Rabu, 14 September 2016

Soal Pelantikan Pejabat Eselon 2 SBB, Tuharea:Jika Langgar Aturan Dibatalkan




Lira Maluku News. Sekda Seram Bagian Barat (SBB), Mansur Tuharea menegaskan, pada prinsipnya semua kebijakan apapun itu, tidak boleh menyalahi aturan yang berlaku.

Bahkan terhadap pelantikan pejabat eselon dua pemkab SBB, yang sudah berlangsung tanggal 7 September 2016 lalu, kalau terbukti menyalahi aturan, pasti akan dibatalkan.

Hal itu ditegaskan Tuharea melalui telpon selulernya, Rabu pagi (14/9/2016) saat dikonfirmasi Lira Maluku News, terkait sikapnya menanggapi permintaan gubernur Maluku, Ir Said Assagaff Selasa kemarin di Ambon.

Seperti diketahui, saat pelantikan pejabat bupati SBB, gubernur Ir Said Assagaff minta pejabat bupati SBB yang baru dilantik, untuk membatalkan pelantikan pejabat eselon dua pemkab SBB, yang sudah berlangsung tanggal 7 September 2016 lalu, karena dinilai menyalahi aturan.

Dalam hal ini, enam bulan menjelang berakhir masa jabatannya, bupati dilarang melakukan rotasi atau melantik pejabat untuk menduduki suatu jabatan.

Menurut Tuharea, gubernur adalah perwakilan pemerintah pusat di daerahnya, sehingga apapun yang menyalahi aturan sangat pantas mendapat perhatiannya, sekaligus ditegur untuk meluruskan sesuai aturan yang berlaku.
 
Karena itu jelas Tuharea, setelah kembalinya ke Piru-SBB, dirinya akan memanggil kabag kepegawaian, untuk melihat persoalan itu. Dan jika pelantikan tersebut terbukti menyalahi aturan, pasti itu akan dibatalkan.

Terkait masalah ini, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) provinsi Maluku, karena itu sangat penting dilakukan.

“Setelah kembali ke Piru-SBB, saya akan panggil kabag kepegawaian, untuk bersama-sama melihat proses pelantikan yang sudah berjalan tersebut, kalau ternyata itu menyalahi aturan, ya pasti akan dibatalkan dan tidak akan ada SK untuk para pejabat yang sudah dilantik,”jelasnya.

Saat ditanya keterlibatannya dalam proses pelantikan tersebut, Tuharea mengaku dirinya tidak pernah dilibatkan, bahkan ditanyapun tidak pernah. “Saya tidak tau sama sekali, karena memang saya tidak pernah dilibatkan dalam proses itu,”tambah Tuharea. (Hen)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes