Minggu, 30 Juli 2017

Kajari SBB Didesak Usut Penyelewengan ADD-DD Nikulukan




Lira Maluku News. Warga Desa Nikulukan, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Kepala  Kejaksaan Negeri (Kajari) SBB, segera usut tuntas dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2015 dan 2016 lalu, oleh oknum pejabat Kepala Desa (Kades), Stevie Latue dan stafnya.

Sejumlah warga Desa Nikulukan yang enggan menyebutkan namanya kepada media ini  menyebutkan, pemanfaatan ADD- DD tahun 2015 dan 2016, diduga bermasalah karena ditemukan sejumlah penyelewengan yang dilakukan pejabat Kades dan stafnya.

Kendati Alokasi Dana Desa menjadi pendukung aktivitas ekonomi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat, namun dalam pelaksanaannya ditemukan penyimpangan karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Misalnya, pembentukan kelompok-kelompok pemberdayaan masyarakat, tidak sesuai dengan laporan reailisasinya. Berikut,  tambahan pekerjaan jalan tani Tahun Anggaran 2016, tidak dibayar padahal pencairan Anggaran tahun 2017 tahap I sudah dicairkan,”ungkap mereka.

Sementara itu ditempat terpisah, Tanel Lapulatu dan Apet Rutasouw, warga Desa Nikulukan lainnya mengungkapkan, dalam APBDes desa Nikulukan Tahun Anggaran 2016 terdapat pos pembangunan lima unit rumah tidak layak huni, namun dalam kenyataannya yang dibangun hanya tiga unit rumah saja.

"Dalam APBDes desa Nikulukan Tahun Anggaran 2016 terdapat pos pembangunan lima unit rumah tidak layak huni, namun dalam kenyataannya yang dibangun hanya tiga unit rumah saja sementara dua lainnya tidak,"jelas mereka.

Begitu juga dengan pembangunan jalan setapak. “Katong kerja tapi belum dibayar, dengan alasan anggaran tahun 2016 sudah habis. Bahkan sesuai informasi yang kami terima dari bendahara Desa, disebutkan dananya akan dibayarkan tahun 2017. Namun kenyataannya, kendati pencairan dana tahap I Tahun 2017 sudah dicairkan, pembayaran belum juga dilakukan. Anehnya, ketika kami tanyakan langsung kepada bendahara, yang bersangkutan dengan sengaja menghindar dan tak mau menanggapinya,”ujar mereka.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes