Sabtu, 09 September 2017

Kabupaten SBB Segera Miliki Bandara




Lira Maluku News. Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam waktu dekat akan memiliki bandar udara (bandara). 

Hal itu ditandai dengan dilakukannya survey feasibily study oleh PT Studiotama Maps Konsultan belum lama ini.

Bahkan Dirjen Perhubungan Udara juga sudah mengecek dan mengevaluasi hasil survey pada tiga titik alternative yang telah ditetapkan.

Untuk titik pertama alternatif di Desa Kawa, alternatif kedua di Pulau Osi- Pelita Jaya dan alteenatif ketiga di dataran Pulau Osi-Kota Nia pada 14-15 Agustus 2017 lalu, yakni pada titik koordinat geografis 3`0`52.18” LS – 128`6`46`81 BT.

Kepada media ini, Plt Kadis Perhubungan SBB, Adjait, SH, M.Si menjelaskan, dari tiga alternatif tersebut yang dianggap memenuhi kelayakan, adalah titik alternatif ketiga, yaitu Pulau Osi-Kotania Atas, Desa Eti, Kecamatan Seram Barat yang menjadi Pilihan.

Menurutnya, rencana pembangunan bandara umum SBB dengan runway landasan inti sepanjang 1.650 meter, untuk runway belakang sepanjang 500 meter dan runway depan sepanjang 500 meter serta  panjang landasan secara keseluruhan tiga kilometer.

“Jarak pembangunan bandara sekitar 15 kilometer atau 45 menit dari Kota Piru, diharapkan nantinya mampu memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan masyarakat Seram Bagian Barat,”tegasnya.

Adjait yang didampingi Kabid Udara Dishub, Drs. La Majidun mengaku, Bupati SBB Drs. Muhammad Yasin Payapo, M.Pd telah menyurati Gubernur Maluku 29 Agustus 2017 lalu, terkait dukungan rencana pembangunan bandara umum Kabupaten SBB sesuai hasil study kelayakan PT Studiotama Maps Konsultan.

Pembangunan bandara tersebut, ujar Adjat, sejalan dengan semangat dan tagline Kase Bae SBB yang digelorakan Bupati dan wakil Bupati SBB, Drs Muhammad Yasin Payapo, M.Pd dan Timotius Akerina, SE, M.Si selama ini.

Dia mengaku, pihaknya juga telah melakukan presentasi di kementrian  Perhubungan di Jakarta dan mendapat apresiasi dari pihak kemenhub.

“Hasil presentasi kita di kementrian Perhubungan di Jakarta, rencana bandara umum SBB disetujui kepala otoritas wilayah VII Indonesia Timur di Manado. Saat presentasi, kemenhub mengapresiasi dan mendukung penuh pembangunan bandara umum tersebut, karena yang mereka pernah datang ke Pulau Osi saat melakukan kunjangan Wisata,”ujarnya.

Jadi menurut kemenhub,”Dengan panjang landasan sekitar 1.650 meter, dapat didarati Pesawat Cassa jenis ATR-72, namun tidak menutup kemungkinan bisa jadi ada perubahan agar bandara umum  tersebut dapat didarati pesawat berbadan lebar, sehingga apabila terjadi gangguan di Bandara Pattimura Ambon, bandara umum  SBB bisa menjadi bandara transit, karena selama ini apabila turun kabut besar di Ambon, pesawat rata-rata kembali ke bandara Sultan Hasanuddin Makasar,”tambahnya.

Ditambahkannya, pembangunan bandara umum SBB, rencananya akan dianggarkan melalui APBN dengan estimasi pembangunan tahap awal sekitar 5 trilliun rupiah, didalamnya untuk pembangunan runway, fasilitas penumpang, bangunan gedung, sarana dan prasarana pendukung seperti terminal, cargo dan sebagainya.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes