Rabu, 20 September 2017

Karena Terlambat, Pegawai Pemkab SBB “Tersandera" di Luar Pagar




Lira Maluku News. Bupati Seram Bagian Barat (SBB), M Yasin Payapo mulai menegakan aturan disiplin bagi pegawai di kantornya.

Bagi pegawai yang terlambat masuk kantor, tidak diperkenankan masuk areal kantor atau berada diluar pagar.

Bukan saja waktu masuk dan pulang kantor, namun disiplin dalam berbusana/berpakaian sesuai aturan yang berlaku.

Seperti yang terjadi pada apel pagi, Rabu (20/9/2017), Bupati Payapo instruksikan semua pegawai wanita yang tidak menggunakan rok dan pegawai pria yang menggunakan jeans, untuk meniggalkan barisan saat apel berlangsung.

"Bagi ASN wanita yang tidak memakai rok dan pria yang memakai celana jeans, silahkan keluar barisan dan absensi mereka dicoret. Anggap saja mereka  tidak masuk kantor, karena tidak mengindahkan tata tertib bahkan aturan yang tertuang dalam permendagri," tegas Bupati.

Tidak hanya itu, Bupati juga memerintahkan Asisten III, untuk mengecek ASN yang tidak tertib tersebut di ruangan kerja masing-masing.

Jika kedapatan mereka masih berada di kantor, kata Bupati, persilahkan mereka untuk pulang saja, karena mereka tidak tertib dan taat pada aturan ASN yang berlaku.

Sebab menurutnya, sesuai tata tertib yang berlaku, seharusnya tiap hari rabu, ASN wajib mengenakan pakaian dinas harian.

“Bagi pegawai wanita harus menggunakan blus putih dan rok hitam, sementara laki-laki mengenakan celana berwarna gelap berbahan kain, tetapi faktanya banyak ASN perempuan maupun laki-laki yang mengenakan celana jeans warna biru dan hitam, ujarnya.

Sejumlah ASN saat dimintai komentarnya, tidak ada yang berani berkata-kata, karena mereka menganggap bersalah dalam berpakaian.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes