Selasa, 11 Oktober 2016

Bantah Pernyataan Huwae, Rekanan Nilai Itu Upaya Pembenaran Diri




Lira Maluku News. Sejumlah rekanan/kontraktor membantah pernyataan ketua Pokja dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Ambon, Edwin Huwae yang menyatakan bahwa dirinya tidak pernah mematok atau mewajibkan rekanan/kontraktor yang mendapat proyek/pekerjaan di kantor itu untuk membayar satu persen dari nilai kontrak kepadanya, seperti yang diberitakan media ini, tanggal 3 Oktober 2016 lalu.

Ditemui secara terpisah, rekanan/kontraktor yang saat ini sedang menangani proyek/pekerjaan di kantor tersebut, menilai, pernyataan Huwae tersebut merupakan upaya pembenaran diri. Sebab, dalam beberapa tahun terakhir saat mengerjakan proyek/pekerjaan di kantor itu, mereka diwajibkan untuk menyetor/membayar satu persen dari nilai kontrak kepada dirinya.

“Itu pernyataan pembelaan diri, sebab dalam beberapa tahun terakhir setiap proyek/pekerjaan di kantor itu, kami dipatok/diwajibkan untuk menyetor/membayar satu persen dari nilai kontrak kepada dirinya,”ungkap rekanan/kontraktor yang tak mau namanya disebutkan kepada media ini, Selasa (11/10/2016).

Seperti pengakuan Huwae kepada media ini, saat dikofirmasi pekan lalu, sejak pindah dari dinas PU provinsi Maluku beberapa tahun lalu, dirinya tidak menerima gaji Pegawai Negeri Sipili (PNS). “Sejak pindah dari dinas PU provinsi Maluku ke dinas PU kota Ambon beberapa tahun, saya tidak menerima gaji PNS, karena ditahan bendahara,”ungkap Huwae.

Anehnya, kendati tidak menerima gaji PNS, Huwae tidak berupaya memprosesnya haknya tersebut dan masih bertahan hingga saat ini,  bahkan dirinya terkesan biasa-biasa saja. Apakah karena jabatan ketua Pokja saat ini memiliki honor ataukah ada uang lain, sehingga dirinya tidak berupaya untuk mendapatkan haknya tersebut   ?  (Hen)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes