Minggu, 07 Januari 2018

GAMKI SBB dan Yayasan Vichan Ministry Jakarta, Gelar Pelayanan Kasih di Lapas Piru




Lira Maluku News.  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Seram Bagian Barat (SBB), bersama Yayasan Vichan Ministry Jakarta-Piru, Sabtu (6/1/2017) menggelar pelayanan kasih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Piru, diikuti sekitar 50 warga binaan.

Dalam Khotbahnya Pdt Susanto mengatakan, komitmen GAMKI di tahun 2018 dan tahun-tahun berikutnya akan terus berjalan seiring dengan dinamika hidup yang kita jalani bersama.

“ Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali dan harapan itu tetap ada dalam setiap umatnya, sebab KasihNya tidak akan berkesudahan dalam kehidupan kita, untuk menuntun dan menyertai kehidupan kita dari waktu ke waktu.

Kendati sebagai manusia, kita tidak pernah luput dari berbagai kesalahan, namun kita dituntut untuk melakukan perobahan dan pembaharuan hidup dari waktu ke waktu.

"Karena Tuhan Yesus selalu peduli terhadap orang-orang yang berkeinginan untuk melakukan perobahan dan pembaharuan diri untuk menjadi lebih baik di setiap waktu,"tegasnya.

Dirinya juga mengapresiasi apa yang dilakukan DPC GAMKI SBB tersebut, sebagai bukti kepedulian dan tanggung jawabnya terhadapat masyarakat dan lingkungannya.

Sementara itu, sekretaris Klasis GPM Seram Barat yang juga wakil Ketua Internal GAMKI DPC SBB, Pdt Mesak Tamaela, S.Th mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab GAMKI SBB, untuk saling  merangkul, saling memanggil, bersyukur dengan cara yang kita miliki.

Diharapkan, kehadiran GAMKI SBB bersama warga binaan akan memberi makna bagi kita semua dalam hidup, dengan keadaan dan konteks yang kita miliki masing-masing.

Pada kesempatan yang sama Ka. Lapas kelas II B Piru, Syaiful Syahri, A.Md.IP, S.Sos, MH mengatakan, kasih itu tidak mengenal ruang dan waktu, sehingga apa yang dilakukan GAMKI SBB tersebut benar-benar bermakna bagi warga binaan.

Sedangkan mantan Napi yang kini telah menjadi pendeta, Victor Matatula katakan, penjara bukan akhir dari sebuah perjalanan panjang kehidupan, namun di penjaralah warga binaan dibina untuk menjadi lebih baik, setelah mereka meninggalkan lapas.

0 komentar:

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best WordPress Themes