Jumat, 22 September 2017

Tour de Molvccas 2017 Ditutup Sore Ini di Lapangan Merdeka Ambon




Lira Maluku News. Etape 5 Tour de Molvccas TdM 2017, yang merupakan etape terakhir  akan dilaksanakan, Jumat siang (22/9/2017), tepatnya pukul 14.30 WIT di Pantai Namalatu, Desa Latulahat, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, dipastikan akan melepas para pembalap, dengan jarak tempuh 82,9 km dengan  finish di Lapangan Merdeka-Ambon, pukul 16.28 WIT.

Di lokasi finish, peserta TdM langsung disambut Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, Walikota Ambon, Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua, Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Yasin Payapo, Bupati Seram Bagian Timur (SBT) Abdul Mukti Keliobas.

Dengan demikian, ajang lomba balap sepeda bertaraf internasional pertama di Maluku ini akan berakhir sore ini, sekaligus pengumuman pemenang utama dari klasifikasi keseluruhan Etape TdM, serta Penyerahan 

Pemenang (UPP) Etape 5, ternasuk pengumuman pemenang kategori tuan rumah/penyelenggara terbaik untuk TdM 2017.

Empat daerah penyelenggara TdM 2017 akan bersaing, yakni Kabupaten SBB, Maluku Tengah, SBT dan Kota Ambon.

Direktur Perlombaan (Race Director), Daryadi Sadmoko, S.Pd, mengaku cukup puas dengan pelaksanaan keseluruhan TdM.

 “Seluruh rangkaian perlombaan sudah cukup bagus dan lancar. Memang sempat ada masalah di dua etape awal, tetapi itu force majeure, karena hujan. Bis rombongan pembalap juga sempat mengalami masalah teknis di Taman Nasional Manusela saat hendak transfer dari Masohi ke Wahai untuk menuju Etape II, (Wahai-Bula). Toh semua pembalap dan tim, menerima hal itu. Secara umum, lintasan balap bagus sangat steril, cukup menantang sampai finish. Ada juga kekurangan nonteknis tetapi menurut saya ini masih wajar mengingat ini pengalaman pertama bagi Maluku menyelenggarakan balap sepeda internasional,” ungkap Sadmoko.

Sadmoko juga memuji warga di Pulau Seram dan Kota Ambon yang sangat mendukung dan  antusias menyambut Tour de Molvccas 2017.

Dia pun berharap TdM memberikan efek domino untuk kemajuan Maluku di berbagai sektor, tidak hanya sektor industri pariwisata, infrastruktur jalan-jembatan dan sektor perekonomian, tetapi mampu menggerakkan sektor lainnya.

Sadmoko berpendapat, kemajuan yang diharapkan, dapat tercapai jika Pemprov Maluku konsisten menyelenggarakan TdM sebagai event tahunan dan lebih kreatif menggarap event-nya.

Untuk sementara, peraih waktu tercepat pemegang jersey kuning masih dipegang Marcus Culey, pembalap asal Australia yang bergabung di St George Continental Cycling Team, dengan massa waktu 13 jam 23 menit 59 detik.

Dua pesaing terdekatnya, yakni Jai Crawford dari tim Kinan memiliki massa kecepatan waktu 13 jam 24 menit 04 detik, dan Jesse Ewart dari tim 7Eleven – Roadbike Philippines memiliki kecepatan waktu 13 jam 24 menit 08 detik.

Menurutnya, walaupun etape 5 atau terakhir pada hari ini, tidak terlalu menantang, lantaran rute yang pendek dan banyak jalan rata, namun adrenalin para pembalap tetap dipacu untuk menjadi pemenang dan meraih poin tertinggi.

Untuk pembalap Indonesia dengan kecepatan terbaik di keseluruhan etape hingga saat ini adalah Jamal Hibatulla dari tim KFC dengan percepatan waktu 13 jam 30 menit 42 detik.

Sprinter pencatat waktu terbaik dan pemegang jersey hijau hingga Etape 4 yakni Mohammad Izzat Hilmi dari tim Sapura, dan penanjak terbaik pemegang jersey merah hingga Etape 4 yakni Ricardo Garcia dari tim Kinan.

Dengan demikian, tim untuk kecepatan waktu terbaik hingga Etape 4 adalah tim Kinan dari Jepang, dan tim terbaik Indonesia adalah KFC.

Tour de Molvccas adalah lomba balap sepeda internasional pertama di Maluku yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Maluku, bekerjasama dengan Pemkab SBB, SBT, Maluku Tengah dan Kota Ambon.

TdM meliputi 5 etape dengan jarak 714 km yang sejak awal diikuti oleh 67 pembalap dari 14 tim yang berasal dari 20 negara, memperebutkan uang senilai Rp 850.000.000.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes