Kamis, 13 Oktober 2016

Ayal Diduga "Sunat" TK Pegawai BPJN Maluku - Malut




Lira Maluku News. Pasca pergantian jabatan Kepala Tata Usaha (KTU) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVI Maluku dan Maluku Utara, dari Zadrack Ayal kepada pegantinya Rudy Talahattu, awal pekan ini, barulah terungkap sejumlah persoalan yang selama ini tertutup dengan rapi.

Diantaranya, mantan KTU (BPJN) Maluku dan Maluku Utara yang dikenal suka menakut-nakuti pegawai tersebut diduga “ sunat ” Tunjangan Kinerja (TK) pegawai di kantor itu, untuk memperkaya diri sendiri.

TK yang seharusnya dibayarkan setiap bulan berjalan kepada 400-an pegawai BPJN di dua provinsi tersebut, tetapi oleh Ayal ditunda sampai enam bulan baru dibayar, namun dipotong besarannya disesuaikan dengan golongan pegawai dengan alasan yang tak jelas.

“TK pegawai yang dikumpul selama enam bulan, totalnya mencapai belasan juta per-pegawai, namun dipotong dengan jumlah bervariasi, ada yang satu juta dan ada juga dua juta bahkan lebih,”ungkap beberapa pegawai BPJN kepada media ini saat ditemui di kantornya, Kamis pagi (13/10/2016).

Para pegawai yang minta namanya tidak disebutkan tersebut mengaku, hal ini sudah berlangsung tiga kali, sejak awal tahun 2015 lalu sampai tahun 2016 ini. "Yakni enam bulan pertama dan enam bulan kedua tahun 2015 lalu, kemudian tahun 2016 ini sudah satu kali,"ungkap mereka.

Menurut mereka,"Kami pernah menanyakan perihal pemotongan tersebut ke bagian keuangan, namun jawaban yang kami terima, bahwa itu perintah pak Cada-panggilan akrab KTU, jadi kalau mau tanya langsung saja kepadanya, karena kami cuma menjalankan perintah,”jelas mereka.

Menurut mereka,”Kalau rata-rata dipotong dua juta saja, dikalikan dengan jumlah pegawai yang mencapai 400-an untuk dua provinsi Maluku dan Maluku Utara tersebut, hasilnya bisa mencapai 800-an juta rupiah bahkan bisa lebih. Dan jika itu dikalikan dengan tiga kali pemotongan, pasti jumlahnya sangat besar,”ujar mereka.

Masalah lain, “ Speed boat milik kantor BPJN Maluku dengan dua mesin tempel, masing-masing 250 PK, ditempatkan di pelabuhan antar pulau desa Tulehu, digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarganya,”tambah mereka.

Karena itu mereka minta perhatian menteri PU-PR terhadap masalah yang sudah merugikan dan meresahkan pegawai BPJN XVI Maluku dan Maluku Utara tersebut. (Hen)

3 komentar:

karibo noko-noko mengatakan...

buat liramalukunews.com klo mau muat berita coba di cek dulu kebenarannya, saya bukan mau membela mantan KTU BPJN Maluku tapi yang namanya tunjangan kinerja itu DI BAYAR LANGSUNG DARI ESELON 1 di Jakarta bukan di bayar oleh BPJN Maluku, jadi bgmn caranya mantan KTU bisa mengambil potongan tunjangan untuk pribadi...???
mungkin Para pegawai yang minta namanya tidak disebutkan itu jarang masuk kantor jadi tidak mengerti cara pembayaran dan pemotongan tunjangan kinerja,
sekian dan terima kasih

karibo noko-noko mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
suriati mengatakan...

Kpd anda yg coment diatas :
1. Dari coment anda tsb, anda terlihat panik & kebakaran jenggot.
2. Kalau itu bukan perbuatan anda, berarti anda terlibat menikmati hasil korupsi pemotongan dana TK pegawai yg nilainya sangat wahhh tersebut.
3. Memang benar dana TK itu berasal dari kantor kementerian PU-PR di Jkt, tetapi itu dibagikan di BPJN di daerah melalui bendahara yg atasannya langsungnya adalah KTU.
4. Yg tau ttg masuk tidaknya pegawai, adalah urusan kepegawaian yg mengurus absensi pegawai, yg atasan langsungnya adalah KTU.
5. Berarti yg melakukan pemotongan TK pegawai, adalah KTU bukan org lain.
6. Utk itu kami mendesak KPK/Kejaksaan, usut tuntas kasus korupsi Milyaran rupiah yg sdh merugikan pegawai BPJN Maluku-Malut, dengan cara periksa & proses hukum mantan KTU BPJN Maluku-Malut tersebut.
7. Sbg catatan, kekayaan mantan KTU BPJN Maluku-Malut dari hasil korupsi bukan rahasia lagi.
Terimakasih......

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes