Minggu, 24 September 2017

Bupati SBB Diminta Batalkan Proses Pencalonan Kades Neniari




Lira Maluku News. Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Drs M Yasin Payapo diminta untuk membatalkan proses pencalonan Kepala Desa (Kades) Neniari, Kecamatan Seram Barat, karena tidak prosedural dan transparan  sehingga menimbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat.

Permintaan itu dikemukakan sejumlah tokoh masyarakat Desa Neniari kepada media ini, Minggu (24/9/2017) di Piru-SBB.

Agar tidak menimbulkan gejolak dimasyarakat, tokoh masyarakat yang enggan namanya dipublikasikan tersebut minta Bupati untuk membatalkan proses yang dilakukan panitia pencalonan sejak Januari 2017 lalu tersebut.

Pasalnya, kerja panitia pencalonan terkesan tertutup dan sarat kepentingan, sehingga menimbulkan pertanyaan di masyarakat, khususnya tentang dasar dan mekanisme penjaringan yang digunakan panitia.

Menurut mereka, jika mekanisme Soa yang digunakan/dipakai panitia, berarti panitia telah melanggar komitmennya sendiri.

“Kerja panitia terkesan tertutup seperti kerja yang penuh rahasia, sehingga banyak warga yang tidak tau, bahkan tidak dilibatkan dalam tahapan-tahapannya. Selain itu, ada tiga Soa di Desa kami dan  diantaranya pada saat penjaringannya tidak melalui musyawarah. Misalnya Soa Lumuly, pada saat musyawarah yang hadir hanya 23 orang warga dari total hak suara 100 lebih. Selain itu Soa Akollo, tidak melalui musyawarah, tetapi panitia penjaringan langsung mengumumkan nama-nama bakal calon (balon), itupun sepihak. Bahkan nama-nama tersebut dikenal sebagai orang-orang dekat panitia,”tegas mereka.

Untuk prosesnya harus dihentikan sambil menunggu diterbitkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang penjaringan dan pencalonan Kades, untuk dijadikan dasar keseluruhan proses dan kerja panitia.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes