Kamis, 27 Juli 2017

Penggugat Tolak Mediasi, Nasib Payapo-Akerina Ditentukan Sidang Lanjutan




Lira Maluku News. Proses mediasi dalam sidang gugatan SK Mendagri tentang pengangkatan M Yasin Payapo dan Thimotius Akerina sebagai Bupati dan wakil Bupati Seram Bagian Barat (SBB) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat (Jakpus), mengalami jalan buntu karena ditolak penggugat.

Kendati pihak tergugat dua, tergugat tiga dan tergugat empat, minta kepada hakim mediator Robert Limbong untuk bisa di selesaikan secara damai, namun kuasa hukum penggugat, Samuel Sapasuru, SH bersikeras menolaknya, dengan alasan kedatangan pihaknya di PN Jakpus untuk mencari keadilan.

Dan karena tidak ada titik temu penyelesaian, maka atas perintah majelis hakim PN Jakpus, sidang dilanjutkan kepada pokok perkara.

Kepada media ini usai persidangan, Kamis (27/7/2017), Samuel Sapasuru menegaskan, bahwa ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh pasangan calon (paslon), bukan Bupati dan wakil Bupati.

“Sehingga saya minta kepada Pengadilan Jakpus benar-benar jeli melihat, bahwa ada persoalan hukum yang dilakukan oleh paslon ini,  sebelum mejadi Bupati dan wakil Bupati. Jadi ini bukan pelanggaran undang-undang pilkada atau masalah pilkada, tetapi masalah perbuatan melawan hukum,”tegasnya.

Jadi kata Sapasuru, “Walaupun tadi mereka minta untuk menyelesaikan, saya bilang tidak bisa. Kenapa tidak bisa,  karena kita harus membuktikan apakah perbuatan paslon ini  betul-betul melanggar hukum atau tidak. Oleh karena itu saya minta agar supaya diperiksa oleh majelis hakim, sehingga saat itu juga langsung diperiksa oleh majelis hakim,”jelasnya.

Menurut Sapasuru, dengan butki-bukti yang dimiliki, pihaknya juga meminta PN Jakpus untuk memerintahkan atau menghadirkan sekertaris DPRD (sekwan) provinsi Maluku dan sekwan kabupaten SBB serta pihak Bank Maluku sebagai saksi.

“Kami akan meminta PN Jakpus untuk memerintahkan dan menghadirkan sekwan provinsi Maluku dan sekwan SBB serta Bank Maluku sebagai saksi dalam pembuktian nanti,”tambahnya.

Sidang lanjutan perkara ini akan digelar tanggal 10 Agustus 2017, dengan agenda eksepsi ke-lima tergugat terhadap gugatan penggugat.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes