Kamis, 23 Februari 2017

Massa BARU Kepung Kantor Panwaslu Buru





Namlea, Lira Maluku News.  Ratusan massa pendukung paslon BARU, Kamis (23/2/2017) mengepung kantor Panwaslu Buru.
                                                              
Mereka menuntut lembaga pengawas pemilu tersebut, merekomendasi untuk membuka kotak suara guna membuktikan dugaan penggunanaan Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPT) yang telah melewati ketentuan.

Masa pendemo tersebut terus bertahan dan meminta Ketua Panwaslu Buru, Mus Latuconsina untuk berlaku adil dengan merekomendasi membuka kotak suara, guna membuktikan dugaan  kecurangan tersebut.

Saat demo di kantor Panwaslu, perwakilan massa, diantaranya dua wakil Ketua DPRD Buru, Aziz Hentihu dan Djalil Mukadar, diterima Ketua Panwaslu, Mus Latuconsina dan komisioner panwaslu, Fathi Haris Thalib.

Kedua perwakilan pendemo tersebut pada kesempatan itu menegaskan, “Sesuai ketentuan DPTB  harus didaftar, dan tidak ghaib begitu saja, kemudian dibilang dia ada di dalam. Kemudian angka-angkanya juga harus jelas, karena semua terikat dengan ketentuan dan limit waktunya juga jelas,”tegas mereka.

Oleh karena itu, keduanya mendesak Panwaslu merekomendasi KPU, untuk membuka kotak suara yang penggunaan DPTB-nya bermasalah dan melewati ketentuan UU Nomor 10 tahun 2016 tersebut.

"Khusus DPTB, kita minta kotak suara dibedah, karena ini kasusnya luar biasa. Harus dibuka dan kita minta ketegasan Panwaslu hari ini untuk memberikan rekomendasi,"tegas Aziz. Djalil.

Djalil mendesak Panwaslu untuk secepatnya mengeluarkan rekomendasi untuk membedah kotak suara, guna membuktikan dugaan kecurangan secara terstruktur sistimatis dan masif (TSM) tersebut.

Menanggapi desakan dan permintaan tersebut, Ketua Panwaslu Buru, Mus Latuconsina tak langsung mengiyakannya.

Karena itu, kuasa hukum paslon BARU, Basir Latuconsina meminta agar tuntutan itu sebaiknya dipenuhi Panwaslu.

"Kita hanya minta bedah kotak suara, sehingga tak ada dusta di antara kita,"katanya.

Sementara itu, sampai saat ini pleno di KPU Buru tetap berlangsung dan tinggal menyisahkan rekapitulasi suara di dua PPK. (**)

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes