Jumat, 13 Januari 2017

Kecam Penghinaan Etnis Buton, Relawan Sultra Himbau Tak Pilih Paslon RAMA




Namlea, Lira Maluku News. Ketua Relawan Sultra Bersatu, Kapten Inf (purn) La Araba Siompo mengaku sedih ketika orang Buton dihina. Karena itu ia meminta warga Buton Buru bersatu melawan penghinaan ini dengan tidak memilih paslon RAMA.

Di hadapan warga Buru etnis Buton di Dusun Waekase, La Araba Siompo  mengaku, jika yang dihina adalah pribadi, dirinya tak akan ambil pusing. Namun, bila yang dihina adalah suku, maka bukan hanya sedih, tetapi hal itu tidak bisa didiamkan begitu saja.

"Di kita ini banyak orang pintar, mengapa kita mau dihina-hina terus. Ayo bangkit dan kita lawan,"tegasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pengurus DPC PPP Buru , Ode Fenti saat berbicara di hadapan warga Waeruba , Kamis (12/1/2017) malam.

Dirinya mengecam tindakan tidak terpuji yang dilakukan Amus Besan, calon wakil bupati dari paslon RAMA.

Untuk itu,dirinya mengajak warga etnis Buton Buru, untuk bersatu melawan hinaan itu dengan cara memilih pemimpin yang santun dan bijak serta jauh dari berbagai skandal.

Sementara itu, pantauan media ini pada pada kampanye paslon Baru, Bakri – Rully di Desa Bara, Kecamatan Airbuaya, pasangan ini mendapat sambutan meriah dari warga setempat.

Khusus di dusun Waeruba, calon Bupati Buru Bakir Lumbessy selain memaparkan program kerja, juga berani memastikan di akhir tahun 2017 nanti, dusun itu sudah berobah status menjadi desa. Bahkan beberapa dusun lain di kecamatan Airbuaya, yang dari sisi persyaratan sudah bisa menjadi desa akan secepatnya dialihkan statusnya.

Selanjutnya menurut Lumbessy, akan ada lagi penambahan kecamatan baru, yakni pemecahan kecamatan Airbuaya menjadi dua kecamatan.

Sementara itu di Desa Bara, ada tindakan yang tidak terpuji yang dilakukan oknum kades, sekdes, oknum kepala sekolah serta para guru yang dibantu salah satu oknum pengusaha,dengan memobilisasi sebagian warga dan anak sekolah keluar kampung.

Tujuannya, agar mereka tidak bias menghadiri dan mengikuti  kampanye paslon BARU. Fatalnya lagi, ada mobilisasi warga dari luar desa Bara, untuk mengacaukan jalannya  kampanye paslon BARU tersebut. (*)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes