, pihaknya telah membentuk pos PAM yang tersebar di tujuh titik di kota Ambon, yakni Pos PAM di depan masjid raya Alfatah, samping tugu Trikora, Mardika, samping Gereja Rehoboth, dekat Hotel Ambon Manise(Amans) dan pintu masuk masuk Jembatan Merah Putih (JMP)-Galala, serta pintu keluar JMP-Poka.

Selain  itu, pihaknya telah membentuk 25 pos pelayanan yang ditempatkan di pusat keramaian, pusat ekonomi, wisata dan pintu masuk pelabuhan penyeberangan, tujuannya adalah untuk memberikan jaminan rasa aman bagi masyarakat.
                      
Terkait pengamanan terhadap konvoi malam Takbiran, Bahalwan mengaku, akan dilaksanakan pertemuan bersama antara kakanwil Agama provinsi Maluku, Majelis Ulama Indonesia (MUI)  , Panitia Hari Besar Islam (PHBI) , serta pimpinan TNI/ Polri dan organisasi ke agamaan lainnya  yang digelar di  kanwil Kemenag Maluku, diharapkan menghasilkan keputusan berupa  himbauan agar konvoi atau arak-arakan kendaraan bermotor ditiadakan.

“Jadi masyarakat harus cerdas, meski takbiran  itu diwajibkan oleh agama, tetapi yang dilarang adalah perilaku yang menyimpang, dalam hal ini takbiran itu semestinya adalah memakmurkan masjid bukan dengan cara takbiran di jalan-jalan atau konvoi yang bisa menimbulkan situasi yang kontradiktif. Jika kalau prilakunya menyimpang akan kita tindak,” tegas Bahalwan 

Namun jika tetap dilakukan konvoi, Bahalwan menandaskan, jika konvoi dilakukan dalam batas kewajaran, maka masih bisa diberi toleransi, tetapi kalau sudah membahayakan orang lain, ataupun petugas dilapangan,  itu akan ditindak  ”Ya intinya sebagai efek kejut dan efek jera,”tambahnya. (Nick)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes